Logo KTF KupasTuntasFilm

Trailer Terbaru PAKET SANTET: Paket Datang, Tawon Muncul, Kematian Mengintai !!

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 56 views

Trailer Terbaru Ungkap Teror yang Makin Brutal: Siapa Pengirim dan Apa Motifnya?


BASE Entertainment resmi merilis trailer terbaru PAKET SANTET, film horor garapan sutradara Dinna Jasanti yang tayang di bioskop mulai 27 Agustus 2026. Jika trailer sebelumnya memperkenalkan teror santet yang dikirim melalui paket misterius, trailer terbaru membawa ancamannya semakin dekat: tawon mulai bermunculan, teror semakin brutal, dan nyawa ketujuh mahasiswa semakin terancam.

Di tengah teror tersebut, misteri yang lebih besar mulai terbuka. Siapa yang sengaja mengirim santet kepada mereka, dan dendam apa yang membuat ketujuhnya dipilih menjadi korban?

Trailer terbaru memberi petunjuk bahwa paket-paket tersebut bukan dikirim secara acak, melainkan kepada sasaran yang sudah dipilih. Seiring teror semakin brutal, hubungan Deva dan teman-temannya pun mulai dipenuhi kecurigaan. Persahabatan, sakit hati, hingga konflik di antara mereka membuka kemungkinan bahwa bahaya terbesar mungkin bukan datang dari orang asing, melainkan dari seseorang yang selama ini berada di dekat mereka.

Yang menarik dari PAKET SANTET, terornya bukan sesuatu yang terjadi secara acak. Ada seseorang yang sengaja memilih mereka sebagai korban, dan ada motif di baliknya. Buat saya, yang paling mengerikan bukan hanya santetnya, tapi ketika kita sadar ada seseorang yang memang ingin mencelakai kita. Dari situ penonton juga akan terus bertanya: bahayanya datang dari orang asing, atau justru dari orang yang paling dekat dengan mereka?” ujar Dinna Jasanti, sutradara PAKET SANTET.

Bagi Fadly Faisal, yang memerankan Ale, teror menjadi semakin mengerikan ketika rasa percaya di antara para sahabat mulai ikut terganggu.

“Menurut aku yang serem bukan cuma ketika paketnya datang, tapi ketika kita mulai nggak tahu siapa yang bisa dipercaya. Kadang kita merasa circle kita baik-baik aja, padahal kita nggak pernah benar-benar tahu kalau ada orang yang masih menyimpan sakit hati atau dendam. Kita mungkin sudah lupa pernah menyakiti seseorang. Tapi orang itu belum tentu lupa,” ujar Fadly.

PAKET SANTET dibintangi Fatih Unru sebagai Deva, Yasamin Jasem sebagai Bela, Azela Putri sebagai Kiki, Fadly Faisal sebagai Ale, Gabriella Ekaputri sebagai Celia, Farandika sebagai Glen, dan Fiki Naki sebagai Firza. Film produksi BASE Entertainment yang disutradarai Dinna Jasanti ini tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.


More Recommendations

Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia
NEWS

Totalitas Jadi Riska, Caitlin Halderman Bawa The Hidden Hand Jadi Drama Nomor 1 di Viu Indonesia dan Malaysia

kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur.JAKARTA 2 Oktober 2026 – Viu Original The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) mencatat pencapaian kuat sejak penayangannya.Serial yang dibintangi Caitlin Halderman, Meerqeen, dan Hannah Delisha itu menjadi tayangan paling banyak ditonton atau menduduki peringkat pertama di platform Viu Indonesia dan Malaysia.Pencapaian tersebut berjalan beriringan dengan respons penonton di media sosial. Konten terkait The Hidden Hand telah memperoleh lebih dari 75 juta tayangan di media sosial pada minggu pertama. Kemunculan Riska yang diperankan Caitlin menjadi salah satu bagian yang banyak mengundang perhatian. Di balik wajahnya yang terlihat polos, Riska menyimpan rahasia dan rencana besar yang perlahan mengubah kehidupan sebuah keluarga.Caitlin Halderman hadapi adegan kerasukanThe Hidden Hand mengisahkan Riska, perempuan Indonesia yang datang ke Malaysia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga di kediaman keluarga terpandang.Kehadirannya bukan sebuah kebetulan. Riska merupakan anak Bulan, pekerja rumah tangga yang diperlakukan kejam dan meninggal setelah ditabrak Puan Sri Asyikin.Riska kemudian masuk ke rumah tersebut untuk membalas dendam atas kehancuran hidup ibunya. Namun, rencananya menjadi semakin rumit ketika perasaan iba, rahasia keluarga, dan kekuatan mistis mulai mengambil alih keadaan.Karakter itu menuntut Caitlin menampilkan emosi yang berlapis. Ia tidak hanya harus terlihat tenang dan patuh, tetapi juga menyimpan kemarahan, kesedihan, serta niat yang tidak diketahui orang-orang di sekitarnya.Salah satu tantangan terberat bagi Caitlin adalah ketika harus memainkan adegan kerasukan. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang baru sepanjang perjalanan kariernya sebagai aktris.. Adegan kerasukan itu pertama kali saya lakukan, jadi bagi saya itu yang paling sulit,” kata Caitlin, dalam acara jumpa pers dengan media Malaysia, dua pekan lalu di Kuala Lumpur. Menurut Caitlin, serial horor menuntut energi fisik dan emosi lebih besar karena pemain harus menjalani adegan aksi, ketakutan, hingga kerasukan.Pengalaman sebagai mantan atlet polo air turut membantunya menghadapi tuntutan tersebut. Latar belakang olahraga telah melatih kedisiplinan, kesabaran, dan staminanya selama menjalani proses produksi.Mendapat pujian dari MeerqeenTotalitas Caitlin selama produksi juga mendapat perhatian dari Meerqeen, pemeran Syawal dalam The Hidden Hand.Meerqeen menilai Caitlin sebagai lawan main yang rendah hati dan mudah diajak bekerja sama meskipun telah memiliki nama besar di Indonesia.Bekerja dengan Caitlin sangat menyenangkan. Ia tidak sombong meskipun namanya sudah terkenal di Indonesia,” ujar Meerqeen.Meerqeen juga mengapresiasi kesediaan Caitlin mengikuti kebutuhan karakter dan arahan selama pengambilan gambar. Baginya, Caitlin bukan pemain yang banyak menuntut dan tetap bersedia menjalani berbagai kondisi produksi.The Hidden Hand menjadi proyek pertama Caitlin bersama produksi Malaysia. Ia menjalani pengambilan gambar selama lebih dari satu bulan dan harus menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja, bahasa, serta budaya produksi yang berbeda.Naskah awal serial tersebut ditulis dalam bahasa Malaysia. Sementara itu, Riska diceritakan sebagai perempuan Indonesia. Caitlin pun berdiskusi dengan tim hampir setiap hari untuk menyesuaikan dialog tanpa menghilangkan identitas Riska.. Proses tersebut membuat The Hidden Hand tidak hanya menjadi pertemuan aktor dari dua negara, tetapi juga kolaborasi kreatif yang memadukan cara bertutur Indonesia dan Malaysia.Selain Caitlin, Meerqeen, dan Hannah Delisha, serial 12 episode ini turut dibintangi Datin Sri Umie Aida, Farah Ahmad, Amerul Affendi, Nadia Aqilah, Nadya Syahera, Shaharuddin Thamby, dan Ismail Yaacob. The Hidden Hand (Dia Perempuan Sialan) menghadirkan perpaduan drama keluarga, dendam, pengkhianatan, dan teror supernatural. Episode terbarunya dapat disaksikan setiap Selasa dan Rabu melalui Viu.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!
NEWS

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya. Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan
MOVIE
3.0

Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan

Rumah Singgah hadir sebagai film drama yang tidak hanya mengandalkan konflik emosional, tetapi juga berusaha memberikan ruang bagi hampir setiap tokohnya untuk memiliki cerita masing-masing. Digara​​p oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Celvin Jaya Hadi, Raditya Kurnia, dan Aryo Wibianto, film ini menawarkan kisah tentang manusia, hubungan, serta arti sebuah tempat yang perlahan bisa berubah menjadi rumah bagi orang-orang yang sedang membutuhkan tempat untuk pulang.Sejak awal, film ini mampu membangun cerita dengan unsur drama yang cukup kuat. Menariknya, Rumah Singgah tidak hanya berfokus pada satu karakter utama, tetapi memberikan kesempatan kepada sejumlah tokohnya untuk diperkenalkan lebih jauh. Masing-masing memiliki latar belakang, persoalan, dan perjalanan emosional yang membuat keberadaan mereka terasa penting terhadap keseluruhan cerita.Pendekatan tersebut membuat film terasa lebih manusiawi. Penonton tidak hanya diajak mengikuti satu konflik, tetapi juga melihat bagaimana berbagai karakter dengan permasalahan masing-masing bisa saling bertemu, berinteraksi, dan memberikan pengaruh satu sama lain.Bukan Sekadar Tempat PersinggahanSalah satu kekuatan terbesar Rumah Singgah justru terdapat pada judulnya. “Rumah Singgah” memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tempat untuk tinggal sementara.Rumah dalam film ini menjadi ruang tempat para pasien menemukan sesuatu yang mungkin selama ini mereka butuhkan: keluarga, persahabatan, cinta, harapan, dan alasan untuk tetap tersenyum.Mereka mungkin datang sebagai orang-orang yang sedang berada dalam kondisi sulit, tetapi rumah tersebut perlahan mempertemukan mereka dengan orang-orang yang membuat perjalanan hidup terasa sedikit lebih ringan. Dari sinilah film menunjukkan bahwa rumah tidak selalu berbicara tentang bangunan atau tempat tinggal.Rumah bisa berarti orang-orang yang membuat kita merasa diterima.Makna tersebut menjadi salah satu pesan emosional yang membuat Rumah Singgah terasa dekat dengan kehidupan. Ada kalanya seseorang tidak membutuhkan solusi besar untuk menghadapi masalahnya. Terkadang, kehadiran orang lain, sebuah percakapan sederhana, persahabatan, atau bahkan tawa kecil sudah cukup untuk memberikan alasan agar seseorang terus bertahan.Akting & Chemistry Dari Para Pemain Yang BagusFilm ini dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Karla, Devano Danendra sebagai Luki, Ciccio Manassero sebagai Toni, dan Messi Gusti sebagai Pika.Keempatnya mampu memberikan warna berbeda terhadap cerita. Adhisty Zara tampil dengan pembawaan emosional yang mampu membawa penonton lebih dekat dengan karakter Karla. Sementara Devano Danendra memberikan keseimbangan melalui karakter Luki yang memiliki dinamika tersendiri dalam cerita.Chemistry antara para pemain juga menjadi salah satu aspek yang membuat film terasa hidup. Hubungan antarkarakter tidak terasa sekadar dibuat untuk kebutuhan cerita, tetapi berkembang melalui interaksi dan berbagai momen yang mereka lalui bersama.Yang menarik, kekuatan akting film ini tidak hanya berasal dari pemeran utamanya. Para pemain pendukung seperti Aming, Dewi Irawan, Alex Abbad, dan Marthino Lio turut memberikan kontribusi besar terhadap atmosfer emosional film.Kehadiran mereka membuat cerita memiliki lapisan emosi yang lebih luas. Beberapa karakter pendukung bahkan mampu mencuri perhatian melalui ekspresi, dialog, maupun interaksi mereka dengan karakter lainnya.Unsur Drama & Komedi yang Berjalan SeimbangMeski membawa tema yang cukup emosional, Rumah Singgah tidak menjadikan dirinya sebagai film drama yang terus-menerus serius.Unsur komedi disisipkan di beberapa bagian dengan cukup baik sehingga film tidak terasa berat ataupun membosankan. Momen-momen ringan tersebut memberikan jeda dari konflik emosional yang sedang berlangsung.Perpaduan antara drama dan komedi ini menjadi salah satu alasan mengapa film tetap terasa nyaman untuk diikuti. Ketika cerita mulai membawa penonton ke situasi yang emosional, humor hadir untuk memberikan sedikit ruang bernapas sebelum cerita kembali membawa penonton kepada konflik utamanya.Keseimbangan tersebut juga terasa penting karena tema yang diangkat sebenarnya cukup sensitif dan emosional. Dengan adanya komedi, film tidak terasa terlalu melodramatis.Punya Sinematografi Yang Cukup BagusDari sisi visual, Rumah Singgah memiliki sinematografi yang cukup baik dalam mendukung suasana cerita. Pengambilan gambar tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi turut membantu membangun atmosfer emosional di beberapa adegan.Salah satu bagian yang cukup menarik adalah scene origami. Adegan tersebut memiliki nilai visual sekaligus emosional yang kuat. Origami yang secara sederhana merupakan aktivitas melipat kertas dapat terasa memiliki makna lebih besar ketika ditempatkan dalam konteks cerita.Visual pada bagian tersebut menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa Rumah Singgah tidak hanya ingin bercerita melalui dialog. Ada beberapa hal yang disampaikan melalui gambar, gestur, serta objek yang digunakan oleh karakter.Keluarga Bukan Hanya Tentang Ikatan DarahRumah Singgah bukan hanya film mengenai para pasien dan tempat mereka tinggal sementara. Film ini berbicara tentang bagaimana manusia bisa menemukan keluarga di tempat yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.Keluarga dalam film ini tidak selalu hadir melalui hubungan darah. Ia dapat terbentuk melalui persahabatan, kepedulian, kasih sayang, dan keberanian untuk hadir bagi seseorang ketika mereka sedang berada di titik terendah.Film ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Di balik seseorang yang terlihat kuat, bisa saja terdapat perjuangan yang sangat berat. Karena itu, sedikit perhatian dan kepedulian dari orang lain terkadang bisa memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.KesimpulanSecara keseluruhan, Rumah Singgah merupakan film drama yang berhasil menggabungkan cerita emosional, persahabatan, keluarga, cinta, serta komedi dengan cukup baik. Keputusan untuk memberikan cerita kepada hampir setiap karakter membuat dunia film terasa lebih luas dan membuat penonton memiliki kesempatan untuk memahami perjalanan masing-masing tokoh.Akting dan chemistry para pemain juga menjadi kekuatan utama, ditambah dengan sinematografi yang cukup menarik, mRumah Singgah mampu memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh.Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa rumah tidak selalu berarti tempat untuk kembali. Terkadang, rumah adalah tempat di mana kita menemukan orang-orang yang membuat kita kembali memiliki alasan untuk berharap.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bergenre drama, persahabatan, dan keluarga , film ini bisa jadi tonton wajib buat kalian.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
Spider-Man: Brand New Day  Kembalinya Peter Parker yang Lebih Dewasa, Emosional, dan Penuh Misteri
MOVIE
4.5

Spider-Man: Brand New Day Kembalinya Peter Parker yang Lebih Dewasa, Emosional, dan Penuh Misteri

Setelah sukses besar trilogi Spider-Man sebelumnya yang disutradarai oleh Jon Watts, kini tongkat estafet diberikan kepada sutradara baru, Destin Daniel Cretton, yang sebelumnya dikenal lewat film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (2021). Bersama naskah yang ditulis oleh Chris McKenna, Erik Sommers, dan Stan Lee, Spider-Man: Brand New Day (2026) hadir sebagai babak baru dalam perjalanan Peter Parker versi Tom Holland.Setelah penantian selama lima tahun sejak Spider-Man: No Way Home (2021), film keempat ini berhasil menjawab rasa rindu para penggemar dengan menghadirkan kisah yang lebih dewasa, emosional, sekaligus penuh kejutan. Film ini masih dibintangi oleh Tom Holland sebagai Peter Parker/Spider-Man, Zendaya sebagai MJ, dan Jacob Batalon sebagai Ned Leeds.Konflik Peter Parker yang Sangat Relate dengan PenontonSalah satu kekuatan terbesar Spider-Man: Brand New Day terletak pada bagaimana Destin Daniel Cretton dan para penulis mampu membangun cerita yang terasa sangat dekat dengan kehidupan penonton. Film ini tidak hanya berbicara tentang seorang pahlawan super yang menyelamatkan kota, tetapi juga tentang pergulatan batin seorang pemuda yang berusaha menemukan jati dirinya.Konflik internal Peter Parker menjadi inti utama cerita. Beban sebagai Spider-Man, rasa kehilangan, serta perjuangannya untuk menjalani kehidupan normal membuat karakter Peter terasa semakin manusiawi. Hubungannya dengan MJ juga digambarkan dengan sangat emosional, memperlihatkan bagaimana cinta bisa menjadi sumber kekuatan sekaligus luka yang mendalam.Di sisi lain, persahabatan Peter dengan Ned kembali menjadi elemen penting yang memberikan sentuhan hangat di tengah berbagai konflik besar yang terjadi. Dinamika ketiganya terasa begitu natural hingga penonton benar-benar dapat merasakan apa yang sedang dirasakan Peter Parker sepanjang film.Penampilan Para Pemain yang Semakin MatangTom Holland kembali membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang tepat untuk memerankan Peter Parker. Penampilannya dalam film ini terasa jauh lebih dewasa dibandingkan trilogi sebelumnya. Ia mampu menampilkan sisi rapuh, kebingungan, hingga keberanian Peter dengan sangat meyakinkan.Zendaya juga tampil luar biasa sebagai MJ. Karakternya kini memiliki kedalaman emosi yang lebih kuat, sementara chemistry antara dirinya dan Tom Holland kembali menjadi salah satu aspek terbaik dalam film ini.Tak kalah menarik, Jacob Batalon sebagai Ned Leeds berhasil memberikan keseimbangan antara humor dan drama. Interaksi antara Tom Holland, Zendaya, dan Jacob Batalon menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa begitu hidup. Chemistry mereka benar-benar membuat penonton seolah ikut terlibat dalam perjalanan emosional Peter Parker.Sementara itu, kehadiran Jon Bernthal sebagai Frank Castle/Punisher dan Florence Pugh sebagai Yelena Belova memberikan warna baru yang menarik. Kedua karakter tersebut membawa nuansa yang lebih gelap sekaligus memperluas dunia Spider-Man ke arah yang lebih besar.Visual Spektakuler & Nuansa Komik yang KentalDari segi sinematografi dan efek visual, Spider-Man: Brand New Day berhasil menghadirkan pengalaman yang memanjakan mata. Adegan-adegan swing melintasi gedung-gedung New York dibuat dengan sangat dinamis dan imersif, membuat penonton seolah ikut terbang bersama Spider-Man.Destin Daniel Cretton juga berhasil memasukkan banyak elemen yang terinspirasi dari komik klasik Spider-Man, baik dari segi visual, desain adegan, maupun detail-detail kecil yang akan disukai oleh para penggemar lama.Penggunaan warna, pencahayaan, serta pengambilan gambar dalam berbagai adegan aksi membuat film ini memiliki identitas visual yang kuat dan berbeda dari film-film Spider-Man sebelumnya.Pertarungan Akhir yang Sangat EpikSeperti film MCU pada umumnya, Spider-Man: Brand New Day menghadirkan banyak adegan aksi spektakuler sepanjang durasinya. Memang, beberapa adegan pertarungan terasa familiar dengan formula khas Marvel Studios.Namun, Destin Daniel Cretton berhasil membayar semuanya melalui pertarungan terakhir yang benar-benar epik dan berkesan. Koreografi pertarungan, tensi emosional, serta taruhan besar yang dipertaruhkan dalam adegan tersebut menjadikannya sebagai salah satu klimaks terbaik dalam sejarah film Spider-Man versi Tom Holland.Adegan final ini bukan hanya sekadar pertarungan fisik, tetapi juga menjadi puncak dari perjalanan emosional Peter Parker yang telah dibangun sejak awal film.Debut Sadie Sink sebagai Jean Grey yang MenjanjikanSalah satu kejutan terbesar dalam film ini adalah kemunculan Sadie Sink sebagai Jean Grey. Karakter tersebut diperkenalkan dengan sangat baik dan tidak terasa dipaksakan masuk ke dalam cerita.Meski porsinya belum terlalu besar, kehadiran Jean Grey membuka banyak kemungkinan baru bagi masa depan Marvel Cinematic Universe. Penyebutan nama Jean Grey dalam film ini seolah menjadi sinyal bahwa semesta Spider-Man perlahan mulai terhubung dengan dunia X-Men.Jika benar arah tersebut yang ingin diambil Marvel Studios, maka Spider-Man: Brand New Day bisa menjadi titik awal dari pertemuan besar antara Spider-Man dan para mutan di masa depan.Adegan Post-Credits yang Wajib DitungguUntuk para penggemar Marvel, bertahan hingga lampu bioskop menyala adalah sebuah kewajiban, dan Spider-Man: Brand New Day membuktikan hal tersebut.Film ini menghadirkan adegan post-credits yang memang singkat, tetapi dipenuhi teka-teki yang memancing banyak teori. Tanpa memberikan terlalu banyak jawaban, adegan tersebut justru meninggalkan rasa penasaran yang besar mengenai masa depan Marvel Cinematic Universe.Banyak petunjuk yang mengarah pada kemungkinan keterkaitan film ini dengan Avengers: Doomsday (2026), membuat para penggemar semakin tidak sabar menantikan kelanjutan kisahnya.KesimpulanSpider-Man: Brand New Day bukan hanya menjadi film superhero biasa, tetapi juga sebuah kisah tentang kehilangan, persahabatan, cinta, dan pencarian jati diri. Setelah menunggu selama lima tahun, film ini berhasil menghadirkan cerita yang relatable, penampilan para pemain yang semakin matang, visual yang memukau, pertarungan klimaks yang spektakuler, serta pengalaman yang emosional sekaligus menghibur.Spider-Man: Brand New Day berhasil membuktikan bahwa perjalanan Peter Parker masih jauh dari kata selesai, dan masa depan Spider-Man di Marvel Cinematic Universe tampak semakin menarik untuk diikuti.Untuk SOBAT KTF penggemar MCU, film ini layak menjadi salah satu film superhero terbaik tahun 2026.

Rahmadandi Desky Prayuda 06 Aug 2026
VIDEO
LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA
MOVIE
3.5

LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA

Horor Bernuansa Legenda yang Menghadirkan Dendam, Luka, dan Teror dari Masa LaluSinopsis : Ketika Masa Lalu Menolak untuk DilupakanLastri: Arwah Kembang Desa membawa penonton ke sebuah desa yang tampak tenang, tetapi menyimpan sejarah kelam yang tak pernah benar-benar terkubur. Berawal dari serangkaian kejadian ganjil yang mengusik kehidupan warga, perlahan terungkap sebuah tragedi puluhan tahun silam yang melibatkan seorang perempuan bernama Lastri.Lastri dikenal sebagai perempuan baik hati dan cantik yang menjadi kebanggaan desanya. Namun, kehidupan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk ketika fitnah, kecemburuan, dan kepentingan orang-orang di sekitarnya menghancurkan masa depannya. Sejak saat itu, nama Lastri berubah menjadi legenda yang terus menghantui desa dan menjadi simbol dendam yang belum menemukan akhir.Alur Cerita: Misteri yang Dibangun PerlahanFilm ini tidak terburu-buru memperlihatkan seluruh misterinya. Penonton diajak mengikuti potongan demi potongan peristiwa yang perlahan menyusun gambaran utuh tentang tragedi Lastri.Pendekatan seperti ini membuat rasa penasaran terus terjaga. Setiap babak menghadirkan informasi baru yang mengubah sudut pandang penonton terhadap karakter maupun konflik. Ketika fakta-fakta mulai terungkap, film memperlihatkan bahwa akar teror bukan sekadar kehadiran makhluk gaib, melainkan kesalahan manusia yang terus menghantui generasi berikutnya.Tempo yang perlahan memang membutuhkan kesabaran, tetapi justru memberi ruang bagi penonton untuk memahami hubungan emosional antar karakter sebelum memasuki puncak konflik.Naskah: Horor yang Dibangun Lewat Drama ManusiaSalah satu kekuatan utama film ini ada pada naskahnya. Cerita tidak hanya berbicara mengenai arwah penasaran, tetapi juga mengenai bagaimana fitnah dapat menghancurkan hidup seseorang.Konflik yang muncul terasa relevan karena berasal dari sifat-sifat manusia seperti iri hati, ambisi, dendam, dan ketamakan. Film ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang didorong oleh ego mampu melahirkan tragedi besar yang dampaknya bertahan selama puluhan tahun.Pendekatan tersebut membuat unsur horor terasa lebih bermakna. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan akibat dari kebencian dan ketidakadilan.Pendalaman Karakter: Setiap Tokoh Memiliki PerannyaLastri menjadi pusat dari seluruh cerita. Karakternya berkembang dari sosok perempuan yang penuh harapan menjadi simbol penderitaan dan dendam. Perjalanan emosionalnya menjadi inti yang menggerakkan seluruh konflik dalam film.Karakter-karakter pendukung juga memiliki fungsi yang jelas. Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi menjadi penyebab sekaligus korban dari keputusan-keputusan yang mereka ambil sendiri. Hubungan antar tokoh terasa saling berkaitan sehingga konflik berkembang secara alami.Inilah yang membuat cerita memiliki dimensi emosional yang cukup kuat dibandingkan film horor yang hanya berfokus pada teror.Akting: Emosi Menjadi Senjata TerbesarPara pemain berhasil membangun emosi yang dibutuhkan cerita. Adegan-adegan dramatis terasa lebih menonjol karena dimainkan dengan intensitas yang tepat.Sosok Lastri tampil sebagai karakter yang mampu mengundang simpati sekaligus menghadirkan rasa takut ketika terornya mulai muncul. Sementara para karakter lain berhasil memperlihatkan konflik batin, rasa bersalah, hingga kepanikan yang semakin memperkuat atmosfer cerita.Chemistry antarpemain juga menjadi salah satu nilai tambah karena hubungan mereka terasa meyakinkan sejak awal hingga akhir film.Atmosfer Horor: Teror yang Tidak Bergantung pada JumpscareFilm ini lebih memilih membangun rasa tidak nyaman daripada mengejutkan penonton setiap beberapa menit.Suasana desa yang sunyi, rumah-rumah tua, area pemakaman, hingga lokasi tambang menjadi elemen visual yang memperkuat nuansa mistis. Tata suara juga berperan besar dalam menciptakan ketegangan. Bahkan ketika tidak ada penampakan, penonton tetap dibuat merasa waswas karena atmosfer yang berhasil dibangun.Pendekatan seperti ini membuat horor terasa lebih matang dan tidak cepat terlupakan.Visual dan Sinematografi: Keindahan yang Menyimpan KengerianDari sisi visual, film ini menampilkan sinematografi yang mampu memanfaatkan lanskap pedesaan sebagai bagian dari cerita.Komposisi gambar, pencahayaan yang redup, serta penggunaan kabut dan ruang kosong berhasil menghadirkan kesan mencekam tanpa harus berlebihan. Tata artistik juga cukup meyakinkan dalam menggambarkan latar waktu sehingga dunia yang dibangun terasa hidup.Visual tidak hanya menjadi pemanis, tetapi benar-benar membantu memperkuat narasi.Pesan Moral: Luka yang Berasal dari ManusiaDi balik seluruh terornya, Lastri: Arwah Kembang Desa menyampaikan pesan bahwa kebencian, fitnah, dan ketidakadilan sering kali menjadi awal dari sebuah tragedi.Film ini menunjukkan bahwa tindakan manusia dapat meninggalkan luka yang begitu dalam hingga seolah terus hidup dari generasi ke generasi. Horor di sini bukan hanya tentang arwah, melainkan tentang rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar selesai.Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa lebih emosional dibandingkan kebanyakan film horor lokal.Kelebihan FilmFilm berhasil membangun atmosfer yang konsisten sejak awal hingga akhir. Ceritanya memiliki fondasi drama yang kuat sehingga konflik terasa lebih bermakna. Penampilan para pemain mendukung perkembangan karakter, sementara sinematografi dan tata suara mampu memperkuat nuansa horor tanpa bergantung pada efek kejut semata.Kekurangan FilmBeberapa bagian memiliki ritme yang cenderung lambat, terutama pada babak awal ketika film masih memperkenalkan karakter dan konflik. Selain itu, sebagian alur masih mengikuti formula horor yang cukup familiar sehingga beberapa kejutan dapat diprediksi oleh penonton yang sudah sering menikmati film horor Indonesia.KesimpulanLastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar film tentang arwah penasaran, tetapi juga kisah tragis mengenai fitnah, pengkhianatan, dan konsekuensi dari dosa masa lalu. Dengan perpaduan drama yang kuat, atmosfer mencekam, visual yang menarik, serta karakter yang memiliki kedalaman emosi, film ini menawarkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar menakutkan.Bagi pencinta horor dengan cerita yang memiliki makna dan konflik emosional, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar film horor Indonesia tahun 2026 ini.

Admin 11 Jul 2026
Ketika Mimpi, Konflik, & Harapan Menjadi Potret Perjuangan Anak Bali Mengejar Asa Ke AC Milan Italia Di Film Forza
NEWS

Ketika Mimpi, Konflik, & Harapan Menjadi Potret Perjuangan Anak Bali Mengejar Asa Ke AC Milan Italia Di Film Forza

Jakarta, 26 Agustus 2026 — RIVA Studios bekerja sama dengan Adhya Pictures, telah merilis teaser trailer resmi FORZA, sebuah drama keluarga orisinal bertema sepak bola yang akan segera tayang di bioskop Indonesia. Penayangan internasional akan dimulai pada awal 2027.Dengan pengambilan gambar yang dilakukan di Indonesia dan Italia, film ini merupakan film layar lebar perdana RIVA Studios sekaligus menandai debut penyutradaraan Marco Balsamo, yang juga bertindak sebagai penulis.Film ini mengikuti kisah Bima, yang diperankan oleh pendatang baru Ghazi Alhabsyi, seorang anak berusia 11 tahun dari kawasan berkekurangan di Bali. Ia bermimpi menjadi pesepak bola profesional agar dapat membantu keluarganya keluar dari kemiskinan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi mereka.Perjalanan Bima bersinggungan dengan Marco Cagliostro, seorang pesepak bola profesional yang mendekati penghujung kariernya, diperankan oleh Balsamo. Pertemuan tersebut membuka pintu yang sebelumnya tampak mustahil: kesempatan untuk pergi ke Italia danMilan mengikuti seleksi di akademi muda klub raksasa Serie A, AC Milan.Keluarga Bima menjadi pendorong utama ambisinya. Ketika kesempatan yang dapat mengubah hidup itu semakin dekat, perjalanan Bima menguji apakah kerja keras dan tekad mampu mengatasi kemiskinan, tekanan sosial, dan ketidakpastian.“Lewat FORZA, saya ingin menceritakan kisah yang mengangkat kekuatan jiwa manusia. Mimpi Bima lebih besar daripada sepak bola. Mimpi itu adalah tentang menciptakan masa depan yang lebih baik bagi keluarganya. Perjalanannya dibentuk oleh kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan, serta keberanian untuk terus melangkah ketika kenyataan seolah berkata tidak.Kisah ini berakar di Indonesia, tetapi harapan yang menjadi intinya bersifat universal,” ujar Marco Balsamo.Jajaran pemeran film ini meliputi Atiqah Hasiholan sebagai Indah, Yoriko Angeline sebagai Dewi, Arie Kriting sebagai Heri, Tio Pakusadewo sebagai Arief, dan Rifnu Wikana sebagai Soleh, bersama Oka Antara dan Ruth Marini. Ghazi Alhabsyi, Tara Sibel, dan Lodovico Costacurta melakoni debut film mereka. Tak hanya itu, film ini juga mengajak mantan bek AC. Milan dan tim nasional Italia, Alessandro Costacurta, untuk bergabung dalam jajaran pemeran.“FORZA bercerita tentang keluarga, hubungan antarmanusia, dan kekuatan sepak bola untuk menyatukan orang-orang,” ujar Tara Sibel Demren, produser sekaligus salah satu pendiri RIVA Studios. “Sepak bola adalah bahasa bersama yang melampaui batas negara, budaya, dan generasi. Pada intinya, film ini berbicara tentang menemukan rasa memiliki melalui gairah yang menyatukan kita.”Adhya Pictures juga mendistribusikan FORZA di Indonesia. Penayangan perdana film ini di Indonesia menjadi bentuk penghormatan terhadap sebuah kisah yang dibangun di atas talenta, bahasa, dan lanskap Indonesia. Penjualan internasional dan mitra distribusi untuk wilayah lainnya akan diumumkan menjelang penayangan global.Saksikan teaser trailer FORZA dan ikuti kabar terbarunya melalui akun Instagram resmi @forzathemovie, @adhyapictures, dan @riva.studios, serta akun TikTok @forzathemovie dan @adhyapictures.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!
NEWS

Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!

Nama Amy Search lekat dengan perjalanan musik rock Malaysia yang pernah memiliki banyak penggemar di Indonesia. Lagu “Isabella” yang dibawakannya bersama grup Search menjadi salah satu lagu Malaysia yang populer di Indonesia pada awal 1990-an. Kini, perhatian datang melalui putri sulungnya, Nabila Huda, yang membintangi drama Cela.Drama thriller psikologis yang juga sudah tayang di Viu Indonesia tersebut menempati posisi pertama di Viu Malaysia dalam waktu kurang dari satu minggu setelah mulai tayang pada 20 Agustus 2026. Cela sekaligus berada di atas sejumlah tayangan Korea di platform tersebut.Dikutip dari Malay Mail, Cela mengungguli Running Man 2026, Dream to You, dan The Affair Was Just the Beginning. Perhatian terhadap Cela tidak berhenti pada platform streaming. Konten mengenai drama tersebut mencatatkan hampir 50 juta tayangan di media sosial dalam waktu kurang dari satu minggu. Angka itu merupakan akumulasi tayangan konten terkait Cela, seperti trailer, cuplikan adegan, dan materi promosi, bukan jumlah penayangan episode lengkapnya.Keberhasilan Cela juga membuat produksi lokal menempati dua posisi teratas di Viu Malaysia. Posisi kedua diduduki Cinta Dalam Sekam, drama Malaysia lain yang diproduksi Global Film Station. Pencapaian ini memperlihatkan kemampuan cerita lokal bersaing dengan tayangan Korea di pasar streaming Malaysia.Nabila Huda membawa karakter yang berbedaBagi penonton Indonesia, Nabila Huda mungkin belum sepopuler ayahnya. Namun, ia telah membangun karier aktingnya sendiri selama lebih dari dua dekade. Nabila merupakan putri sulung Amy Search. Dalam Cela, Nabila memerankan Dato’ Anees, perempuan kaya, berpengaruh, dan sulit ditebak. Penampilannya jauh dari figur pelindung yang terlihat pada awal cerita. Di balik perhatian yang diberikannya kepada Kaer, Anees menyimpan kepentingan dan rahasia yang berkaitan dengan tragedi keluarga pemuda tersebut.Lawan mainnya adalah Hun Haqeem, yang memerankan Kaer, siswa sekolah menengah yang hidupnya berubah setelah kematian sang ayah. Kaer dan ibunya yang sedang mengalami depresi kemudian ditampung oleh pasangan kaya Dato’ Arshad dan Dato’ Anees.Dalam masa duka, Kaer melihat Anees sebagai seseorang yang memahami dan memberinya tempat untuk bersandar. Perhatian tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang sulit ia pahami. Kaer tidak segera menyadari bahwa hubungan mereka dibentuk oleh ketimpangan kekuasaan dan permainan psikologis. Situasinya berubah ketika Kaer menemukan bahwa Anees memiliki hubungan dengan tragedi yang menghancurkan keluarganya. Pemuda itu kemudian terjebak di antara perasaannya, pengkhianatan yang baru diketahui, dan keinginan mengungkap kebenaran.Bukan sekadar romansa beda usiaPerbedaan usia antara kedua pemeran dan sejumlah adegan dalam trailernya memang menarik perhatian. Namun, Cela tidak hanya menawarkan romansa terlarang antara perempuan dewasa dan laki-laki muda. Hubungan Anees dan Kaer menjadi pintu masuk untuk memperlihatkan bagaimana seseorang yang sedang berduka dapat menjadi rentan terhadap perhatian dari orang yang lebih berkuasa. Anees tidak hanya memiliki usia dan pengalaman lebih banyak. Ia juga mempunyai uang, status, serta kendali atas tempat tinggal Kaer dan ibunya. Perpaduan duka keluarga, manipulasi, obsesi, cinta terlarang, dan pembalasan membuat Cela bergerak lebih gelap daripada drama romantis biasa. Penonton bukan hanya diajak mempertanyakan perasaan Kaer terhadap Anees, tetapi juga mencari tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.Selain Nabila Huda dan Hun Haqeem, Cela dibintangi Zarif Ghazzi, Datuk Seri Eizlan Yusof, Lisdawati, Zain Saidin, dan Ellyza Azizi. Serial sepanjang 12 episode ini disutradarai Feroz Kader dan ditulis Liza Nur. Cela dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia. Episode baru hadir setiap Kamis dan Jumat.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026