Logo KTF KupasTuntasFilm

Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Film Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026 di bioskop!

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films mempersembahkan film yang akan menyegarkan perfilman Indonesia lewat film berjudul Pasukan 1000 Janda, yang dikemas dengan genre historical fantasy action. Film ini akan mengikuti kisah Laksamana Malahayati dari Aceh, bersama pasukan Inong Balee, yang dengan berani melawan para penjajah.

Dalam trailer terbaru yang dirilis, Pasukan 1000 Janda menampilkan pertempuran epik para perempuan bersenjatakan rencong dan ilmu beladiri, menghadapi armada kapal perang Belanda dengan meriam.

Kita diajak untuk melihat dunia Aceh di masa lampau, yang diterjemahkan dari kisah perang di atas kapal, di tengah ombak laut, dan pertarungan pedang penuh ketegangan. Film Pasukan 1000 Janda menjanjikan pengalaman visual kolosal nan epik yang akan membawa penonton masuk ke dunia sejarah lewat pengalaman sinematik yang imersif dan menghibur. Poster film Pasukan 1000 Janda turut melengkapi nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh yang mengikuti Laksamana perempuan pertama di dunia, Malahayati, bersama pasukan perempuan Inong Balee, yang kehilangan suami mereka.

“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar sutradara Archie Hekagery.

Disutradarai Archie Hekagery, film ini diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.

Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.

Bagi Atiqah Hasiholan, Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee mencerminkan bahwa sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Semangat Laksamana Malahayati dan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.

Nilai tentang perempuan yang berani memimpin, mengambil keputusan dan menentukan hidupnya sendiri tetap relevan dengan perempuan Indonesia hari ini.

“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang,” ujar Atiqah Hasiholan.

Sementara itu, Tasha Siahaan, yang memerankan Dahlia, salah satu pasukan Inong Balee, menambahkan, Pasukan 1000 Janda juga memberinya banyak hal baru.

Termasuk belajar aksen dialek Aceh, belajar koreografi action, hingga mempelajari sejarah perjuangan perempuan.

“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam.

Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar,” ujar Tasha Siahaan.

Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.

Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

More Recommendations

Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius  Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!
NEWS

Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!

iQIYI merilis trailer perdana series iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, yang mengangkat realitas di balik manisnya hubungan couple goals.Jakarta, 10 September 2026 — iQIYI resmi merilis trailer perdana iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, original series Indonesia terbaru yang memadukan drama percintaan, perselingkuhan dan kompleksnya hubungan keluarga. Bekerjasama dengan rumah produksi RRK Pictures & Unlimited Production, series ini mengangkat kisah pasangan selebritis yang selama ini dipandang sebagai couple goals dengan kehidupan rumah tangga yang tampak ideal. Namun, di balik sorotan dan citra sempurna yang mereka tampilkan, tersimpan rahasia, kebohongan, serta persoalan lain yang perlahan menguji hubungan dan keluarga mereka.Melalui trailer iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, penonton diajak menyingkap kilasan keretakan kehidupan rumah tangga Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Demi mempertahankan keutuhan keluarga sekaligus reputasi mereka di mata publik, keduanya mempertimbangkan sebuah jalan pintas yang tak biasa: open marriage. Keputusan tersebut pun menyisakan tanda tanya bagi penonton: mampukah open marriage menyelamatkan rumah tangga Duta dan Citra atau justru memicu konflik yang jauh lebih besar?“Dibandingkan kisah perselingkuhan pada umumnya, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta terasa berbeda karena hadir dengan cerita yang lebih kompleks, menggabungkan sorotan dunia selebriti, drama rumah tangga, hingga elemen misteri yang cukup kental.” ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI.Keretakan Hubungan yang Sempurna dan Unsur MisteriAda dua sisi cerita yang menjadi kekuatan utama series ini. Pertama, gambaran citra sempurna pasangan selebriti, seperti bagaimana sorotan publik, dan ekspektasi sosial memaksa Duta dan Citra terus mempertahankan topeng kebahagiaan meski hubungan mereka retak dari dalam. Kedua, sisi hubungan yang penuh skandal, kesepakatan open marriage dan perselingkuhan yang perlahan berkembang menjadi bom waktu, membawa cerita ke arah yang lebih gelap dan tak terduga.Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dapat mengubah dinamika pernikahan mereka. Duta diam-diam menjalin hubungan dengan Vania (Shania Gracia), sementara Citra perlahan mulai dekat Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dengan Denis (Ciccio Manassero), sosok pria menawan yang hadir di tengah kerumitan hidupnya. Untuk menyelamatkan masalah rumah tangganya, Citra mengajukan sebuah solusi yang mengaburkan batas kesetiaan dan kebebasan dalam pernikahan kepada Duta.Kehadiran Shania Gracia dan Ciccio Manassero turut menambah warna baru pada dinamika series ini. Chemistry keduanya dengan para pemain utama membuat hubungan semakin kompleks, sekaligus membuka berbagai kemungkinan konflik baru. Seiring konflik perselingkuhan yang memanas, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta perlahan mengungkap elemen misteri yang berpotensi semakin mengguncang keluarga serta reputasi Duta dan Citra.Nantikan 10 episode dari iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta yang akan resmi tayang mulai 25 September 2026, hanya di iQIYI. Trailer perdana dan poster series ini dapat disaksikan melalui kanal media sosial resmi iQIYI Indonesia.

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
PENGABDI	SETAN	3:	ORIGIN	Memasuki	Tahap	Produksi, Siap	Tayang	di	Bioskop	2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar
NEWS

PENGABDI SETAN 3: ORIGIN Memasuki Tahap Produksi, Siap Tayang di Bioskop 2027 Bakal Jadi Produksi Paling Ambisius Dari Sutradara Joko Anwar

Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales AgentJakarta, 1 September 2026 – Rapi Films dan Come and See Pictures, bekerja sama dengan Sky Media dan Legacy Pictures, mengumumkan bahwa Pengabdi Setan 3: Origin, film terbaru dari semesta Pengabdi Setan yang ditulis dan disutradarai oleh Joko Anwar, resmi memasuki tahap produksi dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Barunson E&A, perusahaan hiburan Korea Selatan yang memproduksi film pemenang Academy Awards Parasite, bergabung sebagai international sales agent untuk film ini.Pengabdi Setan 3: Origin akan membawa penonton kembali memasuki semesta yang dimulai melalui Pengabdi Setan (2017) dan berlanjut dalam Pengabdi Setan 2: Communion (2022). Setelah berbagai misteri, petunjuk, dan pertanyaan yang tersisa dari dua film sebelumnya, babak baru ini akan membawa penonton semakin dekat dengan asal dari semua yang telah terjadi. Semua jawaban bermula di sini.“Sejak Pengabdi Setan pertama, cerita ini memang tidak pernah dirancang untuk selesai dalam satu film. Ada banyak hal yang sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan yang ditinggalkan untuk penonton. Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula,” ujar Joko Anwar, penulis dan sutradara Pengabdi Setan 3: Origin.Pengabdi Setan meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia pada 2017. Lima tahun kemudian, Pengabdi Setan 2: Communion memperluas dunia dan misteri yang diperkenalkan dalam film pertama, sekaligus meninggalkan lebih banyak pertanyaan mengenai sekte serta sosok-sosok yang selama ini berada di balik berbagai peristiwa dalam semesta Pengabdi Setan terutama Darminah dan Batara. Kini, Pengabdi Setan 3: Origin akan membuka bagian dari dunia tersebut yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Film ketiga ini akan membawa semesta Pengabdi Setan ke ruang, waktu, dan skala cerita yang lebih luas, sekaligus membawa penonton semakin dekat pada asal-usul misteri yang menghubungkan ketiga film.“Pengabdi Setan telah tumbuh jauh melampaui apa yang kami bayangkan. Penonton tidak hanya mengikuti ceritanya, tetapi juga terus membicarakan, mencari petunjuk, dan membangun berbagai teori tentang dunia di dalamnya. Pengabdi Setan 3: Origin menjadi babak yang sangat penting dari perjalanan tersebut,” ujar Sunil Samtani, produser Rapi Films.Melanjutkan perjalanan Pengabdi Setan di panggung internasional, Barunson E&A akan menangani international sales untuk Pengabdi Setan 3: Origin. Kemitraan ini melanjutkan kerja sama Barunson E&A dengan Come and See Pictures dalam membawa karya-karya mereka ke pasar dan penonton global.Informasi mengenai cerita, jajaran pemain, serta proses produksi Pengabdi Setan 3: Origin akan diumumkan secara bertahap.Ikuti perkembangan Pengabdi Setan 3: Origin melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Sep 2026
MUNAFIK : Melawan Iblis Horor Religi yang Sunyi, Mencekam, dan Penuh Perlawanan Batin!
MOVIE
3.0

MUNAFIK : Melawan Iblis Horor Religi yang Sunyi, Mencekam, dan Penuh Perlawanan Batin!

Munafik: Melawan Iblis hadir sebagai film horor religi yang membawa kembali salah satu cerita horor populer asal Malaysia ke layar lebar Indonesia. Film ini digarap oleh Angger Yudha Setiawan dan Guntur Soeharjanto, dengan skenario yang ditulis oleh M. Ali Ghifari dan Syamsul Yusof.Sebagai sebuah remake dari film yang berasal dari Malaysia, Munafik: Melawan Iblis memiliki tantangan tersendiri. Film tidak hanya dituntut untuk menghadirkan kembali elemen-elemen yang sudah dikenal oleh penggemar versi aslinya, tetapi juga harus mampu memberikan pengalaman yang tetap terasa relevan bagi penonton Indonesia. Untungnya, film ini cukup berhasil menjalankan tugas tersebut.Alur yang Sederhana tetapi Cukup KuatSalah satu hal yang membuat Munafik: Melawan Iblis menarik adalah bagaimana film ini membangun ceritanya dengan alur yang relatif sederhana, tetapi tetap mampu memberikan rasa penasaran.Film tidak mencoba memasukkan terlalu banyak konflik secara bersamaan. Cerita lebih banyak diarahkan pada perjalanan karakter dalam menghadapi gangguan supernatural sekaligus pergulatan batin yang mereka alami.Pendekatan tersebut membuat film terasa cukup mudah untuk diikuti. Penonton tidak dibuat terlalu sibuk memahami berbagai macam aturan dunia supernatural yang rumit. Sebaliknya, fokus utama tetap berada pada karakter, konflik spiritual, serta bagaimana manusia menghadapi sesuatu yang berada di luar kemampuan mereka. Sebagai sebuah remake, film ini juga masih mempertahankan identitas utama Munafik sebagai horor religi. Namun, sentuhan produksi Indonesia membuat film memiliki karakter tersendiri sehingga tidak sekadar terasa seperti memindahkan cerita dari satu negara ke negara lainnya.Akting Para Pemain yang Apik dan TotalKekuatan lain dari film ini terletak pada jajaran pemainnya.Arya Saloka sebagai Ustad Adam mampu memberikan penampilan yang meyakinkan sebagai sosok yang harus berhadapan dengan konflik spiritual sekaligus persoalan dalam dirinya sendiri. Karakternya tidak hanya dituntut untuk tampil sebagai seorang tokoh agama yang kuat, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki ketakutan, keraguan, dan kelemahan.Sementara itu, Acha Septriasa memberikan performa yang cukup emosional sebagai Fitri. Ekspresi, gestur, dan perubahan emosinya mampu membuat karakter tersebut terasa hidup.Dimas Aditya juga tampil solid sebagai Ustad Anwar. Kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam dinamika cerita, terutama ketika film mulai mempertemukan persoalan agama, kepercayaan, dan teror supernatural. Begitu pula dengan Muhammad Faqih Alaydrus, Donny Damara, Nova Eliza, dan Izabel Jahja yang masing-masing memberikan penampilan yang cukup total terhadap karakter mereka.Menariknya, akting dalam film ini tidak hanya mengandalkan adegan teriakan atau ekspresi ketakutan. Beberapa adegan justru terasa lebih efektif ketika para pemain menampilkan ketakutan melalui ekspresi wajah, tatapan, maupun gestur tubuh.Hal tersebut membuat teror terasa lebih manusiawi dan tidak berlebihan.Make Up Horor yang Tidak BerlebihanSalah satu keputusan yang patut diapresiasi dari Munafik: Melawan Iblis adalah penggunaan make up horornya.Film tidak terlalu bergantung pada tampilan wajah menyeramkan yang berlebihan. Karakter-karakter yang mengalami gangguan supernatural tidak selalu dibuat dengan visual yang ekstrem atau penuh efek khusus.Pendekatan seperti ini justru membuat beberapa momen terasa lebih meyakinkan.Horor tidak harus selalu memperlihatkan sosok dengan wajah mengerikan. Terkadang, ekspresi manusia yang terlihat tidak normal, perubahan gestur tubuh, atau kehadiran sosok dalam kondisi yang tidak seharusnya sudah cukup untuk membuat penonton merasa tidak nyaman. Film ini memahami hal tersebut dan menggunakan make up horor secara cukup terukur.Atmosfer Horor yang “Sunyi” dan MencekamJika ada satu elemen yang cukup menonjol dari Munafik: Melawan Iblis, atmosfer horornya adalah salah satunya.Alih-alih terus-menerus memberikan kejutan atau jumpscare, film lebih banyak memanfaatkan kesunyian untuk membangun ketegangan. Ruang kosong, suasana malam, pencahayaan yang minim, serta momen ketika karakter berada dalam keadaan sendirian menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa takut.Kesunyian tersebut justru membuat penonton merasa seperti sedang menunggu sesuatu terjadi.Dan ketika sebuah suara, gerakan, atau sosok akhirnya muncul, efeknya menjadi terasa lebih kuat karena ketegangan sudah dibangun sebelumnya.Pendekatan ini juga membuat horornya terasa lebih atmosferik. Penonton tidak hanya disuguhi sesuatu yang menakutkan secara visual, tetapi juga diajak merasakan ketidaknyamanan melalui suasana yang dibangun sepanjang film.Horor yang Tidak Hanya Berbicara Tentang IblisDi balik segala teror supernaturalnya, Munafik: Melawan Iblis sebenarnya membawa pembahasan yang lebih dalam mengenai manusia dan dirinya sendiri. Film tidak hanya menempatkan iblis sebagai sumber kejahatan yang harus dikalahkan. Konflik spiritual yang dihadirkan juga menjadi gambaran mengenai bagaimana manusia berhadapan dengan rasa takut, keraguan, dosa, kelemahan, dan berbagai sisi gelap dalam dirinya sendiri.Dari sinilah pesan moral film terasa cukup kuat:Kemenangan melawan iblis harus dimulai dari melawan diri sendiri.”Pesan tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam cerita.Sebab, sebelum manusia mampu menghadapi sesuatu yang berada di luar dirinya, mereka terlebih dahulu harus mampu mengalahkan ketakutan, kesombongan, keraguan, serta kelemahan yang ada di dalam diri. Dengan begitu, iblis dalam film ini tidak hanya dapat dimaknai sebagai sosok supernatural, tetapi juga sebagai simbol dari berbagai hal buruk yang dapat menguasai manusia ketika mereka kehilangan kendali atas dirinya sendiri.Remake yang Berhasil Memiliki Identitas SendiriSebagai film remake yang berasal dari Malaysia, Munafik: Melawan Iblis tentu akan selalu dibandingkan dengan versi aslinya.Namun, film ini cukup berhasil berdiri dengan identitasnya sendiri.Kekuatan utamanya bukan terletak pada usaha untuk membuat sesuatu yang sepenuhnya berbeda, melainkan bagaimana cerita yang sudah dikenal dapat dikemas kembali dengan pendekatan produksi dan karakter yang sesuai dengan penonton Indonesia.Hasilnya adalah sebuah film horor religi yang masih memiliki nuansa Munafik, tetapi tetap terasa sebagai film yang memiliki wajah baru.Kesimpulan Munafik: Melawan Iblis merupakan remake horor religi yang cukup berhasil menghadirkan cerita dengan alur yang menarik dan mudah diikuti. Film ini tidak hanya mengandalkan teror supernatural, tetapi juga memberikan ruang yang cukup besar untuk perkembangan karakter dan konflik batin. Film ini mengajak penonton melihat bahwa terkadang musuh terbesar manusia bukanlah sesuatu yang berada di luar dirinya, melainkan kelemahan yang ada di dalam dirinya sendiri.Untuk SOBAT KTF yang menyukai film bergenre Horor Religi & Supernatural, film ini cukup bagus dan sangat recommended untuk masuk ke watchlist kalian!

Rahmadandi Desky Prayuda 04 Sep 2026
VIDEO
Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar
NEWS

Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Dalam perhelatan konferensi pers yang riuh di Lippo Mall Nusantara, rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi meluncurkan paket lengkap promosi: revisi kedua Official Poster, Official Trailer, serta lagu orisinal resmi garapan Barasuara untuk film komedi drama GJLS: Berapi-Api.Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar SungguhanSesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton di area mal.Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh para tamu undangan.Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut PagarMateri official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. "Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen Rakelna.Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. “Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka.“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”Sutradara Monty Tiwa menambahkan, “GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga.”Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran LengkapEnergi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul “Api dan Mimpi” membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.Catat Tanggal Tayangnya!GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Saksikan Official Trailer resmi di kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan pantau terus kabar terbarunya melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!
NEWS

Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!

Laut Bercerita tayang mulai 29 Oktober 2026 di bioskop IndonesiaJakarta, 3 September 2026 — Film debut Pal8 Pictures, Laut Bercerita arahan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih untuk berkompetisi dalam program utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026). Dengan demikian, artinya film ini akan berkompetisi melawan berbagai film internasional lainnya untuk meraih penghargaan Film Terbaik (Best Film) di festival yang akan berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan.Penayangan film Laut Bercerita di BIFF 2026 ini sekaligus menjadi momen penayangan perdana (World Premiere), sebelum film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.“Busan International Film Festival adalah platform yang tepat untuk penonton pertama yang menyaksikan film ini. Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional. Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap,” ujar produser Gita Fara. “Busan adalah festival yang besar dan penting untuk perfilman Asia dan dunia. Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia. 19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.“Film-film Indonesia saat ini tersebar di seluruh dunia, bukti bahwa kisah-kisah dari Indonesia relevan secara global. Di sisi lain, kualitasnya semakin baik karena mampu disandingkan dengan film-film kelas dunia,” tambah Anggi.Tahun 2026 adalah BIFF edisi ke-31 dan merupakan satu-satunya festival film di Asia yang diakui sejajar dengan Cannes, Venesia, Berlin, Sundance, dan Toronto untuk memenuhi persyaratan masuk ke ajang Academy Awards.The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan perubahan peraturan untuk ajang Academy Awards ke-99 dengan memperluas jalur kelayakan untuk kategori Best International Feature Film. Dengan demikian, pemenang Best Film di BIFF dapat diajukan untuk dipertimbangkan di kategori Best International Feature Film, terpisah dari proses perwakilan resmi negara.Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori ini. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.Produser film ini adalah Gita Fara, Leila S.Chudori dan Budi Setyarso. Film ini diproduksi oleh Pal8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.Instagram : @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8picturesFacebook : Film Laut BerceritaThreads : @filmlautberceritaHashtag : #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
VIDEO
Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!
NEWS

Cerita Keluarga Indonesia Film Desember Jani akan World Premiere di Tokyo International Film Festival 2026!

Dari percakapan yang tertunda di rumah hingga panggung internasional, filmterbaru Palari Films membawa kisah empat perempuan dari tiga generasi ke Tokyo sebelum tayang di bioskop Indonesia 10 Desember 2026.Jakarta, Jumat , 2 Oktober 2026 - Film Desember Jani produksi Palari Films terpilih menggelar World Premiere di Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-39, 26 Oktober hingga 4 November 2026. Film panjang pertama sutradara Ariani Darmawan ini akan hadir dalam program kompetisi Asian Future, sebelum tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Desember 2026. Film Desember Jani akan diputar di Tokyo International Film Festival pada 27 Oktober 2206 pukul 17.10 dan pada 29 Oktober 2026 pukul 13.30 waktu setempat.Film ini bercerita tentang Jani (Chempa Puteri), 13 tahun, yang menunggu kakaknya, Julia (Hyori Mika), pulang setelah Julia pergi dari rumah tanpa pamit. Jani menyalahkan ibunya, Winnie (Sigi Wimala), ibu tunggal yang terus bekerja sebagai tulang punggung keluarga sambil menyimpan rasa bersalah. Tempat Jani merasa paling nyaman adalah Oma (Tutie Kirana), yang sehari-hari berjualan lumpia. Namun Jani menyimpan rahasia: ia tahu Julia baik-baik saja dan diam-diam masih berkomunikasi dengannya. Dalam empat hari di bulan Desember, pilihan Jani untuk tetap diam atau berterus terang mengantarkan empat perempuan dalam keluarga tersebut pada percakapan yang selama ini mereka hindari."Buat saya, yang menarik dari keluarga justru hal-hal kecil yang kita alami setiap hari. Ada rasa sayang, marah, kecewa, gengsi, tetapi kadang kita tidak tahu bagaimana cara mengatakan atau bahkan menghadapinya. Saya berharap penonton, di Tokyo maupun di Indonesia, bisa mengenali dan merasakan sebagian dari keluarga mereka sendiri di dalam keluarga Jani," ujar Ariani Darmawan.Ariani mengembangkan cerita ini selama tiga tahun bersama penulis dan penyair Cyntha Hariadi, setelah membaca kumpulan cerpen Cyntha, Manifesto Flora. Film ini menjadi skenario film panjang pertama Cyntha."Anak bisa merasa tidak didengar, sementara orang tua merasa semua yang dilakukannya adalah untuk keluarga. Keduanya bisa sama-sama menyayangi, tetapi tetap tidak saling memahami. Kami ingin mereka tidak menjadi karakter yang sepenuhnya benar atau salah," kata Cyntha Hariadi."Winnie sangat manusiawi buat saya. Dia sayang kepada anak-anaknya, tetapi rasa sayang tidak otomatis membuat seseorang selalu tahu cara yang paling tepat untuk menjadi ibu," ungkap Sigi Wimala.Sebelum Tokyo, proyek ini mengikuti Hong Kong Asia Film Financing Forum (HAF) pada Maret 2026."Sejak awal kami membuat Desember Jani untuk berbicara kepada penonton di sini, kepada anak, ibu, kakak, adik, dan keluarga yang mungkin pernah mengalami sulitnya memulai sebuah percakapan. Perjalanan ke Tokyo justru menunjukkan bahwa cerita yang sangat lokal juga bisa berbicara kepada penonton dari tempat yang berbeda," ujar produser Meiske Taurisia.Setelah Tokyo, perjalanan Desember Jani kembali ke rumah: bioskop Indonesia, mulai 10 Desember 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti
NEWS

Jangan Tertipu Image Couple Goals! iQIYI Original ‘Dalam Suka dan Dusta’ Ungkap Sisi Gelap di Balik Pernikahan Selebriti

Para pemeran series iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta berbagi pengalaman membangun chemistry antar pemain sekaligus mendalami karakter dengan pilihan dan konflik yang tidak sederhana.Jakarta, 24 September 2026 — iQIYI menggelar Gala Premiere iQIYI Original Dalam Suka Dan Dusta di CGV Pacific Place, Jakarta, yang dihadiri oleh jajaran pemeran utama: Acha Septriasa, Darius Sinathrya, Ciccio Manassero, dan Shania Gracia. Dalam Gala Premiere tersebut, para pemain membagikan cerita di balik layar mengenai chemistry, dinamika hubungan hingga tantangan mengeksplorasi karakter dengan sisi dan pilihan yang beragam pada series yang disutradarai Hanny Saputra ini.Dalam screening eksklusif dua episode pertama, iQIYI Original Dalam Suka Dan Dusta memperlihatkan bahwa kehidupan couple goals selebritas Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa) yang terlihat sempurna di depan layar, namun di belakang layar ternyata menyimpan konflik yang jauh lebih kompleks. Setelah perselingkuhan terungkap, keduanya mengambil keputusan yang tidak biasa, yaitu menjalani open marriage demi mempertahankan keluarga sekaligus citra mereka di depan publik.Alih-alih menyelesaikan masalah, keputusan tersebut justru membuat hubungan mereka semakin kacau.Duta Bikin Penonton Naik Darah, Citra Justru Mengundang SimpatiDua episode pertama dalam iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta langsung memberikan gambaran bahwa Duta bukan suami green flag seperti yang terlihat di depan layar. Justru sebaliknya, Duta kerap memainkan emosi Citra melalui gaslighting, manipulasi, dan guilt-tripping, membuat Citra terus mempertanyakan dirinya sekaligus merasa bersalah atas situasi hubungan mereka.Di sisi lain, Citra juga sedang berusaha untuk mempertahankan citranya sebagai artis papan atas panutan penggemar. Ia harus menghadapi tantangan di industri hiburan, termasuk gosip dan pemberitaan miring mengenai hubungannya dengan Duta yang berpotensi menghancurkan image Citra di hadapan publik.Kondisi tersebut membuat Citra menjadi karakter yang tidak hanya mengundang rasa gemas, tapi juga simpati dari penonton. Di satu sisi, penonton dibuat bertanya-tanya mengapa Citra masih bertahan dalam hubungan toxic dengan Duta. Namun di sisi lain, terlihat jelas bahwa ada banyak hal yang Citra pertaruhkan, dari pernikahan, anak, keluarga, hingga karirnya.Menariknya, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta juga menjadi pengalaman pertama Acha Septriasa membintangi series modern setelah sebelumnya lebih banyak dikenal melalui film. Menurut Acha, perbedaan proses kerja antara film dan series justru menjadi salah satu tantangan yang menarik dalam memerankan Citra.Waktu berdiskusi dengan Mas Hanny sebagai sutradara, saya baru menyadari bahwa proses mengerjakan film dan series ternyata cukup berbeda. Kalau di film, saya biasanya harus sudah memahami karakter dan latar belakang perjalanannya sejak awal. Di series karakter justru berkembang secara bertahap, layer demi layer. Jadi, saya juga tertantang untuk tidak langsung memahami Citra secara keseluruhan, tetapi benar-benar menemukan karakternya seiring cerita berjalan. Citra adalah karakter yang kompleks dengan berbagai keputusan yang mungkin tidak mudah dipahami penonton, jadi tantangan terbesar buat saya adalah memahami Citra tanpa menghakiminya,” ungkap Acha.Sementara itu, Darius Sinathrya mengaku justru menikmati tantangan memerankan Duta yang memiliki karakter sangat berbeda dari dirinya. “Saya suka banget sama karakter Duta. Dia tuh brengsek Bahkan kadang sebagai Darius saya ingin bilang, ‘Duta, jangan begitu lah, Bro.’ Tapi justru itu yang menantang!” kata Darius.Dari hari pertama syuting, Darius dan Acha berusaha membedah karakter Duta dan Citra bersama-sama, termasuk memahami background dan perjalanan mereka, supaya benar-benar tahu kenapa karakter ini mengambil keputusan tertentu. Setelah dibedah bersama, mereka jadi lebih clear seperti apa Duta dan Citra sebenarnya.Karakter Denis yang Membawa “Angin Segar” dan Vania yang Bikin Situasi MemanasDi tengah hubungan Duta dan Citra yang semakin retak, hadir Denis (Ciccio Manassero) yang membawa warna baru dalam kehidupan Citra. Sebagai sosok yang lebih muda dari Citra, Denis hadir dengan perhatian dan pendekatan yang membuat Citra nyaman, terutama ketika ia membutuhkan ruang untuk didengarkan tanpa dihakimi.Denis memang hadir untuk Citra di ruang-ruang ketika dia membutuhkan seseorang untuk mendengarkan dan tidak menghakiminya. Apalagi Denis lebih muda dari Citra, jadi tantangannya adalah bagaimana membuat hubungan mereka terasa natural. Yang menarik, di balik sosok Denis yang terlihat supportive dan green flag, ternyata ada banyak layer dalam dirinya yang cukup sulit saya pahami. Itu yang membuat karakter ini challenging untuk saya mainkan,” kata Ciccio.Sementara itu, Vania (Shania Gracia) hadir sebagai sosok yang ambisius dan berani mengejar apa yang diinginkannya. Karakter ini menjadi tantangan baru bagi Shania karena memiliki kepribadian yang jauh berbeda dari dirinya maupun citra yang selama ini dikenal publik.“Jujur, waktu pertama ditawari karakter Vania, saya sempat kaget dan bertanya-tanya apakah saya bisa membawakannya. Vania sangat berbeda dari diri saya dan image saya selama ini. Dia sangat ambisius, dan ketika mencintai seseorang, dia ingin orang tersebut menjadi miliknya sepenuhnya. Justru karena itu, saya merasa Vania menjadi tantangan baru buat saya dan banyak belajar dari Mas Hanny sebagai sutradara serta para cast senior selama prosesnya,” ucap Shania.Ketika Masalah Rumah Tangga Membuka Rahasia yang Lebih BesarIkhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI, menjelaskan bahwa iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta menghadirkan kisah unik dengan mengangkat tema yang masih jarang dieksplorasi di Indonesia.Konsep open marriage adalah hal yang tabu dan cenderung dihindari dalam percakapan, meskipun fenomena ini menjadi bagian dari dinamika hubungan di masyarakat modern. Di sisi lain, kami melihat besarnya ketertarikan masyarakat terhadap seluk-beluk kehidupan selebritas. Melalui iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, kami memadukan kedua fenomena sosial tersebut menjadi sebuah cerita yang kuat, relevan, dan penuh intrik,” ungkap Ikhsan.Ikhsan berharap series ini tidak hanya menghibur, tetapi juga dapat mengajak penonton melihat kompleksitas sebuah hubungan dari berbagai sudut pandang serta membuka ruang diskusi mengenai kepercayaan, komitmen, dan pilihan dalam kehidupan pernikahan.Jangan lewatkan bagaimana kisah Citra, Duta, Denis, dan Vania berkembang hingga berbagai rahasia mulai terungkap. Saksikan 10 episode iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta mulai 25 September 2026. Episode baru hadir setiap hari Jumat eksklusif di iQIYI.

Admin Kupas Tuntas Film 24 Sep 2026