Logo KTF KupasTuntasFilm

Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie & Series

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Dalam beberapa tahun terakhir Netflix telah dikenal sebagai rumah bagi kisah-kisah autentik dan unik asal Indonesia, mulai dari film box office, drama, sinetron, hingga judul-judul Netflix Originals yang tersedia di platform. Di sepanjang tahun 2026, Netflix berkomitmen untuk menyediakan lebih dari 100 konten lokal yang penuh keragaman, meliputi berbagai film drama dan sinetron yang amat digemari di Indonesia. Berbagai cerita ini begitu menarik untuk diikuti, dari drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga serial panjang dengan jalan cerita yang menggelitik untuk terus diikuti. Tonton semuanya di Netflix!

Tunggu Aku Sukses Nanti

Pemeran: Ardit Erwandha, Lulu Tobing, Ariyo Wahab

Credit : Netflix

Tunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu film box office dengan menarik lebih dari tiga juta penonton setelah tayang perdana di bioskop Indonesia pada April tahun ini. Film ini mengikuti kisah Arga yang senantiasa menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran setelah ia menganggur selama tiga tahun dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi yang semakin menekan dan berbagai masalah keluarga menuntut Arga bergegas mencari pekerjaan, demi keluar dari persoalan dan membanggakan keluarga saat acara kumpul Lebaran berikutnya.

Istri Satu Satunya

Pemeran: Clara Bernadeth, Bryan Mckenzie, Harris Vriza

Credit :Netflix

Soraya yang lama hidup sederhana bersama ibunya, Nina, tiba-tiba berhadapan dengan mantan suami Nina, Pierre, yang muncul dan membantu biaya pengobatan sang ibu. Merasa penasaran akan identitas pria tersebut, Soraya menyamar sebagai pekerja rumah tangga di rumah Pierre untuk mencari tahu cerita yang sebenarnya. Namun sebuah kejadian misterius kemudian membuat Soraya terseret dalam konflik keluarga, rebutan warisan, hingga misteri pembunuhan. Istri Satu-satunya bisa jadi pilihan sinetron terbaru untuk diikuti!

Na Willa

Pemeran: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi

Credit : Netflix

Diangkat dari buku tenar berjudul sama karangan Reda Gaudiamo, film ini mengikuti kisah Na Willa yang ceria dan hidup nyaman di rumahnya di Surabaya di era 1960-an. Dunia kecilnya terasa penuh keajaiban berkat permainan, kehadiran teman-teman, hingga berbagai petualangan yang dijalaninya. Namun hidup ternyata menghadirkan tantangan tak terduga saat ia mulai bersekolah dan ia harus berhadapan dengan teman-teman baru dan para guru yang tegas.

Agak Laen : Menyala Pantiku!

Pemeran: Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Oki Rengga

Credit : Netflix

Tayang perdana di bioskop sejak akhir November 2025, Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton. Film yang digarap oleh sutradara Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa ini merupakan sekuel dari film sukses Agak Laen (2024), yang berlatar di sebuah pasar malam. Kini barisan detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang berulang kali gagal menjalankan misi mendapatkan kesempatan terakhir, yaitu menyusup ke dalam sebuah panti jompo dan menyamar. Misi terbaru mereka adalah mencari buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Namun penyelidikan menjadi kekacauan sekaligus penuh kejadian humoris berkat kemampuan detektif mereka yang ala kadarnya. Sanggupkah mereka menangkap sang buron pada akhirnya?

Ayah,Ini Arahnya Kemana Ya?

Pemeran: Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi Sasono

Credit : Netflix

Dira tumbuh dalam keluarga dengan sosok ayah yang tak benar-benar hadir di antara mereka. Situasi bertambah rumit ketika ibu yang menyokong ekonomi keluarga terluka parah dalam sebuah insiden. Jeratan utang yang kemudian terbongkar dan hubungan renggang dengan sang ayah memaksa Dira dalam sekejap bertindak sebagai orang dewasa, memikul beban melampaui usianya dan berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.

Pelangi Di Mars

Pemeran: Messi Gusti,Lutesha, Meysha Lin

Credit : Netflix

Dengan latar masa depan saat Bumi mengalami krisis air, Pratiwi yang dikirim ke Mars untuk mencari mineral langka nan vital melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di planet tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Pelangi yang hidup di Mars bersama teman-teman robotnya bergegas mencari mineral tersebut untuk kelangsungan hidup Bumi.

Terikat Janji

Pemeran: Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy Chow

Sinetron populer ini menghadirkan kisah emosional dengan alur penuh konflik, dilema, dan pilihan sulit. Saat menghadapi konflik keluarga, rahasia masa lalu, serta sebuah ikatan janji, sepasang kekasih menghadapi tekanan ketika kepercayaan mulai terasa retak dan berbagai masalah muncul. Mereka dipaksa memilih antara mempertahankan cinta atau melepaskan satu sama lain. Konflik semakin memanas ketika berbagai masalah mulai menguji hubungan mereka.

Ipar Adalah Maut : The Series

Pemeran: Deva Mahenra, Tatjana Saphira, Nicole Parham

Credit : Netflix

Diangkat dari film populer berjudul sama, serial ini menggali lebih dalam latar belakang dan sisi emosional para karakter, yaitu pasangan suami istri Aris-Nisa serta sang adik ipar, Rani. Rumah tangga Aris dan Nisa yang terlihat harmonis bersama putri mereka mulai berubah kala Rani tinggal bersama mereka untuk menjalani kuliah. Kedekatan Rani dan Aris perlahan melewati batas, hingga rahasia mereka terancam menghancurkan pernikahan serta hubungan antara kakak dan adik..

Pernikahan Dini Gen Z

Pemeran: Aliando Syarief, Richelle Georgette Skornicki, Samudra Taylor

Credit : Netflix

Seorang murid teladan bernama Dini menjalin hubungan rahasia dengan Rangga, sang kakak kelas populer yang juga berpotensi menjadi calon atlet basket nasional. Hubungan mereka yang kemudian menimbulkan masalah membuat mereka harus berhadapan dengan tekanan keluarga, masa depan yang gamang, serta kehadiran sosok lain yang menaruh hati pada Dini.

Istri Paruh Waktu

Pemeran: Arifin Putra, Audi Marissa, Kiara McKenna

Credit : Netflix

Kehidupan sempurna Riska si CEO mulai retak setelah lama menikah. Saat ia merasa selama ini menjadi “istri paruh waktu” akibat kesibukannya, Riska memutuskan mundur dari pekerjaan. Namun yang ia dapati justru kejanggalan dalam sikap suaminya, Adimas, yang selama ini ternyata menyimpan rahasia. Riska pun harus memutuskan apakah ia dapat menghadapi rahasia tersebut dan mengatur ulang masa depan keluarganya..

Selain rekomendasi tayangan di atas, masih banyak lagi film drama dan sinetron Indonesia yang layak menjadi tontonan Anda selanjutnya, seperti Semua Akan Baik-baik Saja, Keluarga Super Irit, Home Sweet Loan, 1 Kakak 7 Ponakan, Surat untuk Masa Mudaku, Keluarga yang Tak Dirindukan, Jodoh Wasiat Bapak Reborn, A Little White Lie, Surga yang Tak Dirindukan, serta Imperfect: The Series.

Tunggu informasi menarik lainnya tentang konten lokal yang bisa masuk ke daftar tontonan Anda melalui kampanye Netflix Apa Hari Ini? di akun media sosial NetflixID.

More Recommendations

VIDEO
Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!
NEWS

Siap Bongkar Dalang Teror Pembunuhan di Desa Korup, Film "Lobang Buaya" Rilis Trailer dan Poster Menuju Tayang 1 Oktober Mendatang!

Menjelang jadwal tayang serentak di bioskop pada 1 Oktober 2026, film horor terbaru karya sutradara Hanung Bramantyo, "Lobang Buaya", resmi merilis official trailer dan final poster.Diproduksi oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar Indonesia tahun 1964. Karya ini menjadi wadah eksplorasi kreatif Hanung Bramantyo dalam menangkap perasaan “horror” kolektif yang kerap dirasakan masyarakat Indonesia setiap memasuki bulan September, serta kritik pedas untuk kondisi masyarakat yang relevan sampai saat ini.Visual pada final poster langsung menampilkan kengerian yang menjadi benang merah cerita : sebuah tangan misterius tampak menembus punggung berlubang seorang wanita. Poster penuh teka-teki ini merefleksikan teror sentral yang akan dihadapi para penonton di dalam film.Sementara itu, official trailer mengajak penonton mengikuti penyelidikan Letnan Soegeng, seorang anggota militer yang ditugaskan membongkar motif di balik pembunuhan berantai setiap tanggal 30 di Desa Lobang Buaya.Baskara Mahendra, pemeran karakter Soegeng, menuturkan bahwa penonton akan diajak menyusun potongan petunjuk bersama karakternya“Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk ‘mencari dalang’ dibalik misteri pembunuhan berantai ini. Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang ga cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” tutur Baskara MahendraHanung Bramantyo menegaskan bahwa pendekatan horor dipilih secara sadar untuk membedah rasa takut yang dirasakan publik terhadap kondisi ketidakadilan yang terjadi pada masa tersebut, yang masih berlanjut sampai saat ini.“Dari saya kecil sampai sekarang, seakan-akan ada satu topik yang dianggap tabu untuk dibicarakan. Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika mendengar peristiwa ‘65? Jawabannya adalah horor. Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas.” tutur Hanung.Film Ini Menceritakan :Setahun sebelum meletusnya peristiwa kelam 1965, Desa Lobang Buaya diguncang teror pembunuhan berantai terhadap para tokoh desa. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan punggung berlubang serta sayatan kata-kata sindiran di tubuh mereka, seperti Tamak, Lamis, dan Maruk.Saat rumor mengenai "Hantu Bolong" merebak dan tensi sosial kian memanas, Letnan Soegeng (Baskara Mahendra) diutus mencari tahu dalang pembantaian tersebut.Namun, teror tidak berhenti di situ. Istri baru Soegeng, Arum Wangi (Carissa Perusset), mulai dihantui arwah perempuan yang menuntut bagian tubuhnya dikembalikan. Panggilan arwah yang menyebut Arum sebagai Ronggeng membuka tabir bahwa kekacauan di desa maupun di rumahnya bukanlah kebetulan, melainkan bagian dari ritual gelap berbahaya yang sengaja dirancang untuk mengubah arah sejarah.Jadwal Tayang Film Lobang BuayaFilm "Lobang Buaya" dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, hingga aktor kawakan Mathias Muchus.Film "Lobang Buaya" dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Informasi terbaru mengenai penjualan tiket dan materi promosi dapat diakses via media sosial resmi @filmlobangbuaya, @adhyapictures, dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!
NEWS

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya. Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!
NEWS

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!

Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop!! Jakarta, 3 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan drama keluarga, sutradara pencetak blockbuster Naya Anindita kini menggarap film komedi perdananya, Agensi Rumah Tangga, persembahan Starvision, bekerjasama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, dari produser Chand Parwez Servia. Film Agensi Rumah Tangga diadaptasi dari novel best seller Almira Bastari, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini membawa kisah yang hangat dari Katia (Enzy Storia), yang kena PHK dan akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga. Film Agensi Rumah Tangga menjadi eksplorasi terbaru Naya dengan genre komedi, yang menampilkan jajaran komika perempuan sebagai para ART yang ikonik. Mereka berhasil menyampaikan komedi-komedi baik secara dialog hingga adegan dengan penuh kekacauan yang membuat penonton terhibur dan ngakak.“Ini pertama kalinya ada 7 komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh,” ujar produser Chand Parwez Servia.Tak hanya menampilkan komedi, film Agensi Rumah Tangga juga membawa isu yang penting dan dekat. Lewat jajaran para pekerja rumah tangga serta para karakter pekerja perempuan, film ini juga berbicara mengenai pentingnya memberikan kelayakan hak untuk para pekerja domestik.“Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja. Untuk itu, film ini juga ingin memantik diskusi bahwa sudah seharusnya kita memperlakukan para ART juga sama seperti kita. Film ini membawa kisah yang penting, meski dikemas dengan ringan dan komedi,” ujar sutradara Naya Anindita.Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita. Film ini juga punya komedi yang sangat lucu dengan komedi-komedi yang diberikan para komika perempuannya. Semoga hangat dan tawanya sampai ke hati penonton,” ujar Enzy Storia.“Film Agensi Rumah Tangga menjadi penanda yang spesial bagi saya karena bertepatan dengan 18 tahun saya merayakan perjalanan bermusik. Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur,” ujar Afgansyah Reza.Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
VIDEO
Aghniny Haque Diteror Penjaga Gaib dalam Debut Internasionalnya, Film Horor Khadam Resmi Tayang di Bioskop Indonesia 16 September 2026!
NEWS

Aghniny Haque Diteror Penjaga Gaib dalam Debut Internasionalnya, Film Horor Khadam Resmi Tayang di Bioskop Indonesia 16 September 2026!

Jakarta, 3 September 2026 — Kabar gembira bagi para penikmat sinema horor di tanah air. Film debut internasional dari aktris berbakat Aghniny Haque, Khadam, secara resmi mengumumkan tanggal penayangannya di bioskop seluruh Indonesia, yakni mulai 16 September 2026.Sebagai proyek kolaborasi ambisius lintas negara antara Malaysia dan Indonesia, Khadam menyajikan narasi horor mencekam mengenai perjuangan seorang ibu yang harus menyelamatkan keluarganya saat entitas gaib yang seharusnya menjadi “penjaga” justru berbalik arah untuk menyingkirkan dan menggantikan posisinya.Didistribusikan untuk bioskop Indonesia melalui CBI Pictures, film ini diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions, serta menggandeng dua rumah produksi ternama asal Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Skala internasional film ini kian solid dengan dukungan dari deretan studio besar kawasan Asia, meliputi Sil Metropole Organisation (China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas, dan Primeworks Studios dari Malaysia.Menghadapi Teror Ekstrem sebagai Sosok IbuDalam Khadam, Aghniny Haque bertransformasi memerankan karakter Melor, seorang ibu yang tidak bisa berbicara, yang hidup damai bersama kedua anaknya. Namun, kehidupannya berubah menjadi mimpi buruk saat ia harus berhadapan dengan sebuah entitas "penjaga" mistis yang perlahan berusaha merebut identitas serta menggantikan perannya di dalam keluarga.Perjuangan Melor yang sunyi namun sarat ketegangan mengajak penonton menyelami premis psikologis yang menghantui: “Bagaimana jika penjagamu justru berusaha menggantikanmu?”Terkait perannya di film ini, Aghniny Haque mengungkapkan rasa antusias dan tantangan mendalam yang dihadapinya.“Aku sangat bersyukur bisa dapat kesempatan untuk memerankan Melor, karena ini adalah sebuah peran yang sangat-sangat menantang. Sepanjang film aku harus bisa menjalani 2 karakter dengan ekspresi emosi yang berubah setiap saat,” ujar Aghniny.Reaksi Gemilang dan Pujian Kritikus InternasionalSebelum menyapa penonton tanah air, Khadam telah lebih dulu mencuri perhatian dan menuai pujian luas sejak rilis di bioskop Malaysia pada 11 Juni 2026, Kamboja pada 27 Juli 2026, dan Singapura pada 27 Agustus 2026 lalu, hingga digadang-gadang sebagai salah satu film horor terbaik tahun ini. Film ini sukses meraih penjualan tiket lebih dari USD1,3 juta dari perilisannya di Malaysia.Penampilan akting Aghniny Haque pun sukses menjadi sorotan utama bagi para kritikus dan penikmat film regional. Media kenamaan Malaysia, The Star, turut memuji kepiawaian aktingnya dengan menuliskan, “Penampilan Aghniny, yang sebagian besar dalam film memerankan sebuah karakter bisu sangat brilian.Selain Aghniny Haque, Khadam turut diperkuat oleh jajaran aktor papan atas Malaysia, di antaranya Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris kawakan June Lojong. Film ini juga dijadwalkan untuk tayang di Hong Kong dan Makau pada Oktober 2026 nanti.Saksikan teror dan perjuangan Melor mempertahankan keluarganya dalam film Khadam, serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 16 September 2026. Informasi terbaru serta materi promosi resmi dapat diakses melalui akun media sosial resmi @khadamthemovie dan @cbipictures.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius  Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!
NEWS

Banyak Rahasia di “Rumah Tangga” Acha Septriasa dan Darius Sinathrya, Series Baru iQIYI, ‘Dalam Suka dan Dusta’ Segera Tayang!

iQIYI merilis trailer perdana series iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, yang mengangkat realitas di balik manisnya hubungan couple goals.Jakarta, 10 September 2026 — iQIYI resmi merilis trailer perdana iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, original series Indonesia terbaru yang memadukan drama percintaan, perselingkuhan dan kompleksnya hubungan keluarga. Bekerjasama dengan rumah produksi RRK Pictures & Unlimited Production, series ini mengangkat kisah pasangan selebritis yang selama ini dipandang sebagai couple goals dengan kehidupan rumah tangga yang tampak ideal. Namun, di balik sorotan dan citra sempurna yang mereka tampilkan, tersimpan rahasia, kebohongan, serta persoalan lain yang perlahan menguji hubungan dan keluarga mereka.Melalui trailer iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta, penonton diajak menyingkap kilasan keretakan kehidupan rumah tangga Duta (Darius Sinathrya) dan Citra (Acha Septriasa). Demi mempertahankan keutuhan keluarga sekaligus reputasi mereka di mata publik, keduanya mempertimbangkan sebuah jalan pintas yang tak biasa: open marriage. Keputusan tersebut pun menyisakan tanda tanya bagi penonton: mampukah open marriage menyelamatkan rumah tangga Duta dan Citra atau justru memicu konflik yang jauh lebih besar?“Dibandingkan kisah perselingkuhan pada umumnya, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta terasa berbeda karena hadir dengan cerita yang lebih kompleks, menggabungkan sorotan dunia selebriti, drama rumah tangga, hingga elemen misteri yang cukup kental.” ujar Ikhsan Sasmita, Head of Original Content Indonesia iQIYI.Keretakan Hubungan yang Sempurna dan Unsur MisteriAda dua sisi cerita yang menjadi kekuatan utama series ini. Pertama, gambaran citra sempurna pasangan selebriti, seperti bagaimana sorotan publik, dan ekspektasi sosial memaksa Duta dan Citra terus mempertahankan topeng kebahagiaan meski hubungan mereka retak dari dalam. Kedua, sisi hubungan yang penuh skandal, kesepakatan open marriage dan perselingkuhan yang perlahan berkembang menjadi bom waktu, membawa cerita ke arah yang lebih gelap dan tak terduga.Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dapat mengubah dinamika pernikahan mereka. Duta diam-diam menjalin hubungan dengan Vania (Shania Gracia), sementara Citra perlahan mulai dekat Konflik dalam hubungan Duta dan Citra dimulai ketika keduanya menghadapi pilihan-pilihan yang dengan Denis (Ciccio Manassero), sosok pria menawan yang hadir di tengah kerumitan hidupnya. Untuk menyelamatkan masalah rumah tangganya, Citra mengajukan sebuah solusi yang mengaburkan batas kesetiaan dan kebebasan dalam pernikahan kepada Duta.Kehadiran Shania Gracia dan Ciccio Manassero turut menambah warna baru pada dinamika series ini. Chemistry keduanya dengan para pemain utama membuat hubungan semakin kompleks, sekaligus membuka berbagai kemungkinan konflik baru. Seiring konflik perselingkuhan yang memanas, iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta perlahan mengungkap elemen misteri yang berpotensi semakin mengguncang keluarga serta reputasi Duta dan Citra.Nantikan 10 episode dari iQIYI Original Dalam Suka dan Dusta yang akan resmi tayang mulai 25 September 2026, hanya di iQIYI. Trailer perdana dan poster series ini dapat disaksikan melalui kanal media sosial resmi iQIYI Indonesia.

Admin Kupas Tuntas Film 10 Sep 2026
VIDEO
Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar
NEWS

Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Dalam perhelatan konferensi pers yang riuh di Lippo Mall Nusantara, rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi meluncurkan paket lengkap promosi: revisi kedua Official Poster, Official Trailer, serta lagu orisinal resmi garapan Barasuara untuk film komedi drama GJLS: Berapi-Api.Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar SungguhanSesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton di area mal.Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh para tamu undangan.Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut PagarMateri official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. "Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen Rakelna.Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. “Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka.“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”Sutradara Monty Tiwa menambahkan, “GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga.”Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran LengkapEnergi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul “Api dan Mimpi” membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.Catat Tanggal Tayangnya!GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Saksikan Official Trailer resmi di kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan pantau terus kabar terbarunya melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
VIDEO
Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!
MOVIE
3.5

Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!

Setelah cukup lama tidak menghadirkan film layar lebar sebagai sutradara, Stephen Chow akhirnya kembali dengan Kung Fu Soccer (2026).Film aksi, komedi, dan olahraga ini menjadi salah satu proyek yang paling menarik perhatian karena membawa kembali formula yang pernah membuat Shaolin Soccer (2001) begitu ikonik: sepak bola, seni bela diri, aksi berlebihan, komedi absurd, serta karakter-karakter underdog yang berusaha membuktikan kemampuan mereka. Film ini juga menjadi film layar lebar pertama Chow sebagai sutradara setelah The New King of Comedy (2019).Namun, Kung Fu Soccer bukan sekadar mengulang cerita Shaolin Soccer. Kali ini Stephen Chow mengarahkan cerita kepada sebuah tim sepak bola wanita bernama Emei yang harus menghadapi berbagai tantangan dalam turnamen Supreme Invincible Cup. Tim tersebut dipimpin oleh Shuangshuang yang diperankan Zhang Xiaofei, bersama Yu Long yang diperankan Dilraba Dilmurat dan Xu Feng yang diperankan Yixing Zhang.Kembali Ke Formula Stephen ChowSalah satu alasan utama mengapa Kung Fu Soccer terasa menarik adalah karena film ini benar-benar membawa kembali gaya penyutradaraan Stephen Chow.Stephen Chow masih sangat memahami bagaimana menggabungkan komedi slapstick, ekspresi wajah yang berlebihan, dialog kocak, adegan aksi yang tidak masuk akal, serta momen-momen yang sengaja dibuat absurd. Bahkan ketika pertandingan sepak bola berlangsung serius, selalu ada saja kejadian yang membuat suasananya berubah menjadi komedi. Inilah yang membuat film ini terasa seperti karya Stephen Chow.Ada banyak adegan yang seolah-olah mengatakan kepada penonton bahwa mereka tidak perlu terlalu serius ketika menonton film ini. Logika dan hukum fisika bisa ditinggalkan sementara karena yang ingin diberikan Chow adalah hiburan.Konsep kung fu yang diterapkan ke dalam sepak bola juga menjadi daya tarik tersendiri. Tendangan, gerakan tubuh, dan berbagai teknik bela diri dikemas seperti sebuah pertarungan besar, tetapi tetap dengan sentuhan humor.Buat penggemar Shaolin Soccer, formula seperti ini tentu akan terasa sangat familiar.Bahkan secara konsep, Kung Fu Soccer bisa dianggap sebagai penerus spiritual Shaolin Soccer, bukan sekadar film olahraga biasa. Keduanya sama-sama memadukan seni bela diri dengan sepak bola dan menghadirkan kelompok underdog yang harus berjuang menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih kuat.Akting Para Pemain Yang ApikDari sisi akting, jajaran pemain Kung Fu Soccer tampil cukup baik.Zhang Xiaofei sebagai Shuangshuang mampu menjadi pusat perhatian sebagai karakter utama. Ia bisa membawa sisi serius ketika cerita membutuhkannya, tetapi juga mampu mengikuti ritme komedi yang menjadi identitas film.Dilraba Dilmurat juga memberikan penampilan yang menyenangkan. Kehadirannya memberikan energi tersendiri, terutama ketika film mulai memasuki bagian pertandingan.Sementara Yixing Zhang juga cukup menarik sebagai bagian penting dari perjalanan tim.Selain ketiganya, film ini diperkuat oleh deretan pemeran pendukung seperti Mi Ai, Jin Au-Yeung, Louis Cheung, Sisley Choi, Jacob Gau, Carina Lau, Jiayue Li, Zhao Lina, Takeru Satoh, Larine Tang, Jimmy O. Yang, dan Isabelle Zhang.Menariknya, film ini juga membawa sejumlah nama besar Asia sebagai bagian dari jajaran pemainnya. Takeru Satoh dan Carina Lau menjadi salah satu nama yang cukup mencuri perhatian dari jajaran cast.Ceritanya Sederhana , Namun KuatDari segi cerita, Kung Fu Soccer tidak mencoba membuat alur yang terlalu rumit.Fokus utamanya adalah perjalanan tim sepak bola wanita Emei dalam menghadapi berbagai rintangan sampai mereka bisa membuktikan kemampuan di kompetisi besar.Cerita seperti ini sebenarnya sangat familiar namun, kesederhanaan tersebut justru membuat film mudah diikuti.Alurnya tidak berbelit-belit dan penonton bisa dengan cepat memahami tujuan setiap karakter. Film juga tidak terlalu sibuk memasukkan banyak konflik yang justru bisa mengganggu fokus utama.Meski begitu, Kung Fu Soccer tetap memberikan beberapa momen emosional sehingga film tidak hanya berisi komedi dari awal sampai akhir.Komedi Yang Kocak & AbsurdKalau ada satu hal yang paling terasa dari Kung Fu Soccer, tentu saja adalah komedinya.Stephen Chow masih menggunakan jenis humor yang menjadi ciri khasnya: absurd, slapstick, spontan, dan terkadang sengaja dibuat berlebihan.Ada beberapa part yang benar-benar berhasil membuat tertawa karena timing komedinya cukup tepat. Bahkan dalam beberapa adegan pertandingan, sesuatu yang awalnya terlihat serius bisa berubah menjadi lelucon hanya karena ekspresi karakter atau situasi yang tidak terduga.Yang menarik, humor dalam film ini tidak hanya muncul dari dialog. Banyak juga komedi visual yang memanfaatkan gerakan tubuh, editing, efek visual, hingga reaksi para karakter.Buat penonton yang memang cocok dengan gaya komedi Stephen Chow, bagian ini kemungkinan besar menjadi salah satu alasan utama menikmati filmnya.Ada Momen Sedih Di Balik KekocakanWalaupun identitas utamanya adalah film komedi, Kung Fu Soccer tidak melupakan sisi emosional.Beberapa bagian cerita memberikan ruang bagi karakter untuk memperlihatkan perjuangan, tekanan, kegagalan, dan alasan mereka tetap bertahan.Momen-momen tersebut membuat karakter terasa sedikit lebih manusiawi.Perubahan suasana dari komedi menuju adegan yang lebih emosional juga cukup menarik. Penonton yang awalnya tertawa bisa tiba-tiba diajak melihat sisi lain dari karakter-karakternya.Memang tidak semua momen emosionalnya memiliki kedalaman yang luar biasa, tetapi cukup untuk memberikan keseimbangan agar film tidak terasa seperti kumpulan sketsa komedi semata.Adegan Musikal Yang Menambah WarnaSelain kung fu, sepak bola, komedi, dan drama, Kung Fu Soccer juga mempunyai beberapa bagian musikal.Elemen ini memang bukan bagian terbesar dari film, tetapi cukup memberikan variasi.Bagian musikal membuat film terasa semakin ringan dan semakin dekat dengan gaya hiburan Stephen Chow yang memang sering mencampurkan berbagai elemen dalam satu film.Ketika sebuah film sudah mempunyai pertandingan sepak bola, aksi kung fu, komedi absurd, dan drama, kehadiran beberapa bagian musikal justru membuat pengalaman menontonnya semakin unik.Punya Sinematografi & CGI Yang BagusSecara visual, Kung Fu Soccer juga tampil cukup menarik.Adegan pertandingan sepak bola dibuat lebih spektakuler dengan penggunaan kamera yang dinamis serta koreografi yang menggabungkan gerakan sepak bola dengan seni bela diri.CGI juga digunakan untuk memperbesar skala aksi. Tendangan yang biasanya hanya terlihat sebagai tendangan biasa dapat dibuat menjadi sebuah serangan dengan efek yang jauh lebih fantastis.Memang, CGI dalam film seperti ini tidak harus selalu terlihat realistis karena sejak awal Kung Fu Soccer memang bermain di wilayah fantasi dan komedi.Justru visual yang berlebihan tersebut menjadi bagian dari identitas film.Hal ini juga mengingatkan kembali pada Shaolin Soccer, yang terkenal dengan penggunaan efek visual untuk membuat pertandingan sepak bola terasa seperti pertarungan superhero.Stephen Chow Masih Punya Sentuhan MagisnyaHal paling menarik dari Kung Fu Soccer adalah bagaimana Stephen Chow masih mampu mempertahankan identitasnya sebagai seorang filmmaker.Setelah bertahun-tahun, gaya khasnya masih sangat mudah dikenali.Film ini tidak berusaha menjadi film sepak bola yang realistis. Tidak juga mencoba menjadi film kung fu yang serius.Dan menurut MINPAS , keputusan tersebut adalah pilihan yang tepat.Film ini mungkin tidak akan memberikan sesuatu yang benar-benar baru bagi penonton yang sudah sangat mengenal karya-karya Stephen Chow. Beberapa formula bahkan terasa seperti nostalgia terhadap karya-karya lamanya. Tetapi justru di situlah kesenangannya.Menonton Kung Fu Soccer seperti kembali melihat Stephen Chow bermain dengan dunia yang absurd, karakter underdog, aksi yang tidak masuk akal, dan komedi yang sengaja dibuat kelewat batas.KesimpulanKung Fu Soccer (2026) adalah comeback yang cukup menyenangkan dari Stephen Chow sebagai sutradara.Cerita yang sederhana dan tidak berbelit-belit membuat film mudah dinikmati.Akting para pemainnya juga cukup bagus, sementara komedi absurd khas Stephen Chow menjadi salah satu kekuatan terbesar film.Untuk SOBAT KTF jangan berharap Kung Fu Soccer bisa sepenuhnya mengulang keajaiban Shaolin Soccer ya...Kung Fu Soccer cukup berhasil membawa kembali formula Stephen Chow ke layar lebar dan jelas terasa seperti surat cinta Stephen Chow kepada salah satu formula paling ikonik dalam kariernya.

Rahmadandi Desky Prayuda 14 Aug 2026