
BANGKOK — Aktor, penulis, sutradara, sekaligus produser asal Indonesia, Gandhi Fernando, memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya. Setelah bertahun-tahun berkarya di industri film Indonesia, Gandhi kini memperluas langkahnya ke Thailand dan mulai membangun karier sebagai sutradara di industri hiburan Negeri Gajah Putih.
Keputusan tersebut bukan sesuatu yang terjadi secara instan. Gandhi telah mempelajari bahasa Thai selama lebih dari tiga tahun sebagai bagian dari ketertarikannya terhadap industri hiburan Thailand yang terus berkembang dan semakin dikenal secara internasional.
Kini, setelah memutuskan untuk menetap di Thailand, proses panjang tersebut mulai membuahkan hasil.

Buat aku, pindah ke Thailand bukan sekadar pindah tempat tinggal. Aku memang ingin keluar dari zona nyaman dan mencoba membangun karir dari awal lagi di industri yang berbeda,” ujar Gandhi.
Menjalani produksi di Thailand juga memberikan tantangan baru baginya. Gandhi harus beradaptasi dengan sistem kerja, budaya produksi, hingga berkomunikasi dan mengarahkan aktor serta kru menggunakan bahasa Thai.
Yang paling challenging tentu bahasa. Meskipun sudah 4 tahun terakhir aku belajar bahasanya, tapi Bahasa Thai bukan bahasa pertama aku, jadi awalnya ada kekhawatiran apakah aku bisa menyampaikan arahan dengan tepat kepada aktor dan kru. Tapi justru pengalaman itu yang membuat aku merasa berkembang lagi sebagai sutradara,” lanjutnya.
Menulis dan Menyutradarai Series Thailand

Langkah baru Gandhi di Thailand kini diwujudkan melalui proyek series berbahasa Thai yang ia tulis dan sutradarai.
Salah satu proyek pertamanya adalah “Badminton Boys: กัปตันครับ ผมจะจีบพี่”, yang mengambil latar dunia badminton dan mengikuti hubungan rival dua mahasiswa yang dipertemukan melalui olahraga tersebut.
Series ini dibintangi oleh aktor Thailand dan diproduksi bersama tim lokal Thailand. Selain duduk di kursi sutradara, Gandhi juga terlibat sebagai penulis.
Bagi Gandhi, proyek tersebut menjadi pengalaman penting karena untuk pertama kalinya ia menangani produksi berbahasa Thai secara langsung.
Walaupun aku sudah cukup lama bekerja di industri film Indonesia, ketika masuk ke industri Thailand rasanya aku kembali menjadi seorang pemula. Banyak hal yang harus aku pelajari dan adaptasikan lagi. Tapi justru itu yang aku cari ketika memutuskan datang ke sini,” ungkap Gandhi.
Bukan Meninggalkan Indonesia

Meski kini menetap dan mulai berkarya di Thailand, Gandhi menegaskan bahwa langkah tersebut bukan berarti dirinya meninggalkan industri perfilman Indonesia.
Sebaliknya, ia melihat Thailand sebagai perluasan dari perjalanan kariernya sebagai filmmaker.
Aku tetap orang Indonesia dan tetap akan berkarya di Indonesia. Tapi sekarang aku juga ingin membuka kemungkinan baru. Aku ingin bisa membuat karya di Indonesia, Thailand, dan kalau ada kesempatan, negara-negara lain juga,” jelasnya.
Menurut Gandhi, bekerja di luar Indonesia juga memberinya perspektif baru mengenai bagaimana sebuah cerita dapat dibuat untuk penonton yang semakin global.
Ia berharap pengalaman tersebut nantinya dapat membuka lebih banyak kesempatan kolaborasi antara talenta dan industri kreatif Indonesia dengan negara-negara lain di Asia.
Memulai Babak Baru

Perjalanan Gandhi di Thailand sekaligus menjadi momentum baru setelah bertahun-tahun menjalani berbagai peran di industri hiburan—mulai dari aktor, penulis, produser, pelaku pageant hingga content creator reviewer film.
Kini ia ingin memberikan porsi yang lebih besar terhadap kariernya sebagai sutradara dan kreator.
Aku sudah cukup lama berada di industri ini. Sekarang aku ingin menantang diri sendiri lagi. Rasanya menyenangkan ketika berada di sebuah tempat baru dan masih banyak hal yang harus aku pelajari,” tutup Gandhi.
Proyek Thailand terbaru Gandhi Fernando, “Badminton Boys”, dijadwalkan mulai tayang di iQIYI pada 10 Oktober 2026 dan tersedia di 190 negara.
Kehadiran proyek tersebut menjadi langkah awal dari babak baru perjalanan Gandhi Fernando sebagai filmmaker Indonesia yang mulai memperluas kiprahnya ke industri hiburan Thailand.