Logo KTF KupasTuntasFilm

Arya Saloka Melawan Iblis Di Film MUNAFIK : Melawan IblisTeror Spiritual Hadirkan Perjuangan Melawan Kegelapan

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 61 views

Film horor "Munafik: Melawan Iblis" resmi meluncurkan trailer perdananya. Cuplikan tersebut memperlihatkan konflik penuh ketegangan yang dialami Ustaz Adam dalam menghadapi gangguan gaib sekaligus pergulatan batin yang menguji keimanannya.

Diperankan Arya Saloka, Ustaz Adam digambarkan sebagai ahli rukiah yang memilih meninggalkan pekerjaannya setelah mengalami kehilangan besar dalam hidup. Keadaan berubah ketika ia diminta membantu Fitri, seorang perempuan yang mengalami gangguan misterius.

Trailer tersebut menampilkan sejumlah adegan mencekam, mulai dari proses rukiah, teror makhluk gaib, hingga konflik psikologis para karakter. Film ini memadukan horor dan drama spiritual tentang perjuangan manusia menghadapi ketakutan serta ujian keimanan.

Acha Septriasa tampil sebagai Fitri dengan permainan emosi yang kuat, sementara Arya Saloka memperlihatkan sisi berbeda melalui karakter Ustaz Adam. Pertemuan keduanya membuat akting "duo AS" menjadi salah satu yang paling ditunggu tahun ini dalam film "Munafik: Melawan Iblis".

Bagi Arya, film tersebut menambah daftar proyek pentingnya pada 2026. Perannya sebagai Ustaz Adam memperlihatkan sisi berbeda dari kemampuan aktingnya melalui karakter yang tenang, emosional, tetapi tetap kuat saat menghadapi teror.

Selain Arya dan Acha, film ini turut dibintangi Dimas Aditya, Donny Damara, Nova Eliza, Faqih Alaydrus, Annisa Hertami, Izabel Jahja, Widi Dwinanda, dan Oce Permatasari.

"Munafik: Melawan Iblis" disutradarai Guntur Soeharjanto dan menjadi adaptasi resmi dari film horor Malaysia "Munafik" karya Syamsul Yusof. Versi Indonesia menghadirkan pendekatan cerita yang disesuaikan dengan latar budaya masyarakat Tanah Air.

Film produksi Unlimited Production bersama Skop Productions, Legacy Pictures, AZ Films, dan Komet Productions ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.

Melalui trailer perdananya, "Munafik: Melawan Iblis" menawarkan pengalaman horor yang tidak hanya mengandalkan teror, tetapi juga membawa cerita tentang rasa takut, kehilangan, dan perjuangan melawan sisi gelap kehidupan.

More Recommendations

Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere ‘Baby Udon’ di Jakarta Banjir Air Mata!
NEWS

Pesan Menusuk Hati Fanny Kondoh untuk Mendiang Suami Usai Nonton, Bikin Gala Premiere ‘Baby Udon’ di Jakarta Banjir Air Mata!

Suasana megah di CGV Grand Indonesia mendadak pecah oleh isak tangis histeris pada penyelenggaraan Gala Premiere film layar lebar paling dinantikan tahun ini, dari Sumargo Film dan LYTO Pictures, Baby Udon.Ruang bioskop yang disulap berhiaskan instalasi pohon sakura mekar, sebagai tribut mengenang mendiang Hajime Kondoh, berubah menjadi lautan air mata sesaat setelah film selesai diputar.Puncaknya terjadi pada sesi press conference usai penayangan. Sambil mendekap erat sang buah hati, Kazuki atau yang akrab disapa KazKaz, content creator Fanny Kondoh melontarkan pengakuan mengharukan yang seketika membuat ratusan pasang mata yang hadir di studio meneteskan air mata."Teruntuk suami tercintaku, aku berharap kamu bisa melihat sebanyak apa orang di sini yang merayakan kisah cinta dan perjuangan kita untuk KazKaz. Film ini ada untuk mengenangmu, dan agar KazKaz bisa tahu kalau ayahnya adalah sosok yang luar biasa," ucap Fanny dengan suara bergetar dan berurai air mata, membuat seluruh awak media dan tamu undangan ikut menangis tersedu-sedu. Momen haru tersebut sekaligus menjadi saksi pertaruhan besar karier Denny Sumargo. Bersama sang istri, Olivia Sumargo, Denny resmi menandai debut perdana mereka sebagai produser di industri film Indonesia.Bukan hanya modal nama, Densu bahkan rela memangkas habis rambutnya hingga botak licin dan menonton rekaman sakratul maut asli mendiang Hajime demi menyajikan akting yang menghipnotis penonton."Sebagai produser pertama kali, saya nggak nyangka efeknya bakal sehancur ini di hati penonton. Dari tur di berbagai kota kemarin, saya lihat sendiri orang-orang keluar studio sambil nangis sesenggukan. Alasan terbesar saya bikin film ini cuma satu: nggak mau mengecewakan amanah Fanny dan Hajime. Kisah ini bukan sekadar tontonan, tapi pelukan hangat buat siapa pun yang pernah kehilangan," tegas Denny Sumargo, Produser dari Sumargo Film, di hadapan awak media."Kami amat bangga bisa membawa film Baby Udon ke penonton Indonesia. Semoga cerita yang mengharukan dan indah dari Bu Fanny Kondoh dan Almarhum Bapak Hajime Kondoh bisa memberikan kesan yang baik dan menginspirasi banyak orang," kata Andi Suryanto, selaku Produser dari LYTO Pictures.Gala Premiere spektakuler ini turut dihadiri sederet bintang ternama tanah air, mulai dari jajaran produser Denny Sumargo, Olivia Sumargo, Andi Suryanto, dan Marcella Daryanani, hingga deretan pemeran utama seperti Caitlin Halderman, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Miyu Okazaki, Hiroaki Kato, Royhan Hidayat, Hafni Thalib, dan Alexandra Valerie.Selain di Jakarta, film ‘Baby Udon’ telah menggelar Gala Premiere di 7 (Bandung, Semarang, Solo, Jogjakarta, Banjarmasin, Palembang, Medan) kota sampai saat ini. Tidak berhenti di sini, tur Gala Premiere dan Meet & Greet masih akan berlanjut ke Makassar (Nipah XXI) dan akan ditutup di Bali (Level 21 XXI).Film Baby Udon dipastikan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026. Penonton juga bisa menikmati promo terbatas Buy One Get One Free (BOGOF) khusus untuk hari pertama penayangan di aplikasi tiket MTIX.Intip cuplikan viral, trailer resmi, dan informasi tiket di akun Instagram @filmbabyudon, @sumargofilm, dan @lytopictures.

Admin Kupas Tuntas Film 30 Aug 2026
VIDEO
WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!
NEWS

WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!

Film komedi horor terlucu dari Rapi Films akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026 !Jakarta, 31 Agustus 2026 - Film terbaru dari Rapi Films, dengan kolaborasi bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, sebuah komedi horor berjudul Warga Rusun 609 hari ini resmi merilis poster dan trailer yang memperlihatkan kekacauan para warga penghuni rusun ketika harus berhadapan dengan arwah Bunga sekaligus ancaman relokasi dari Pak Bahlil. Disutradarai oleh Herwin Novianto dengan penulisan skenario oleh Upi, film ini mempertemukan komedi dan horor dalam dinamika bertetangga di sebuah rusun ke dalam sebuah suguhan yang penuh kejutan dan kelucuan.Warga Rusun 609 akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.Melalui trailernya, penonton diajak mengenal lebih dekat dengan film Warga Rusun 609 yang bercerita tentang ARKA (Morgan Oey), mahasiswa populer dan kaya raya yang menghancurkan hubungannya dengan BUNGA (Ranty Maria) karena sebuah taruhan bodoh. Ketika Bunga ditemukan tewas dan arwahnya menghantui kamar 609, warga rusun yang penuh tingkah pun dibuat kalang kabut. Di saat yang sama, mereka harus menghadapi PAK BAHLIL (David Nurbianto) yang mengancam akan merelokasi mereka. Hantu yang tidak mau pergi bertemu dengan warga yang tidak mau digusur. Kekacauan pun tak terhindarkan.Sebagai adaptasi dari film horor komedi Thailand, Buppah Rahtree, Warga Rusun 609 tidak hanya memindahkan ceritanya ke Indonesia. Dunia rusun menjadi ruang yang membuat ceritanya terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat kita. Ketika teror muncul, para warga bereaksi dengan caranya masing-masing, ada yang panik, bergosip, berdebat, mencari orang pintar, saling menyalahkan, sampai akhirnya terpaksa menghadapi masalah itu bersama-sama. Dari situlah komedi Warga Rusun 609 tumbuh.“Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur.Dari situ kami merasa cerita Buppah Rahtree bisa punya kehidupan yang sangat berbeda ketika dibawa ke Indonesia,” ujar produser Sunil Samtani.Kekuatan tersebut semakin terasa melalui deretan pemeran yang menghidupkan karakter-karakterWarga Rusun 609 yang mempertemukan aktor, komedian, stand-up comedian, sampai figur internet dalam satu lingkungan rusun. Selain Morgan Oey dan Ranty Maria, film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita, Sarah Sechan, Aming, hingga Dustin Tiffani. Film Warga Rusun 609 mengandalkan kekacauan ensemble cast yang akan membuat penonton tertawa dan terhibur.Melalui Warga Rusun 609, Herwin Novianto kembali mengeksplorasi pertemuan horor dan komedi, kali ini dalam dunia sebuah rusun yang dihuni oleh warga dengan segala tingkah dan persoalannya.Sementara itu, bagi Morgan Oey, kesempatan bermain dalam komedi horor garapan Rapi Films dan disutradarai Herwin Novianto memberikan pengalaman yang berbeda, terutama karena ia harus berada di tengah dinamika pemain yang begitu beragam.“Warga Rusun 609 punya kombinasi yang menarik. Horornya ada banget, tapi cara para karakter menghadapi situasi yang mereka alami membuat semuanya menjadi sangat kocak dan menghibur.Pengalaman bekerja bersama Mas Herwin juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena Mas Herwin punya teknik pendekatan yang kuat dalam mempertemukan horor dan komedi. Saya menikmati prosesnya, terutama ketika harus membangun karakter Arka di tengah warga-warga rusun lainnya yang punya energi dan warna masing-masing,” ungkap Morgan Oey.Warga Rusun 609 merupakan film persembahan Rapi Films berkolaborasi dengan Sky Media Films, Vortera Studios dan Legacy Pictures, karya sutradara Herwin Novianto dan penulis skenario Upi. WargaRusun 609 dibintangi oleh Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Ikuti perkembangan Warga Rusun 609 melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!
NEWS

Debut Executive Producer Nikita Mirzani, Film Beautiful Pain akan Tayang 22 Oktober 2026 Di Bioskop!

Kolaborasi Dapur Film milik Hanung Bramantyo dan debut sutradara Dmaz Brodjonegoro, resmi rilis first-look tentang rahasia, luka, dan pengkhianatan.Jakarta, 26 Agustus 2026 — Di balik senyum hangat sebuah keluarga dan keintiman yang tampak sempurna, selalu ada luka yang disembunyikan rapat-rapat. Rasa sakit itu kini siap disingkap ke layar lebar melalui film drama paling dinanti tahun ini, "Beautiful Pain", yang secara resmi mengumumkan tanggal penayangan serentak di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.Bersamaan dengan pengumuman tanggal rilis tersebut, film ini meluncurkan potongan gambar dan cuplikan video perdana (first-look) yang langsung menebar atmosfer penuh tanda tanya, pekat akan ketegangan batin, dan sarat misteri tak terucap. Proyek prestisius ini sekaligus menandai babak baru dalam karier Nikita Mirzani yang mencatatkan debut perdananya sebagai Executive Producer, berdampingan dengan perannya di depan kamera.Executive Producer sekaligus pemeran Nikita Mirzani membagikan antusiasmenya terhadap debut di belakang layarnya ini. “Melalui film Beautiful Pain, saya akhirnya mengambil langkah baru untuk mendukung sebuah cerita yang penting untuk dibicarakan. Film ini kami buat untuk kita semua yang pernah merasakan disakiti, dan saya berharap film ini dapat menciptakan diskusi yang penting nantinya.”Dalam penggarapannya, proyek ini menggandeng rumah produksi bereputasi tinggi Dapur Film milik sutradara kawakan Hanung Bramantyo, serta menjadi ajang unjuk kebolehan bagi sutradara debutan berbakat, Dmaz Brodjonegoro, dalam meramu konflik rumah tangga dan drama psikologis yang intens. Peluncuran materi first-look foto dan video melalui kanal media sosial resmi serta akun para pemeran utama, seperti Raihaanun, Baim Wong, dan Nikita Mirzani, langsung memantik tanda tanya besar. Pada first-look foto yang dirilis menyajikan teka-teki relasi yang kontras: sosok Raihaanun yang merengkuh kedua anaknya di pesisir pantai dengan tatapan dingin, di foto lainnya terlihat dalam momen intim antara Nikita Mirzani dan Baim Wong di ruang temaram, hingga foto yang menggambarkan kegetiran antara Niki dan Raihaanun, yang mengisyaratkan pengkhianatan besar. Sementara pada video first-look yang dirilis memperlihatkan lapisan trauma problematika rumah tangga yang mendalam, yang dialami oleh karakter Raihaanun. Di satu sisi, ia ingin bangkit meski hidup hanya bersama anak-anak, namun di sisi lain ia harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang pilihan tersebut.Ikut serta dalam memproduseri film ini, Hanung Bramantyo angkat bicara mengenai alasan yang dimilikinya. “Saya selalu senang dengan adanya suara-suara baru dalam perfilman. Dari awal saya sudah percaya dengan konsep yang dibawa oleh film ini, bagaimana representasi perjuangan sembuh dari trauma yang banyak dari kita pernah lalui. Saya harap film ini dapat menjadi refleksi bagi kita semua."Apakah kepedihan dan trauma mendalam yang dipikul Raihaanun berakar dari hubungan terlarang yang terjadi antara Baim Wong dan Nikita Mirzani?Mengusung pesan utama fight the trauma, film ini menyuguhkan sinopsis resmi yang menggetarkan. Beautiful Pain mengisahkan perjuangan seorang ibu tunggal yang berusaha bangkit dari jurang keterpurukan dan menemukan secercah harapan melalui karier barunya sebagai aktris. Namun, harapan itu runtuh seketika saat fitnah keji dan kasus pelecehan seksual menghancurkan nama baiknya hingga merenggut hak asuh atas buah hati tercintanya. Dikelilingi dukungan orang-orang terdekat, ia menolak untuk bungkam dan memilih berdiri teguh melawan ketidakadilan sistem yang bias demi merebut kembali kehormatan, keutuhan keluarga, serta suaranya sebagai seorang perempuan. Isu sensitif seputar KDRT, relasi kuasa, dan kekerasan seksual dibungkus dengan narasi dramatis yang berani dan menyentuh nurani.Sutradara Dmaz Brodjonegoro memberikan pernyataan mengenai apa yang ingin dibawakannya melalui film ini. “Beautiful Pain bukan hanya tentang trauma, tetapi tentang keberanian untuk bangkit dan merebut kembali suara. Saya berharap film ini mengajak penonton mempertanyakan siapa yang dipercaya, siapa yang dilindungi, dan seperti apa keadilan bagi mereka yang harus memperjuangkannya sendirian.”Kemegahan cerita Beautiful Pain dihidupkan oleh ansambel pemeran lintas generasi terbaik di industri perfilman Indonesia. Film ini mempertemukan kepiawaian akting Raihaanun, Baim Wong, Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Dimas Aditya, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, Anantya Kirana, Evano Zyan, Willem Bevers, Anastasia Herzigova, hingga Berliana Lovell. Sementara di jajaran kreatif, kursi penyutradaraan dipercayakan kepada Dmaz Brodjonegoro dengan Nikita Mirzani sebagai Executive Producer di bawah naungan bendera produksi Dapur Film.Film Beautiful Pain siap menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam dan menggugah kesadaran masyarakat di seluruh jaringan bioskop Tanah Air mulai 22 Oktober 2026. Pantau terus kabar terbaru, potongan adegan eksklusif, dan jadwal peluncuran trailer resmi melalui Akun media sosial resmi @filmbeautifulpain dan @dapurfilm.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City
MOVIE
3.5

Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City

Motor City bukan film aksi yang meminta penonton untuk duduk nyaman, mendengarkan dialog panjang, lalu menunggu karakter menjelaskan siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi. Film garapan Potsy Ponciroli ini justru melakukan hal sebaliknya. Ia memaksa penonton membaca wajah, gerakan tubuh, suara mesin, dentuman musik, tatapan, darah, dan kekerasan sebagai bagian dari bahasa cerita.Berlatar Detroit tahun 1977, film ini mengikuti John Miller, seorang mantan narapidana dan veteran Vietnam yang berusaha memulai kembali kehidupannya setelah keluar dari penjara. Ia ingin hidup sederhana bersama Sophia, perempuan yang dicintainya. Namun harapan tersebut runtuh ketika John kembali berhadapan dengan dunia kriminal yang pernah menjebaknya.Dari titik itulah Motor City berubah menjadi perjalanan balas dendam yang sangat personal.Alan Ritchson menjadi pusat dari semuanya. Setelah dikenal luas sebagai sosok aksi lewat Reacher, Ritchson kembali memanfaatkan fisiknya yang besar, tetapi kali ini dengan pendekatan yang berbeda. John bukan karakter yang banyak bicara. Bahkan, salah satu eksperimen terbesar film ini adalah hampir menghilangkan dialog dari keseluruhan narasi. Beberapa sumber menyebut film ini hanya memiliki sedikit sekali percakapan verbal.Dan keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi besar.John Miller: Pria yang Kehilangan Kesempatan untuk Menjadi Orang BiasaMenariknya, John sebenarnya bukan sekadar mesin pembunuh.Pada awal cerita, ia diperlihatkan sebagai seseorang yang ingin keluar dari kehidupan lamanya.Ia sudah menjalani hukuman. Ia mencoba kembali bekerja. Ia memiliki hubungan romantis. Bahkan ada gambaran bahwa John ingin membangun kehidupan normal bersama Sophia.Inilah bagian yang membuat karakter John menjadi lebih menarik dibanding sekadar tokoh protagonis dalam film balas dendam.John sebenarnya sudah memiliki kesempatan untuk menjadi orang biasa.Tetapi masa lalu tidak membiarkannya.Ketika kehidupan yang baru dibangun tersebut dihancurkan. Bukan Film Tanpa Suara, Melainkan Film yang Mengganti Dialog dengan Bahasa VisualKesalahan terbesar jika masuk ke Motor City dengan ekspektasi sebagai film bisu adalah menganggap film ini hanya menghilangkan dialog.Tidak.Film ini tetap sangat “berisik”.Suara pukulan, deru kendaraan, suara senjata, langkah kaki, napas karakter, suara kota dan terutama musik menjadi pengganti percakapan. Musik bahkan memiliki fungsi seperti narator yang tidak terlihat.Ini membuat Motor City terasa lebih dekat dengan sebuah pertunjukan audiovisual daripada film kriminal konvensional.Ben Foster dan Ancaman yang Tidak Selalu Membutuhkan Banyak PenjelasanBen Foster memainkan Reynolds, sosok kriminal yang menjadi pusat konflik John.Foster sebenarnya memiliki kualitas akting yang sangat cocok untuk karakter seperti ini: ekspresif, tidak stabil, dan mampu membuat karakter terasa berbahaya bahkan ketika tidak melakukan apa-apa.Namun film juga memperlihatkan salah satu masalah dari konsep minim dialog.Karakter antagonis membutuhkan ruang untuk menjelaskan motivasi, hubungan kekuasaan, dan psikologinya.Di Motor City, informasi tersebut sebagian besar harus disampaikan melalui tindakan.Hasilnya memang membuat film bergerak cepat, tetapi kedalaman karakter tertentu menjadi terbatas.Ini menjadi salah satu paradoks film: semakin sedikit karakter berbicara, semakin banyak penonton harus menafsirkan.Shailene Woodley dan Karakter SophiaSophia seharusnya menjadi salah satu elemen emosional terpenting dalam perjalanan John.Ia bukan sekadar pasangan protagonisIa adalah representasi dari kehidupan normal yang sebenarnya diinginkan John.Karena itu, hubungan John dan Sophia memiliki fungsi penting dalam struktur cerita: Sophia memperlihatkan bahwa John sebenarnya masih memiliki sisi manusia yang ingin diselamatkan. Namun karakter ini juga menjadi salah satu bagian yang terasa kurang berkembang.Minimnya dialog membuat hubungan mereka lebih banyak dibangun melalui visual daripada percakapan.Secara konsep memang menarik.Tetapi secara emosional, film terkadang membuat penonton harus menerima begitu saja bahwa hubungan mereka sangat dalam tanpa memberikan cukup ruang untuk benar-benar merasakan proses kedekatan tersebut.Detroit 1977 Bukan Sekadar LatarSalah satu kekuatan Motor City adalah bagaimana Detroit tahun 1977 digunakan sebagai atmosfer.Film tidak mencoba membuat Detroit hanya sebagai lokasi tempat karakter bergerak.Kota tersebut terasa seperti bagian dari identitas film.Lingkungan yang kasar, warna visual yang terasa kusam, kendaraan klasik, pakaian, interior, serta musik periode 1970-an menciptakan atmosfer retro yang kuat.Penonton harus “membaca” dunia yang ditampilkan.Detroit dalam film terasa seperti kota yang sedang mengalami luka, dan John seolah menjadi representasi dari luka tersebut.Itulah sebabnya judul Motor City terasa lebih tepat daripada sekadar nama lokasi.Motor, jalan raya, bengkel, mobil, dan kekerasan semuanya menjadi bagian dari identitas visual film.Kekerasan yang Tidak Sekadar Dipakai untuk GayaMotor City tidak malu memperlihatkan kekerasan ,Pukulan terasa berat, Benturan terasa menyakitkan, Darah bukan sekadar aksesoris.Beberapa adegan aksinya bahkan terasa seperti sengaja dirancang untuk membuat penonton meringis.Namun yang menarik adalah kekerasan tersebut sering kali digunakan sebagai bentuk komunikasi.Karena John tidak bisa mengatakan “aku marah”, film membuatnya memukul.Karena ia tidak bisa menjelaskan bahwa dirinya telah kehilangan kendali, tubuhnya menunjukkan hal tersebut, Karena ia tidak memiliki banyak ruang untuk bernegosiasi, konflik diselesaikan melalui fisik.Dengan demikian, aksi bukan hanya bagian hiburan. Aksi menjadi bahasa John.Kesimpulan Motor City (2026) menawarkan film aksi balas dendam dengan gaya yang berbeda, mengandalkan visual, musik, dan ekspresi karakter dibanding dialog. Meski ceritanya sederhana dan beberapa karakter kurang tergali, Alan Ritchson mampu membawa intensitas film dengan kuat. Bukan film yang sempurna, tetapi punya identitas dan atmosfer yang membuatnya tetap menarik untuk disaksikan.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup!
NEWS

Pemenang Palme D’Or Fjord Jadi Pembuka Jakarta World Cinema 2026 dan Inherit karya Banjong Pisanthanakun Jadi Penutup!

JAKARTA, INDONESIA (1 Oktober 2026) — Menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi utama bagi sinema dunia di Asia Tenggara, Jakarta World Cinema (JWC) hari ini mengumumkan program film edisi 2026 dalam acara konferensi pers di CGV Fx Sudirman, Jakarta. Tahun ini, JWC akan menghadirkan 207 film dari 69 negara, dengan lineup impresif yang mencakup 120 film peraih penghargaan dari berbagai festival film paling bergengsi di dunia.Kurasi JWC 2026 tahun ini semakin memperkuat komitmennya terhadap keberagaman dan film-film yang menjadi sorotan di kancah penghargaan internasional.Lineup tersebut mencakup 96 film Asia, 41 film yang disutradarai perempuan, serta 20 film yang menjadi perwakilan resmi negara masing-masing untuk kategori Best International Feature Film pada Academy Awards ke-99.JWC 2026 akan dibuka secara resmi dengan pemutaran film Fjord karya Cristian Mungiu, yang baru saja meraih Palme d’Or Cannes 2026. Sementara itu, festival akan ditutup dengan pemutaran perdana di Indonesia film horor terbaru garapan sineas Thailand Banjong Pisanthanakun (The Medium, Shutter), Inherit, yang kembali menghadirkan kisah horor dengan ciri khasnya.Deretan film internasional yang hadir di festival tahun ini mencerminkan panorama sinema dunia paling menonjol sepanjang tahun. Audiens akan berkesempatan menyaksikan Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, peraih Grand Prix Festival de Cannes 2026; All of a Sudden karya Ryūsuke Hamaguchi, yang mengantarkan aktris utamanya meraih Best Actress Cannes 2026; serta film terbaru Jesse Eisenberg, The Debut.Lineup tersebut juga mencakup Naza karya Yuval Abraham dan Rachel Szor, peraih Special Jury Prize Venice 2026, serta Woman Unknown karya May el-Toukhy, yang baru saja memenangkan Golden Lion Venice 2026. Melengkapi pencapaian bersejarah tersebut, Yellow Letters karya Ilker Çatak, pemenang Golden Bear untuk Film Terbaik di Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) 2026, juga masuk dalam program pemutaran daring JWC. Kehadiran ketiga pemenang penghargaan tertinggi dari Cannes, Venesia, dan Berlin dalam satu edisi menjadikan JWC 2026 sebuah perhelatan festival film internasional yang istimewa.Menambah bobot program festival tahun ini, sinematografer ternama Tudor Vladimir Panduru, penata sinematografi di balik visual memukau film pembuka Fjord, akan hadir secara langsung di Jakarta. Panduru akan memberikan sesi masterclass eksklusif, berbagi wawasan mendalam mengenai proses kreatif dan pendekatan sinematografinya kepada para sineas, pelaku industri, serta pecinta film Indonesia.“Visi kami untuk Jakarta World Cinema sejak awal adalah menjembatani sinema kelas dunia dengan audiens di Indonesia, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai salah satu pusat cinema culture penting di kawasan Asia Tenggara,” ujar Frederica, Executive Director JWC. “Misi kami adalah menciptakan ruang yang inklusif, tempat keunggulan sinematik dapat melampaui batas-batas negara. Dengan menghadirkan film-film penting ini ke layar Indonesia, kami berharap dapat memantik percakapan, menginspirasi para pembuat film lokal, dan merayakan kekuatan sinema.”Festival Director JWC, Shandy Gasella, menekankan arti penting kurasi tahun ini bagi penonton Indonesia.“Menghadirkan 120 film peraih penghargaan saja sudah merupakan pencapaian besar. Namun, dapat menghadirkan sekaligus para pemenang Golden Bear, Palme d’Or, dan Golden Lion dalam satu edisi merupakan pencapaian tersendiri yang sangat berarti bagi kami,” ujar Shandy. “Bagi para penikmat film di Indonesia, JWC menjadi kesempatan langka untuk merasakan denyut utama sinema dunia kontemporer secara langsung. Film-film ini bukan sekadar karya sinema, tetapi suara-suara yang berani, dan relevan. Akses terhadap sinema dengan kualitas seperti ini di dalam negeri dapat membawa perubahan besar bagi perkembangan kultur sinema di Indonesia.”Program pemutaran daring tersedia melalui KlikFilm sepanjang 31 Oktober–21 November 2026. Dengan demikian, audiens dari berbagai penjuru Nusantara dapat turut menikmati rangkaian sinema dunia yang dihadirkan JWC 2026 tanpa harus datang ke Jakarta.Informasi tiket, jadwal lengkap festival, serta informasi lebih lanjut mengenai masterclass Tudor Vladimir Panduru akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang melalui situs web dan media sosial resmi Jakarta World Cinema.

Admin Kupas Tuntas Film 01 Oct 2026
VIDEO
Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan
NEWS

Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan

Film Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026 di bioskop! Jakarta, 2 Oktober 2026 — Sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films mempersembahkan film yang akan menyegarkan perfilman Indonesia lewat film berjudul Pasukan 1000 Janda, yang dikemas dengan genre historical fantasy action. Film ini akan mengikuti kisah Laksamana Malahayati dari Aceh, bersama pasukan Inong Balee, yang dengan berani melawan para penjajah.Dalam trailer terbaru yang dirilis, Pasukan 1000 Janda menampilkan pertempuran epik para perempuan bersenjatakan rencong dan ilmu beladiri, menghadapi armada kapal perang Belanda dengan meriam.Kita diajak untuk melihat dunia Aceh di masa lampau, yang diterjemahkan dari kisah perang di atas kapal, di tengah ombak laut, dan pertarungan pedang penuh ketegangan. Film Pasukan 1000 Janda menjanjikan pengalaman visual kolosal nan epik yang akan membawa penonton masuk ke dunia sejarah lewat pengalaman sinematik yang imersif dan menghibur. Poster film Pasukan 1000 Janda turut melengkapi nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh yang mengikuti Laksamana perempuan pertama di dunia, Malahayati, bersama pasukan perempuan Inong Balee, yang kehilangan suami mereka.“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar sutradara Archie Hekagery.Disutradarai Archie Hekagery, film ini diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.Bagi Atiqah Hasiholan, Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee mencerminkan bahwa sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Semangat Laksamana Malahayati dan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.Nilai tentang perempuan yang berani memimpin, mengambil keputusan dan menentukan hidupnya sendiri tetap relevan dengan perempuan Indonesia hari ini.“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang,” ujar Atiqah Hasiholan.Sementara itu, Tasha Siahaan, yang memerankan Dahlia, salah satu pasukan Inong Balee, menambahkan, Pasukan 1000 Janda juga memberinya banyak hal baru.Termasuk belajar aksen dialek Aceh, belajar koreografi action, hingga mempelajari sejarah perjuangan perempuan.“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam.Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar,” ujar Tasha Siahaan.Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026
VIDEO
Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!
MOVIE
4.0

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.Filmnya Terasa Hangat Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.Jalan Ceritanya Mudah Untuk DiikutiSalah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.Akting Para Pemain yang MeyakinkanDari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.Punya Visual yang CantikSelain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.Film Yang Punya Banyak RasaHal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalanEnding yang PasBagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.KesimpulanDear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.

Abdul Haris 08 Aug 2026