Logo KTF KupasTuntasFilm

Trio GJLS Resmi Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Tayang Serentak di Bioskop 5 November 2026 !

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Jakarta, 31 Agustus 2026 — Kabar penting sekaligus peringatan bagi siapa pun yang rahangnya mudah pegal karena tertawa tanpa henti. Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment secara resmi mengumumkan tanggal rilis film layar lebar terbaru mereka, GJLS: Berapi-Api. Film komedi aksi yang paling dinanti ini dipastikan meluncur serentak di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 5 November 2026.

Setelah sukses memporak-porandakan penonton lewat film debut GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025 lalu, trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kini kembali dengan beban tanggung jawab yang jauh lebih berbahaya, serta jauh lebih butuh perjuangan.

Ketika Trio GJLS Diberi Tanggung Jawab Nyawa dan Selang Air

Dalam GJLS: Berapi-Api, trio abang-abang ini mewujudkan cita-cita masa kecil mereka yang mulia namun riskan: menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar). Sayangnya, niat tulus menyelamatkan warga justru berbenturan dengan kepanikan struktural, adu argumen nirfaedah di tengah kobaran api, hingga konflik persahabatan yang meledak-ledak.

"Di film pertama, kita dibikin pusing dengan urusan bapak–anak. Sekarang di 'GJLS: Berapi-Api', kita dikasih seragam damkar, helm baja, sama selang bertekanan tinggi. Bukannya tenang, malah kebakaran ego masing-masing yang lebih bahaya. Penonton jangan harap dapat aksi heroik yang tenang; ini isinya murni teriakan, panik, dan persahabatan yang diuji pas api udah di depan muka," ujar Rigen Rakelna, aktor dan salah satu pendiri GJLS Entertainment.

Monty Tiwa Kembali Pasang Badan Mengawal Kekacauan

Kursi nahkoda penyutradaraan kembali dipercayakan kepada sineas kawakan Monty Tiwa.

Memasuki 25 tahun jam terbangnya di sinema nasional, Monty kembali membuktikan kesabarannya dalam meracik energi improvisasi organik anak-anak GJLS ke dalam bingkai visual sinematik yang megah.

"Menyutradarai trio GJLS di film aksi damkar itu rasanya seperti mengendalikan truk blangwir yang remnya blong tapi sopirnya malah sibuk debat. Tapi di situlah magisnya. 5 November 2026 adalah tanggal di mana masyarakat Indonesia boleh melepaskan semua beban pikiran, masuk bioskop, dan menertawakan kekonyolan hidup bersama-sama," tutur Monty Tiwa, sutradara.

Catat Tanggalnya!

GJLS: Berapi-Api resmi tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Informasi mengenai tiket pra-pesan (presale) dan agenda penayangan khusus (special screening) akan diumumkan dalam waktu dekat. Pantau terus saluran resmi tanpa perlu panik melalui akun media sosial @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment, dan @sinemagna.

More Recommendations

Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan
MOVIE
3.0

Ketika Sebuah Rumah Menjadi Tempat Untuk Menemukan Harapan

Rumah Singgah hadir sebagai film drama yang tidak hanya mengandalkan konflik emosional, tetapi juga berusaha memberikan ruang bagi hampir setiap tokohnya untuk memiliki cerita masing-masing. Digara​​p oleh Dyan Sunu Prastowo dan ditulis oleh Celvin Jaya Hadi, Raditya Kurnia, dan Aryo Wibianto, film ini menawarkan kisah tentang manusia, hubungan, serta arti sebuah tempat yang perlahan bisa berubah menjadi rumah bagi orang-orang yang sedang membutuhkan tempat untuk pulang.Sejak awal, film ini mampu membangun cerita dengan unsur drama yang cukup kuat. Menariknya, Rumah Singgah tidak hanya berfokus pada satu karakter utama, tetapi memberikan kesempatan kepada sejumlah tokohnya untuk diperkenalkan lebih jauh. Masing-masing memiliki latar belakang, persoalan, dan perjalanan emosional yang membuat keberadaan mereka terasa penting terhadap keseluruhan cerita.Pendekatan tersebut membuat film terasa lebih manusiawi. Penonton tidak hanya diajak mengikuti satu konflik, tetapi juga melihat bagaimana berbagai karakter dengan permasalahan masing-masing bisa saling bertemu, berinteraksi, dan memberikan pengaruh satu sama lain.Bukan Sekadar Tempat PersinggahanSalah satu kekuatan terbesar Rumah Singgah justru terdapat pada judulnya. “Rumah Singgah” memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar tempat untuk tinggal sementara.Rumah dalam film ini menjadi ruang tempat para pasien menemukan sesuatu yang mungkin selama ini mereka butuhkan: keluarga, persahabatan, cinta, harapan, dan alasan untuk tetap tersenyum.Mereka mungkin datang sebagai orang-orang yang sedang berada dalam kondisi sulit, tetapi rumah tersebut perlahan mempertemukan mereka dengan orang-orang yang membuat perjalanan hidup terasa sedikit lebih ringan. Dari sinilah film menunjukkan bahwa rumah tidak selalu berbicara tentang bangunan atau tempat tinggal.Rumah bisa berarti orang-orang yang membuat kita merasa diterima.Makna tersebut menjadi salah satu pesan emosional yang membuat Rumah Singgah terasa dekat dengan kehidupan. Ada kalanya seseorang tidak membutuhkan solusi besar untuk menghadapi masalahnya. Terkadang, kehadiran orang lain, sebuah percakapan sederhana, persahabatan, atau bahkan tawa kecil sudah cukup untuk memberikan alasan agar seseorang terus bertahan.Akting & Chemistry Dari Para Pemain Yang BagusFilm ini dibintangi oleh Adhisty Zara sebagai Karla, Devano Danendra sebagai Luki, Ciccio Manassero sebagai Toni, dan Messi Gusti sebagai Pika.Keempatnya mampu memberikan warna berbeda terhadap cerita. Adhisty Zara tampil dengan pembawaan emosional yang mampu membawa penonton lebih dekat dengan karakter Karla. Sementara Devano Danendra memberikan keseimbangan melalui karakter Luki yang memiliki dinamika tersendiri dalam cerita.Chemistry antara para pemain juga menjadi salah satu aspek yang membuat film terasa hidup. Hubungan antarkarakter tidak terasa sekadar dibuat untuk kebutuhan cerita, tetapi berkembang melalui interaksi dan berbagai momen yang mereka lalui bersama.Yang menarik, kekuatan akting film ini tidak hanya berasal dari pemeran utamanya. Para pemain pendukung seperti Aming, Dewi Irawan, Alex Abbad, dan Marthino Lio turut memberikan kontribusi besar terhadap atmosfer emosional film.Kehadiran mereka membuat cerita memiliki lapisan emosi yang lebih luas. Beberapa karakter pendukung bahkan mampu mencuri perhatian melalui ekspresi, dialog, maupun interaksi mereka dengan karakter lainnya.Unsur Drama & Komedi yang Berjalan SeimbangMeski membawa tema yang cukup emosional, Rumah Singgah tidak menjadikan dirinya sebagai film drama yang terus-menerus serius.Unsur komedi disisipkan di beberapa bagian dengan cukup baik sehingga film tidak terasa berat ataupun membosankan. Momen-momen ringan tersebut memberikan jeda dari konflik emosional yang sedang berlangsung.Perpaduan antara drama dan komedi ini menjadi salah satu alasan mengapa film tetap terasa nyaman untuk diikuti. Ketika cerita mulai membawa penonton ke situasi yang emosional, humor hadir untuk memberikan sedikit ruang bernapas sebelum cerita kembali membawa penonton kepada konflik utamanya.Keseimbangan tersebut juga terasa penting karena tema yang diangkat sebenarnya cukup sensitif dan emosional. Dengan adanya komedi, film tidak terasa terlalu melodramatis.Punya Sinematografi Yang Cukup BagusDari sisi visual, Rumah Singgah memiliki sinematografi yang cukup baik dalam mendukung suasana cerita. Pengambilan gambar tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi turut membantu membangun atmosfer emosional di beberapa adegan.Salah satu bagian yang cukup menarik adalah scene origami. Adegan tersebut memiliki nilai visual sekaligus emosional yang kuat. Origami yang secara sederhana merupakan aktivitas melipat kertas dapat terasa memiliki makna lebih besar ketika ditempatkan dalam konteks cerita.Visual pada bagian tersebut menjadi salah satu momen yang menunjukkan bahwa Rumah Singgah tidak hanya ingin bercerita melalui dialog. Ada beberapa hal yang disampaikan melalui gambar, gestur, serta objek yang digunakan oleh karakter.Keluarga Bukan Hanya Tentang Ikatan DarahRumah Singgah bukan hanya film mengenai para pasien dan tempat mereka tinggal sementara. Film ini berbicara tentang bagaimana manusia bisa menemukan keluarga di tempat yang tidak pernah mereka duga sebelumnya.Keluarga dalam film ini tidak selalu hadir melalui hubungan darah. Ia dapat terbentuk melalui persahabatan, kepedulian, kasih sayang, dan keberanian untuk hadir bagi seseorang ketika mereka sedang berada di titik terendah.Film ini juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Di balik seseorang yang terlihat kuat, bisa saja terdapat perjuangan yang sangat berat. Karena itu, sedikit perhatian dan kepedulian dari orang lain terkadang bisa memiliki arti yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.KesimpulanSecara keseluruhan, Rumah Singgah merupakan film drama yang berhasil menggabungkan cerita emosional, persahabatan, keluarga, cinta, serta komedi dengan cukup baik. Keputusan untuk memberikan cerita kepada hampir setiap karakter membuat dunia film terasa lebih luas dan membuat penonton memiliki kesempatan untuk memahami perjalanan masing-masing tokoh.Akting dan chemistry para pemain juga menjadi kekuatan utama, ditambah dengan sinematografi yang cukup menarik, mRumah Singgah mampu memberikan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga menyentuh.Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa rumah tidak selalu berarti tempat untuk kembali. Terkadang, rumah adalah tempat di mana kita menemukan orang-orang yang membuat kita kembali memiliki alasan untuk berharap.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan film bergenre drama, persahabatan, dan keluarga , film ini bisa jadi tonton wajib buat kalian.

Rahmadandi Desky Prayuda 31 Aug 2026
VIDEO
Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!
MOVIE
3.5

Film Kung Fu Soccer : Stephen Chow Kembali dengan Kekocakan Kung Fu dan Sepak Bola!

Setelah cukup lama tidak menghadirkan film layar lebar sebagai sutradara, Stephen Chow akhirnya kembali dengan Kung Fu Soccer (2026).Film aksi, komedi, dan olahraga ini menjadi salah satu proyek yang paling menarik perhatian karena membawa kembali formula yang pernah membuat Shaolin Soccer (2001) begitu ikonik: sepak bola, seni bela diri, aksi berlebihan, komedi absurd, serta karakter-karakter underdog yang berusaha membuktikan kemampuan mereka. Film ini juga menjadi film layar lebar pertama Chow sebagai sutradara setelah The New King of Comedy (2019).Namun, Kung Fu Soccer bukan sekadar mengulang cerita Shaolin Soccer. Kali ini Stephen Chow mengarahkan cerita kepada sebuah tim sepak bola wanita bernama Emei yang harus menghadapi berbagai tantangan dalam turnamen Supreme Invincible Cup. Tim tersebut dipimpin oleh Shuangshuang yang diperankan Zhang Xiaofei, bersama Yu Long yang diperankan Dilraba Dilmurat dan Xu Feng yang diperankan Yixing Zhang.Kembali Ke Formula Stephen ChowSalah satu alasan utama mengapa Kung Fu Soccer terasa menarik adalah karena film ini benar-benar membawa kembali gaya penyutradaraan Stephen Chow.Stephen Chow masih sangat memahami bagaimana menggabungkan komedi slapstick, ekspresi wajah yang berlebihan, dialog kocak, adegan aksi yang tidak masuk akal, serta momen-momen yang sengaja dibuat absurd. Bahkan ketika pertandingan sepak bola berlangsung serius, selalu ada saja kejadian yang membuat suasananya berubah menjadi komedi. Inilah yang membuat film ini terasa seperti karya Stephen Chow.Ada banyak adegan yang seolah-olah mengatakan kepada penonton bahwa mereka tidak perlu terlalu serius ketika menonton film ini. Logika dan hukum fisika bisa ditinggalkan sementara karena yang ingin diberikan Chow adalah hiburan.Konsep kung fu yang diterapkan ke dalam sepak bola juga menjadi daya tarik tersendiri. Tendangan, gerakan tubuh, dan berbagai teknik bela diri dikemas seperti sebuah pertarungan besar, tetapi tetap dengan sentuhan humor.Buat penggemar Shaolin Soccer, formula seperti ini tentu akan terasa sangat familiar.Bahkan secara konsep, Kung Fu Soccer bisa dianggap sebagai penerus spiritual Shaolin Soccer, bukan sekadar film olahraga biasa. Keduanya sama-sama memadukan seni bela diri dengan sepak bola dan menghadirkan kelompok underdog yang harus berjuang menghadapi lawan-lawan yang jauh lebih kuat.Akting Para Pemain Yang ApikDari sisi akting, jajaran pemain Kung Fu Soccer tampil cukup baik.Zhang Xiaofei sebagai Shuangshuang mampu menjadi pusat perhatian sebagai karakter utama. Ia bisa membawa sisi serius ketika cerita membutuhkannya, tetapi juga mampu mengikuti ritme komedi yang menjadi identitas film.Dilraba Dilmurat juga memberikan penampilan yang menyenangkan. Kehadirannya memberikan energi tersendiri, terutama ketika film mulai memasuki bagian pertandingan.Sementara Yixing Zhang juga cukup menarik sebagai bagian penting dari perjalanan tim.Selain ketiganya, film ini diperkuat oleh deretan pemeran pendukung seperti Mi Ai, Jin Au-Yeung, Louis Cheung, Sisley Choi, Jacob Gau, Carina Lau, Jiayue Li, Zhao Lina, Takeru Satoh, Larine Tang, Jimmy O. Yang, dan Isabelle Zhang.Menariknya, film ini juga membawa sejumlah nama besar Asia sebagai bagian dari jajaran pemainnya. Takeru Satoh dan Carina Lau menjadi salah satu nama yang cukup mencuri perhatian dari jajaran cast.Ceritanya Sederhana , Namun KuatDari segi cerita, Kung Fu Soccer tidak mencoba membuat alur yang terlalu rumit.Fokus utamanya adalah perjalanan tim sepak bola wanita Emei dalam menghadapi berbagai rintangan sampai mereka bisa membuktikan kemampuan di kompetisi besar.Cerita seperti ini sebenarnya sangat familiar namun, kesederhanaan tersebut justru membuat film mudah diikuti.Alurnya tidak berbelit-belit dan penonton bisa dengan cepat memahami tujuan setiap karakter. Film juga tidak terlalu sibuk memasukkan banyak konflik yang justru bisa mengganggu fokus utama.Meski begitu, Kung Fu Soccer tetap memberikan beberapa momen emosional sehingga film tidak hanya berisi komedi dari awal sampai akhir.Komedi Yang Kocak & AbsurdKalau ada satu hal yang paling terasa dari Kung Fu Soccer, tentu saja adalah komedinya.Stephen Chow masih menggunakan jenis humor yang menjadi ciri khasnya: absurd, slapstick, spontan, dan terkadang sengaja dibuat berlebihan.Ada beberapa part yang benar-benar berhasil membuat tertawa karena timing komedinya cukup tepat. Bahkan dalam beberapa adegan pertandingan, sesuatu yang awalnya terlihat serius bisa berubah menjadi lelucon hanya karena ekspresi karakter atau situasi yang tidak terduga.Yang menarik, humor dalam film ini tidak hanya muncul dari dialog. Banyak juga komedi visual yang memanfaatkan gerakan tubuh, editing, efek visual, hingga reaksi para karakter.Buat penonton yang memang cocok dengan gaya komedi Stephen Chow, bagian ini kemungkinan besar menjadi salah satu alasan utama menikmati filmnya.Ada Momen Sedih Di Balik KekocakanWalaupun identitas utamanya adalah film komedi, Kung Fu Soccer tidak melupakan sisi emosional.Beberapa bagian cerita memberikan ruang bagi karakter untuk memperlihatkan perjuangan, tekanan, kegagalan, dan alasan mereka tetap bertahan.Momen-momen tersebut membuat karakter terasa sedikit lebih manusiawi.Perubahan suasana dari komedi menuju adegan yang lebih emosional juga cukup menarik. Penonton yang awalnya tertawa bisa tiba-tiba diajak melihat sisi lain dari karakter-karakternya.Memang tidak semua momen emosionalnya memiliki kedalaman yang luar biasa, tetapi cukup untuk memberikan keseimbangan agar film tidak terasa seperti kumpulan sketsa komedi semata.Adegan Musikal Yang Menambah WarnaSelain kung fu, sepak bola, komedi, dan drama, Kung Fu Soccer juga mempunyai beberapa bagian musikal.Elemen ini memang bukan bagian terbesar dari film, tetapi cukup memberikan variasi.Bagian musikal membuat film terasa semakin ringan dan semakin dekat dengan gaya hiburan Stephen Chow yang memang sering mencampurkan berbagai elemen dalam satu film.Ketika sebuah film sudah mempunyai pertandingan sepak bola, aksi kung fu, komedi absurd, dan drama, kehadiran beberapa bagian musikal justru membuat pengalaman menontonnya semakin unik.Punya Sinematografi & CGI Yang BagusSecara visual, Kung Fu Soccer juga tampil cukup menarik.Adegan pertandingan sepak bola dibuat lebih spektakuler dengan penggunaan kamera yang dinamis serta koreografi yang menggabungkan gerakan sepak bola dengan seni bela diri.CGI juga digunakan untuk memperbesar skala aksi. Tendangan yang biasanya hanya terlihat sebagai tendangan biasa dapat dibuat menjadi sebuah serangan dengan efek yang jauh lebih fantastis.Memang, CGI dalam film seperti ini tidak harus selalu terlihat realistis karena sejak awal Kung Fu Soccer memang bermain di wilayah fantasi dan komedi.Justru visual yang berlebihan tersebut menjadi bagian dari identitas film.Hal ini juga mengingatkan kembali pada Shaolin Soccer, yang terkenal dengan penggunaan efek visual untuk membuat pertandingan sepak bola terasa seperti pertarungan superhero.Stephen Chow Masih Punya Sentuhan MagisnyaHal paling menarik dari Kung Fu Soccer adalah bagaimana Stephen Chow masih mampu mempertahankan identitasnya sebagai seorang filmmaker.Setelah bertahun-tahun, gaya khasnya masih sangat mudah dikenali.Film ini tidak berusaha menjadi film sepak bola yang realistis. Tidak juga mencoba menjadi film kung fu yang serius.Dan menurut MINPAS , keputusan tersebut adalah pilihan yang tepat.Film ini mungkin tidak akan memberikan sesuatu yang benar-benar baru bagi penonton yang sudah sangat mengenal karya-karya Stephen Chow. Beberapa formula bahkan terasa seperti nostalgia terhadap karya-karya lamanya. Tetapi justru di situlah kesenangannya.Menonton Kung Fu Soccer seperti kembali melihat Stephen Chow bermain dengan dunia yang absurd, karakter underdog, aksi yang tidak masuk akal, dan komedi yang sengaja dibuat kelewat batas.KesimpulanKung Fu Soccer (2026) adalah comeback yang cukup menyenangkan dari Stephen Chow sebagai sutradara.Cerita yang sederhana dan tidak berbelit-belit membuat film mudah dinikmati.Akting para pemainnya juga cukup bagus, sementara komedi absurd khas Stephen Chow menjadi salah satu kekuatan terbesar film.Untuk SOBAT KTF jangan berharap Kung Fu Soccer bisa sepenuhnya mengulang keajaiban Shaolin Soccer ya...Kung Fu Soccer cukup berhasil membawa kembali formula Stephen Chow ke layar lebar dan jelas terasa seperti surat cinta Stephen Chow kepada salah satu formula paling ikonik dalam kariernya.

Rahmadandi Desky Prayuda 14 Aug 2026
VIDEO
CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!
NEWS

CALON GUBERNUR INI NGGAK BISA BOHONG LAGI! Kira Kira Kenapa Ya Temukan Jawabannya Di Film Bapak Paling JUJUR!

Andovi da Lopez jadi Jonas Prakoso, calon gubernur yang kehilangan filter dan harus menghadapi kekacauan setelah semua isi kepalanya keluar begitu sajaJakarta, 17 September 2026 — Apa jadinya bila seorang calon gubernur yang biasanya jago pencitraan tiba-tiba nggak bisa bohong sama sekali?Kekacauan itulah yang diperlihatkan dalam main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR, film komedi karya sutradara Fajar Nugros yang akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.Dalam film ini, Andovi da Lopez berperan sebagai Jonas Prakoso, calon gubernur yang tahu betul cara memenangkan hati rakyat. Penampilan rapi, senyum di depan kamera, janji manis, hingga pencitraan telah dipersiapkan. Namun, sebuah kutukan dari neneknya membuat Jonas kehilangan kemampuan untuk berbohong.Sejak saat itu, apa pun yang ada di kepalanya langsung keluar dari mulutnya. Tidak ada filter, tidak ada jawaban yang dibuat-buat. Rahasia yang seharusnya disimpan, pikiran yang seharusnya cukup ada di kepala, sampai berbagai hal yang bisa membuat situasi semakin runyam ikut terbongkar. Dari urusan kampanye sampai kehidupan pribadinya, Jonas pun harus menghadapi konsekuensi dari kejujuran yang datang tanpa rem.“Saya tertarik dengan premis BAPAK PALING JUJUR karena pertanyaannya sederhana, tapi konsekuensinya bisa ke mana-mana: apa jadinya kalau kita benar-benar nggak bisa menyaring apa yang ingin kita katakan?” ujar Fajar Nugros, sutradara BAPAK PALING JUJUR.“Cerita ini sudah berhasil di Brasil dan Korea, dan sekarang kami mencoba membawanya ke Indonesia dengan karakter dan situasi yang dekat dengan penonton di sini. Buat saya, justru dari situ komedinya muncul,”sambungnyaBAPAK PALING JUJUR merupakan adaptasi dari film Korea Selatan Honest Candidate (2020) yang kemudian dibuat sekuelnya pada 2022. Film Korea tersebut sendiri merupakan adaptasi dari film Brasil O Candidato Honesto (2014). Setelah hadir dalam dua versi tersebut, cerita tentang seseorang yang tiba-tiba kehilangan kemampuan untuk berbohong kini dibawa ke Indonesia dengan karakter, humor, dan situasi yang dekat dengan keseharian penontonIndonesia Indonesia.“Jujur, proses membuat trailer ini sendiri bikin kami cukup pusing,” ujar Aoura Lovenson Chandra, Produser BAPAK PALING JUJUR.“Kami harus memilih dari begitu banyak kekacauan yang dialami Jonas. Kalau semuanyadimasukkan, bisa-bisa trailernya lebih panjang dari filmnya, hahaha. Tapi justru itu yang seru.Karena ketika seseorang sudah nggak bisa menyaring apa yang ingin dikatakannya, semuanya jadi kacau. Hal sederhana pun bisa berubah jadi masalah besar,” katanya lagi.Selain Andovi da Lopez, BAPAK PALING JUJUR juga dibintangi Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, Indy Barends, Akim Bagil, Mr. Kemingg. Main trailer dan poster terbaru BAPAK PALING JUJUR sudah dapat disaksikan melalui akun media sosial Bapak Paling Jujur, Cahaya Pictures, dan Studio Antelope.Sudah siap melihat apa yang terjadi kalau filter pencitraan benar-benar hilang?BAPAK PALING JUJUR tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
VIDEO
WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!
NEWS

WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!

Film komedi horor terlucu dari Rapi Films akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026 !Jakarta, 31 Agustus 2026 - Film terbaru dari Rapi Films, dengan kolaborasi bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, sebuah komedi horor berjudul Warga Rusun 609 hari ini resmi merilis poster dan trailer yang memperlihatkan kekacauan para warga penghuni rusun ketika harus berhadapan dengan arwah Bunga sekaligus ancaman relokasi dari Pak Bahlil. Disutradarai oleh Herwin Novianto dengan penulisan skenario oleh Upi, film ini mempertemukan komedi dan horor dalam dinamika bertetangga di sebuah rusun ke dalam sebuah suguhan yang penuh kejutan dan kelucuan.Warga Rusun 609 akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.Melalui trailernya, penonton diajak mengenal lebih dekat dengan film Warga Rusun 609 yang bercerita tentang ARKA (Morgan Oey), mahasiswa populer dan kaya raya yang menghancurkan hubungannya dengan BUNGA (Ranty Maria) karena sebuah taruhan bodoh. Ketika Bunga ditemukan tewas dan arwahnya menghantui kamar 609, warga rusun yang penuh tingkah pun dibuat kalang kabut. Di saat yang sama, mereka harus menghadapi PAK BAHLIL (David Nurbianto) yang mengancam akan merelokasi mereka. Hantu yang tidak mau pergi bertemu dengan warga yang tidak mau digusur. Kekacauan pun tak terhindarkan.Sebagai adaptasi dari film horor komedi Thailand, Buppah Rahtree, Warga Rusun 609 tidak hanya memindahkan ceritanya ke Indonesia. Dunia rusun menjadi ruang yang membuat ceritanya terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat kita. Ketika teror muncul, para warga bereaksi dengan caranya masing-masing, ada yang panik, bergosip, berdebat, mencari orang pintar, saling menyalahkan, sampai akhirnya terpaksa menghadapi masalah itu bersama-sama. Dari situlah komedi Warga Rusun 609 tumbuh.“Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur.Dari situ kami merasa cerita Buppah Rahtree bisa punya kehidupan yang sangat berbeda ketika dibawa ke Indonesia,” ujar produser Sunil Samtani.Kekuatan tersebut semakin terasa melalui deretan pemeran yang menghidupkan karakter-karakterWarga Rusun 609 yang mempertemukan aktor, komedian, stand-up comedian, sampai figur internet dalam satu lingkungan rusun. Selain Morgan Oey dan Ranty Maria, film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita, Sarah Sechan, Aming, hingga Dustin Tiffani. Film Warga Rusun 609 mengandalkan kekacauan ensemble cast yang akan membuat penonton tertawa dan terhibur.Melalui Warga Rusun 609, Herwin Novianto kembali mengeksplorasi pertemuan horor dan komedi, kali ini dalam dunia sebuah rusun yang dihuni oleh warga dengan segala tingkah dan persoalannya.Sementara itu, bagi Morgan Oey, kesempatan bermain dalam komedi horor garapan Rapi Films dan disutradarai Herwin Novianto memberikan pengalaman yang berbeda, terutama karena ia harus berada di tengah dinamika pemain yang begitu beragam.“Warga Rusun 609 punya kombinasi yang menarik. Horornya ada banget, tapi cara para karakter menghadapi situasi yang mereka alami membuat semuanya menjadi sangat kocak dan menghibur.Pengalaman bekerja bersama Mas Herwin juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena Mas Herwin punya teknik pendekatan yang kuat dalam mempertemukan horor dan komedi. Saya menikmati prosesnya, terutama ketika harus membangun karakter Arka di tengah warga-warga rusun lainnya yang punya energi dan warna masing-masing,” ungkap Morgan Oey.Warga Rusun 609 merupakan film persembahan Rapi Films berkolaborasi dengan Sky Media Films, Vortera Studios dan Legacy Pictures, karya sutradara Herwin Novianto dan penulis skenario Upi. WargaRusun 609 dibintangi oleh Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Ikuti perkembangan Warga Rusun 609 melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!
NEWS

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya. Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!
NEWS

GJLS: Berapi-Api Rilis Teaser Trailer, Tiba-tiba Hadirkan Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho!

Jakarta, 3 September 2026 — Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment resmi merilis Teaser Trailer film layar lebar kedua mereka, GJLS: Berapi-Api, yang dijadwalkan meluncur serentak di bioskop mulai 5 November 2026.Kini siap melawan si jago merah sebagai pemadam kebakaran (damkar), trio GJLS; Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir, tampil gagah berseragam khas petugas damkar dalam film komedi terbaru mereka ini. Plot Twist Skala Nasional: Kejutan Munculnya Nama 3 Aktor Papan AtasNamun, ilusi kekerenan tersebut runtuh tanpa ampun saat teaser trailer mulai diputar.Bukannya aksi penyelamatan yang dramatis, penonton langsung disuguhi kemunculan mendadak nama-nama para bintang besar perfilman tanah air; Arya Saloka, Baim Wong dan Chicco Jerikho. Ingat ya, hanya kemunculan namanya saja. Di bawah arahan sutradara Monty Tiwa, film ini membuktikan ambisinya meramu formula multi-genre: dinamika persahabatan, intrik misteri misi penyelamatan, ketegangan kobaran api, hingga letupan romansa yang dibalut humor spontan tanpa rem.Untuk film kami kali ini, saya dan teman-teman GJLS harus melewati persiapan yang lebih serius, bahkan sampai harus menjalani pelatihan sebagai pemadam kebakaran. Melalui film ini, kami tidak hanya ingin membawakan komedi khas GJLS saja, tapi juga cerita tentang persahabatan yang bisa dekat dengan semua orang," seloroh Rigen Rakelna, pemeran utama sekaligus salah satu pendiri GJLS Entertainment.Monty Tiwa: Mengharmoniskan Drama, Aksi, dan Kekalapan AlamiSineas kawakan Monty Tiwa kembali dipercaya menjinakkan liarnya dinamika trio ini dari bangku sutradara."Di film kedua ini, menjadikan trio GJLS sebagai petugas damkar itu ibarat menyalakan korek api di samping tabung gas bocor: langsung meledak secara organik. 'GJLS: Berapi-Api' bukan cuma soal komedi slapstick, tapi ada benang merah pertaruhan persahabatan, misteri, serta aksi yang menghibur yang kami kemas rapi," tutur Monty Tiwa. Peringatan Bahaya: Segera Amankan KursimuGJLS: Berapi-Api resmi tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.Teaser trailer resmi GJLS: Berapi-Api kini sudah mengudara di kanal YouTube Amadeus Sinemagna. Ikuti perkembangan informasi terkini tanpa perlu panik melalui akun Instagram @sinemagna, @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment..

Admin Kupas Tuntas Film 04 Sep 2026
Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!
NEWS

Komedinya Gila, Dramanya Bikin Hati Hangat, Film Agensi Rumah Tangga Satukan Enzy Storia dan Afgan dengan Rekor 7 Komika Perempuan di Satu Layar!

Tonton film Agensi Rumah Tangga mulai 10 September 2026 di bioskop!! Jakarta, 3 September 2026 — Setelah sukses dengan drama komedi dan drama keluarga, sutradara pencetak blockbuster Naya Anindita kini menggarap film komedi perdananya, Agensi Rumah Tangga, persembahan Starvision, bekerjasama dengan Legacy Pictures, Vortera Studios, dan Navvaros, dari produser Chand Parwez Servia. Film Agensi Rumah Tangga diadaptasi dari novel best seller Almira Bastari, dengan naskah yang ditulis oleh Upi dan Ayu Anggraini Putri. Film ini membawa kisah yang hangat dari Katia (Enzy Storia), yang kena PHK dan akhirnya membangun bisnis agensi penyaluran pekerja rumah tangga. Film Agensi Rumah Tangga menjadi eksplorasi terbaru Naya dengan genre komedi, yang menampilkan jajaran komika perempuan sebagai para ART yang ikonik. Mereka berhasil menyampaikan komedi-komedi baik secara dialog hingga adegan dengan penuh kekacauan yang membuat penonton terhibur dan ngakak.“Ini pertama kalinya ada 7 komika perempuan bermain dalam satu judul film. Agensi Rumah Tangga akan membuat penonton menikmatinya dengan cerita yang seru, komedi yang kocak, dan drama yang menyentuh,” ujar produser Chand Parwez Servia.Tak hanya menampilkan komedi, film Agensi Rumah Tangga juga membawa isu yang penting dan dekat. Lewat jajaran para pekerja rumah tangga serta para karakter pekerja perempuan, film ini juga berbicara mengenai pentingnya memberikan kelayakan hak untuk para pekerja domestik.“Aku melihat ART itu terkadang dianggap seperti sebuah fasilitas dalam rumah tangga. Padahal mereka ini juga pekerja, staf, sama seperti kita yang juga pekerja. Untuk itu, film ini juga ingin memantik diskusi bahwa sudah seharusnya kita memperlakukan para ART juga sama seperti kita. Film ini membawa kisah yang penting, meski dikemas dengan ringan dan komedi,” ujar sutradara Naya Anindita.Agensi Rumah Tangga dibintangi oleh Enzy Storia, Afgansyah Reza, Fita Anggriani, Ardit Erwandha, Yunita Siregar, Unique Priscilla, Tike Priatnakusumah, Nada Novia, Dea Panendra, Astrid Juwita, Nury Zhafira, Farrell Rafisqy, Khalif Al Juna, Sheila Dara, Hesti Purwadinata, Lulu Tobing, Febby Rastanty, Dayu Wijanto, Nazira C Noer, Freya Mikhayla, Azamy Syauqi, Niky Putra, Mario Caesar, Kev, Oline Mendeng, Yono Bakrie, Marchella FP, Rendha Rais, Reza Chandika, Arvino Ramadhan, Oki DM, Anyun Cadel, Elia Margaretha, Yudha Brajamusti, McDanny, Shela Lala, Vadie Akbar, Dian Iyoy, dll. Sementara itu, jajaran komika perempuan terbanyak hadir di film ini, mereka di antaranya adalah Ummi Quary, Musdalifah Basri, Neneng Wulandari, Boah Sartika, Priska Baru Segu, Nury Zhafira, dan Mega Salsabila.“Ini cerita yang relate dan semoga untuk yang menonton jadi lebih bisa menghargai kerja para ART yang sudah banyak membantu pekerjaan sehari-hari kita. Film ini juga punya komedi yang sangat lucu dengan komedi-komedi yang diberikan para komika perempuannya. Semoga hangat dan tawanya sampai ke hati penonton,” ujar Enzy Storia.“Film Agensi Rumah Tangga menjadi penanda yang spesial bagi saya karena bertepatan dengan 18 tahun saya merayakan perjalanan bermusik. Di tahun ini, Naya memberikan kesempatan saya untuk mengeksplorasi tantangan baru lewat peran Kafka di film ini, bergabung bersama para pemeran yang luar biasa, dan ceritanya yang hangat, komedinya juga sangat menghibur,” ujar Afgansyah Reza.Ikuti perkembangan terbaru film Agensi Rumah Tangga melalui Instagram @FilmAgensiRumahTangga, @Starvisionplus, @LegacyPictures, @VorteraStudios, @Navvaros.entertainment dan TikTok @StarvisionOfficial.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026