Logo KTF KupasTuntasFilm

Setelah Revisi Dua Kali Karena Foto Blur, GJLS: Berapi-Api Akhirnya Merilis Official Poster, Trailer, dan Original Soundtrack Barasuara Bersama Performance Memukau dari Damkar

PRESS RELEASE Indonesia Liputan Berita Movie

By Admin Kupas Tuntas Film | | 0 views

Jakarta, 2 Oktober 2026 — Setelah melalui dua kali proses revisi akibat drama menggelikan dari trio Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir dengan netizen penggemar GJLS, akhirnya poster GJLS: Berapi-api resmi diizinkan tampil jelas tanpa sensor. Dalam perhelatan konferensi pers yang riuh di Lippo Mall Nusantara, rumah produksi Amadeus Sinemagna resmi meluncurkan paket lengkap promosi: revisi kedua Official Poster, Official Trailer, serta lagu orisinal resmi garapan Barasuara untuk film komedi drama GJLS: Berapi-Api.

Seremoni Nyaris Gagal: Hendak Tampil Heroik, Malah Diselamatkan Regu Damkar Sungguhan

Sesuai tradisi komedi GJLS, acara pembukaan tirai hitam raksasa penutup poster dan trailer tidak dibiarkan berjalan normal tanpa bumbu kepanikan. Niat hati ingin bergaya bak pahlawan penyelamat dengan menarik tirai secara serentak, trio abang-abang ini justru tersangkut tali dan gagal mengeksekusi seremoni hingga memicu tawa penonton di area mal.

Sadar situasi di panggung mulai melenceng dari naskah, Rigen langsung sigap menelepon panggilan darurat pemadam kebakaran. Suasana berubah drastis saat sirene berbunyi dan regu Algojo Api masuk dengan langkah tegap, mengambil alih panggung, lalu menarik tirai hitam tersebut secara sempurna diiringi tepuk tangan riuh para tamu undangan.

Official Trailer: Realitas Tugas Damkar dari Ambil Rapor Sampai Kepala Nyangkut Pagar

Materi official trailer yang baru diputar memperlihatkan pahit-manis perjuangan tiga sahabat masa kecil yang bertekad menjadi petugas pemadam kebakaran yang gagah. Namun, setelah melewati gemblengan tanpa ampun bersama regu Algojo Api, trio GJLS justru dihadapkan pada tugas-tugas lapangan yang tak terduga: mulai dari operasi darurat mengambil rapor anak SD hingga penyelamatan krusial mengeluarkan kepala Yono Bakrie yang tersangkut di jeruji pagar.

Misi mulia berbalut kekacauan tersebut ditegaskan oleh para pemeran utama. "Tujuan kami di film ini ga cuma ingin menunjukkan film GJLS yang lucu dan seru, tapi juga ingin membawakan aksi heroik pemadam kebakaran yang selalu siap membantu kita, dan cerita yang dekat dengan kita semua," papar Rigen Rakelna.

Membawa momen haru ketika ditanya mengenai tema persahabatan yang dibawa dalam film terbaru dari trio komedian ini, Ananta Rispo ternyata meneteskan air mata di tengah panggung press conference. Sulit berkata-kata karena emosinya yang tak terduga pecah di atas panggung, Rispo menekankan pentingnya momen ini dalam hidupnya. “Saya sangat bangga bisa ada di sini bersama kedua sahabat saya,” sebut Rispo di tengah pelukan Rigen dan Hifdzi.

“Intinya, di film ini kami mau membawakan sisi yang dicintai publik penggemar komedi di film pertama, tapi ke level yang lebih dalam segala hal,” ujar Hifdzi mengenai film terbaru mereka.

“Ini adalah GJLS yang lebih lucu, lebih hangat, juga lebih bisa dinikmati berbagai kalangan dan usia.”

Sutradara Monty Tiwa menambahkan, “GJLS: Berapi-Api adalah film baru dengan cerita baru yang berbeda dengan GJLS: Ibuku Ibu-ibu. Ceritanya di-design untuk bisa ditonton bersama keluarga.”

Kemegahan Soundtrack Barasuara dan Jajaran Pemeran Lengkap

Energi film ini kian meledak berkat iringan official original soundtrack bertenaga dari band rock Barasuara yang berjudul “Api dan Mimpi” membuktikan bahwa perseteruan perebutan lagu antara Hifdzi dan Iga Massardi tempo hari resmi tuntas secara musikal.

Di bawah komando sutradara Monty Tiwa, film ini turut diperkuat oleh deretan bintang dan komika lintas generasi: Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Hifdzi Khoir, Carissa Perusset, Aurra Kharisma, Indira Ayu Maharani (Inayma), Ebel Cobra, Grace Emmanuela, Yono Bakrie, Nigel Siwabessy, Rio Dumatubun, dan Sadha Triyudha.

Catat Tanggal Tayangnya!

GJLS: Berapi-Api siap memadamkan stres dan mengocok perut penonton di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.

Saksikan Official Trailer resmi di kanal YouTube Amadeus Sinemagna dan pantau terus kabar terbarunya melalui akun media sosial resmi @sinemagna, @gjlsberapiapi, dan @gjlsentertainment.

More Recommendations

VIDEO
WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!
NEWS

WARGA RUSUN 609 Rilis Trailer dan Poster Resmi, Ketika Hantu Tak Mau Pergi Bertemu Warga yang Tak Mau Digusur!

Film komedi horor terlucu dari Rapi Films akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026 !Jakarta, 31 Agustus 2026 - Film terbaru dari Rapi Films, dengan kolaborasi bersama Sky Media Films, Vortera Studios, dan Legacy Pictures, sebuah komedi horor berjudul Warga Rusun 609 hari ini resmi merilis poster dan trailer yang memperlihatkan kekacauan para warga penghuni rusun ketika harus berhadapan dengan arwah Bunga sekaligus ancaman relokasi dari Pak Bahlil. Disutradarai oleh Herwin Novianto dengan penulisan skenario oleh Upi, film ini mempertemukan komedi dan horor dalam dinamika bertetangga di sebuah rusun ke dalam sebuah suguhan yang penuh kejutan dan kelucuan.Warga Rusun 609 akan tayang di bioskop mulai 1 Oktober 2026.Melalui trailernya, penonton diajak mengenal lebih dekat dengan film Warga Rusun 609 yang bercerita tentang ARKA (Morgan Oey), mahasiswa populer dan kaya raya yang menghancurkan hubungannya dengan BUNGA (Ranty Maria) karena sebuah taruhan bodoh. Ketika Bunga ditemukan tewas dan arwahnya menghantui kamar 609, warga rusun yang penuh tingkah pun dibuat kalang kabut. Di saat yang sama, mereka harus menghadapi PAK BAHLIL (David Nurbianto) yang mengancam akan merelokasi mereka. Hantu yang tidak mau pergi bertemu dengan warga yang tidak mau digusur. Kekacauan pun tak terhindarkan.Sebagai adaptasi dari film horor komedi Thailand, Buppah Rahtree, Warga Rusun 609 tidak hanya memindahkan ceritanya ke Indonesia. Dunia rusun menjadi ruang yang membuat ceritanya terasa sangat dekat dengan keseharian masyarakat kita. Ketika teror muncul, para warga bereaksi dengan caranya masing-masing, ada yang panik, bergosip, berdebat, mencari orang pintar, saling menyalahkan, sampai akhirnya terpaksa menghadapi masalah itu bersama-sama. Dari situlah komedi Warga Rusun 609 tumbuh.“Yang membuat kami tertarik bukan hanya hantunya. Kami membayangkan, kalau kejadian seperti ini benar-benar terjadi di sebuah rusun di Indonesia, bagaimana warga kita akan bereaksi? Pasti ada yang takut, ada yang sok berani, ada yang cari orang pintar, ada yang bergosip, dan semuanya ikut campur.Dari situ kami merasa cerita Buppah Rahtree bisa punya kehidupan yang sangat berbeda ketika dibawa ke Indonesia,” ujar produser Sunil Samtani.Kekuatan tersebut semakin terasa melalui deretan pemeran yang menghidupkan karakter-karakterWarga Rusun 609 yang mempertemukan aktor, komedian, stand-up comedian, sampai figur internet dalam satu lingkungan rusun. Selain Morgan Oey dan Ranty Maria, film ini juga menghadirkan Gita Bhebhita, Sarah Sechan, Aming, hingga Dustin Tiffani. Film Warga Rusun 609 mengandalkan kekacauan ensemble cast yang akan membuat penonton tertawa dan terhibur.Melalui Warga Rusun 609, Herwin Novianto kembali mengeksplorasi pertemuan horor dan komedi, kali ini dalam dunia sebuah rusun yang dihuni oleh warga dengan segala tingkah dan persoalannya.Sementara itu, bagi Morgan Oey, kesempatan bermain dalam komedi horor garapan Rapi Films dan disutradarai Herwin Novianto memberikan pengalaman yang berbeda, terutama karena ia harus berada di tengah dinamika pemain yang begitu beragam.“Warga Rusun 609 punya kombinasi yang menarik. Horornya ada banget, tapi cara para karakter menghadapi situasi yang mereka alami membuat semuanya menjadi sangat kocak dan menghibur.Pengalaman bekerja bersama Mas Herwin juga menjadi pengalaman baru yang menyenangkan karena Mas Herwin punya teknik pendekatan yang kuat dalam mempertemukan horor dan komedi. Saya menikmati prosesnya, terutama ketika harus membangun karakter Arka di tengah warga-warga rusun lainnya yang punya energi dan warna masing-masing,” ungkap Morgan Oey.Warga Rusun 609 merupakan film persembahan Rapi Films berkolaborasi dengan Sky Media Films, Vortera Studios dan Legacy Pictures, karya sutradara Herwin Novianto dan penulis skenario Upi. WargaRusun 609 dibintangi oleh Morgan Oey, Ranty Maria, Gita Bhebhita, Galabby, Sarah Sechan, Riyuka Bunga, Aming, Keanu, Papham Ashari, Yono Bakrie, Danang Suryonegoro, Tanta Ginting, Dustin Tiffani, Dian Sidik, David Nurbianto, dan Adzana Ashel. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Ikuti perkembangan Warga Rusun 609 melalui akun-akun resmi media sosialnya.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
VIDEO
Aghniny Haque Diteror Penjaga Gaib dalam Debut Internasionalnya, Film Horor Khadam Resmi Tayang di Bioskop Indonesia 16 September 2026!
NEWS

Aghniny Haque Diteror Penjaga Gaib dalam Debut Internasionalnya, Film Horor Khadam Resmi Tayang di Bioskop Indonesia 16 September 2026!

Jakarta, 3 September 2026 — Kabar gembira bagi para penikmat sinema horor di tanah air. Film debut internasional dari aktris berbakat Aghniny Haque, Khadam, secara resmi mengumumkan tanggal penayangannya di bioskop seluruh Indonesia, yakni mulai 16 September 2026.Sebagai proyek kolaborasi ambisius lintas negara antara Malaysia dan Indonesia, Khadam menyajikan narasi horor mencekam mengenai perjuangan seorang ibu yang harus menyelamatkan keluarganya saat entitas gaib yang seharusnya menjadi “penjaga” justru berbalik arah untuk menyingkirkan dan menggantikan posisinya.Didistribusikan untuk bioskop Indonesia melalui CBI Pictures, film ini diproduksi oleh Red Communications dan Komet Productions, serta menggandeng dua rumah produksi ternama asal Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Skala internasional film ini kian solid dengan dukungan dari deretan studio besar kawasan Asia, meliputi Sil Metropole Organisation (China), Applause Entertainment (India), serta Golden Screen Cinemas, dan Primeworks Studios dari Malaysia.Menghadapi Teror Ekstrem sebagai Sosok IbuDalam Khadam, Aghniny Haque bertransformasi memerankan karakter Melor, seorang ibu yang tidak bisa berbicara, yang hidup damai bersama kedua anaknya. Namun, kehidupannya berubah menjadi mimpi buruk saat ia harus berhadapan dengan sebuah entitas "penjaga" mistis yang perlahan berusaha merebut identitas serta menggantikan perannya di dalam keluarga.Perjuangan Melor yang sunyi namun sarat ketegangan mengajak penonton menyelami premis psikologis yang menghantui: “Bagaimana jika penjagamu justru berusaha menggantikanmu?”Terkait perannya di film ini, Aghniny Haque mengungkapkan rasa antusias dan tantangan mendalam yang dihadapinya.“Aku sangat bersyukur bisa dapat kesempatan untuk memerankan Melor, karena ini adalah sebuah peran yang sangat-sangat menantang. Sepanjang film aku harus bisa menjalani 2 karakter dengan ekspresi emosi yang berubah setiap saat,” ujar Aghniny.Reaksi Gemilang dan Pujian Kritikus InternasionalSebelum menyapa penonton tanah air, Khadam telah lebih dulu mencuri perhatian dan menuai pujian luas sejak rilis di bioskop Malaysia pada 11 Juni 2026, Kamboja pada 27 Juli 2026, dan Singapura pada 27 Agustus 2026 lalu, hingga digadang-gadang sebagai salah satu film horor terbaik tahun ini. Film ini sukses meraih penjualan tiket lebih dari USD1,3 juta dari perilisannya di Malaysia.Penampilan akting Aghniny Haque pun sukses menjadi sorotan utama bagi para kritikus dan penikmat film regional. Media kenamaan Malaysia, The Star, turut memuji kepiawaian aktingnya dengan menuliskan, “Penampilan Aghniny, yang sebagian besar dalam film memerankan sebuah karakter bisu sangat brilian.Selain Aghniny Haque, Khadam turut diperkuat oleh jajaran aktor papan atas Malaysia, di antaranya Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, dan aktris kawakan June Lojong. Film ini juga dijadwalkan untuk tayang di Hong Kong dan Makau pada Oktober 2026 nanti.Saksikan teror dan perjuangan Melor mempertahankan keluarganya dalam film Khadam, serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 16 September 2026. Informasi terbaru serta materi promosi resmi dapat diakses melalui akun media sosial resmi @khadamthemovie dan @cbipictures.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”
NEWS

Sentilan Budi Doremi Lewat “Cinta Diri Sendiri”

Ini Statement, Aku Yang Paling SelfLove.Jakarta, Agustus 2026 – Budi Doremi kembali. Masih ngomongin cinta, tapi plot twist: kali ini bukan tentang dia. Kali ini tentang lo, tentang kapan lo harus berhenti mengejar dan mulai memilih diri sendiri.Lewat single terbarunya, “Cinta Diri Sendiri”, Budi kayak lagi menyentil pelan tapi nusuk: mungkin selama ini lo terlalu sibuk jadi “orang baik”, sibuk ngerti orang lain, sibuk memperjuangkan sesuatu yang nggak pernah benar-benar memilih lo atau menjadikan lo prioritas, sampai lupa satu hal kecil yang ternyata penting juga: lo juga harus baik ke diri sendiri.Kalau biasanya Budi identik sama lagu yang bikin dada sesek, kali ini auranya beda. Lebih ringan, lebih hangat, lebih “hidup”. Ada ukulele, ada biola, ada vibe santai yang bikin lo tanpa sadar ikut ngangguk, lalu beberapa detik kemudian mikir, “Iya juga ya… gue ngapain segininya banget sih?!”.Karena kadang hidup bukan soal seberapa lama lo bisa bertahan atau seberapa keras lo berusaha sampai sesuatu akhirnya berpihak sama lo. Ada hal-hal yang cukup lo sayangin, lo perjuangin semampunya, lalu memang harus lo lepas. Tahu kapan harus terus jalan dan kapan harus berhenti mungkin justru salah satu bentuk cinta ke diri sendiri yang paling sederhana.Di video musiknya, Budi ngajak Ardit Erwandha, Zoul Pandjoul, dan Shanika Ancita—tiga energi beda yang kalau digabung malah jadi chaos yang seru. Shooting-nya hidup, hasilnya juga dapet: visual yang ringan, fresh, tapi diam-diam nyentil.Lagu ini juga bukan berdiri sendiri. “Cinta Diri Sendiri” adalah lanjutan dari “Ada Untukmu”, dan jadi bagian dari mini album/ EP yang akan datang. Di sini, lagu ini terasa seperti tombol reset. Momen ketika lo berhenti ngejar validasi, terus mulai mikir, “Eh, gue bukan figuran, ya!” Dari situ semuanya mulai geser—cara lo ngelihat cinta, cara lo ngelihat diri sendiri, sampai akhirnya lo ngerti bahwa diri lo sendiri itu penting.“Cinta Diri Sendiri” sudah tersedia di seluruh platform musik digital. Video musiknya juga bisa disaksikan di YouTube: Budi Doremi. Siapa tahu, abis dengerin dan nonton, lo nggak cuma merasa relate, tapi juga akhirnya sadar satu hal: nggak semua hal perlu dikejar.Official Music Video :https://openyoutu.be/M-Kap_WNKbM?si=8YJG7HInunxFuj5RStreaming On All Platforms :Spotify :https://open.spotify.com/track/69G3PsqyDpxfs0RwCRPu1JYoutube Music :https://music.youtube.com/watch?v=3XYbSjirko4&si=5LjU2d6f2N3TUMJRiTunes :https://music.apple.com/id/song/cinta-diri-sendiri/6795851580Meta :https://www.instagram.com/reels/audio/4722470927986672TikTok :https://www.tiktok.com/music/Cinta-Diri-Sendiri-7663100250153338896

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
The Dangers in My Heart The Movie : Romansa Sederhana yang Lucu, Hangat, dan Bikin Senyum-Senyum Sendiri!
MOVIE
3.0

The Dangers in My Heart The Movie : Romansa Sederhana yang Lucu, Hangat, dan Bikin Senyum-Senyum Sendiri!

The Dangers in My Heart The Movie hadir sebagai versi layar lebar dari salah satu anime romance-comedy yang cukup berhasil mencuri perhatian penonton melalui hubungan unik antara Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada. Film ini digarap oleh Hiroaki Akagi dengan membawa kembali nuansa khas serialnya sekaligus memberikan pengalaman yang lebih padat, fokus, dan sinematik.Bagi penonton yang sudah mengikuti ceritanya hingga Season 2, film ini terasa seperti sebuah perjalanan nostalgia yang kembali mempertemukan kita dengan karakter-karakter yang sudah familiar. Namun bagi yang mengharapkan sebuah cerita yang benar-benar berbeda dari serialnya, film ini mungkin terasa lebih seperti rangkuman yang dikemas ulang dengan beberapa materi baru.Cerita Sederhana, tetapi Dikembangkan dengan Sangat BaikSecara garis besar, cerita The Dangers in My Heart The Movie sebenarnya tidak terlalu rumit. Film ini masih berpusat pada dinamika hubungan Kyotaro Ichikawa dan Anna Yamada, dua karakter dengan kepribadian yang sangat berbeda tetapi perlahan semakin dekat satu sama lain.Tidak ada konflik besar yang harus membuat penonton berpikir keras. Film lebih memilih mengembangkan momen-momen kecil dalam kehidupan mereka menjadi sesuatu yang menarik.Inilah yang menjadi salah satu kekuatan terbesar film.Cerita yang sederhana tersebut mampu dikembangkan dengan baik melalui interaksi karakter, situasi canggung, kesalahpahaman, hingga berbagai kejadian kecil yang terasa relatable. Hubungan Kyotaro dan Anna juga tidak langsung dibuat menjadi romansa yang berlebihan. Perkembangannya terasa bertahap, sehingga penonton bisa menikmati proses keduanya semakin mengenal dan memahami satu sama lain.Yang menarik, kesederhanaan tersebut justru memberikan ruang yang cukup besar bagi film untuk bermain dengan komedi.Komedinya Berhasil Sampai ke PenontonSebagai film bergenre romance comedy, tentu salah satu pertanyaan terpenting adalah apakah jokes yang diberikan mampu membuat penonton tertawa.Jawabannya: cukup berhasil.Berbagai jokes yang muncul terasa menyatu dengan karakter dan situasi yang sedang terjadi. Humor tidak hanya muncul melalui dialog, tetapi juga dari ekspresi wajah, gerakan karakter, timing adegan, serta situasi absurd yang dialami Kyotaro dan teman-temannya.Beberapa momen bahkan terasa semakin lucu karena film mampu membangun situasinya terlebih dahulu sebelum memberikan punchline.Hal tersebut membuat humor yang ada tidak terasa terlalu dipaksakan. Penonton yang sudah mengenal karakter-karakternya sejak serial pun akan mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan karena sudah memahami sifat dan kebiasaan mereka.Bahkan beberapa adegan sederhana bisa berubah menjadi momen yang membuat penonton ikut tertawa di dalam bioskop.Dan yang paling penting, komedi tersebut tidak menghilangkan sisi romantisnya. Film tetap mampu menjaga keseimbangan antara jokes, momen manis, kecanggungan, dan perkembangan hubungan.Penampilan Para Seiyu Menjadi Salah Satu Kekuatan FilmKekuatan lain datang dari penampilan para pengisi suara yang mampu menghidupkan karakter masing-masing.Ayaka Asai sebagai Chihiro Kobayashi mampu memberikan warna tersendiri terhadap karakternya. Sementara itu, Hina Yomiya sebagai Anna Yamada berhasil menghadirkan sisi Anna yang ceria, polos, sekaligus menggemaskan.Kemudian ada Shun Horie sebagai Kyotaro Ichikawa, yang memberikan karakterisasi suara yang cocok dengan sosok Kyotaro.Kyotaro memang membutuhkan pengisi suara yang mampu menunjukkan dua sisi dirinya: sisi luar yang terlihat pendiam dan canggung, serta sisi dalam dirinya yang sering kali dipenuhi pemikiran absurd dan berlebihan.Karakterisasi tersebut menjadi penting karena sebagian besar daya tarik Kyotaro berasal dari apa yang ada di kepalanya dibandingkan dengan apa yang ia tunjukkan kepada orang lain.Megumi Han sebagai Moeko Sekine juga memberikan performa yang cocok dengan karakter yang diperankannya. Kehadiran para seiyu membuat interaksi antarkarakter terasa hidup dan membantu jokes yang diberikan menjadi lebih efektif.Pada akhirnya, chemistry suara antar karakter menjadi salah satu alasan mengapa berbagai momen sederhana dalam film tetap terasa menyenangkan untuk diikuti.Visual Animasi yang Cukup Memanjakan MataDari sisi visual, The Dangers in My Heart The Movie memang bukan film anime yang menjadikan kualitas animasi spektakuler sebagai daya tarik utamanya.Namun, secara keseluruhan kualitas visualnya lumayan bagus, terutama ketika film memperlihatkan beberapa scene pemandangan dan adegan yang berlangsung di luar ruangan.Penggunaan background, lingkungan sekolah, jalanan, serta beberapa lokasi outdoor mampu memberikan kesan dunia yang lebih hidup. Beberapa adegan juga terasa lebih sinematik dibandingkan ketika menontonnya dalam format serial televisi.Visual tersebut semakin membantu membangun suasana romantis yang menjadi bagian penting dari film.Ketika film membutuhkan suasana hangat dan tenang, visualnya mampu mendukung. Ketika memasuki adegan komedi, ekspresi karakter juga menjadi elemen penting yang membuat humor terasa lebih kuat.Versi Padat yang Lebih Fokus dan SinematikSalah satu hal yang perlu dipahami sebelum menonton film ini adalah bahwa The Dangers in My Heart The Movie bukanlah sebuah cerita yang sepenuhnya berdiri sebagai kelanjutan baru dari serialnya.Film ini lebih terasa sebagai versi padat dari perjalanan cerita yang sudah kita kenal, dengan fokus yang lebih diarahkan pada hubungan dan perkembangan karakter utama.Karena durasinya lebih terbatas dibandingkan dua season serial, beberapa bagian tentunya harus dirangkum atau dipadatkan. Namun, keputusan tersebut justru membuat film terasa lebih fokus.Film dapat memilih momen-momen penting yang ingin ditonjolkan tanpa harus terlalu lama berada pada subplot tertentu.Yang membuatnya semakin menarik adalah adanya beberapa adegan baru setelah Season 2. Materi tambahan tersebut memberikan alasan tersendiri bagi penggemar lama untuk kembali melihat perjalanan Kyotaro dan Anna dalam format layar lebar.Dengan penyajian yang lebih sinematik, beberapa momen yang sebelumnya dinikmati dalam episode serial mendapatkan kesempatan untuk terasa lebih spesial ketika ditempatkan dalam format film.KesimpulanThe Dangers in My Heart The Movie mungkin tidak menawarkan cerita yang kompleks ataupun konflik besar. Namun, film ini membuktikan bahwa sebuah cerita sederhana tetap bisa menjadi tontonan yang menarik apabila dikembangkan dengan karakter yang kuat, chemistry yang bagus, serta komedi yang tepat.Cerita yang sederhana berhasil dikembangkan menjadi kisah romance-comedy yang lucu, hangat, dan menyenangkan. Jokes-jokes yang diberikan juga mampu sampai kepada penonton dan menghasilkan beberapa momen yang benar-benar mengundang tawa.Penampilan para seiyu menjadi nilai tambah karena mampu memerankan karakter mereka dengan cocok dan menjaga chemistry antarkarakter tetap terasa.Bagi penggemar serialnya, film ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali menikmati hubungan Kyotaro dan Anna dalam format layar lebar. Sedangkan bagi SOBAT KTF yang menyukai anime romance-comedy dengan humor ringan dan karakter yang menggemaskan, film ini tetap menawarkan pengalaman yang menyenangkan.

Rahmadandi Desky Prayuda 05 Sep 2026
VIDEO
Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!
MOVIE
4.0

Dear You Film Keluarga Yang Hangat, Sederhana, tapi Diam-Diam Menghantam Perasaan!

Ada film yang sejak awal memang ingin membuat penontonnya menangis. Namun, ada juga film yang tidak perlu melakukan itu karena ceritanya sendiri sudah cukup kuat untuk membuat kita tersentuh. Dear You (2026) termasuk salah satunya.Disutradarai sekaligus ditulis oleh Hongchun Lan, Leng Yang, Xuanxuan Zheng, dan Liyun Zhu, film ini menghadirkan sebuah cerita yang terasa hangat dan manusiawi.Dibintangi oleh Sitong Li sebagai Xie Nanzhi, Yantong Wang sebagai Zheng Musheng, Shaoqing Wu sebagai Old Ye Shurou, Runqi Zheng sebagai Xiaowei, Xiaohui Wang sebagai Young Ye Shurou, Shuguang Zhao sebagai Xie Zehua, Deru Li sebagai Auntie Ru, Shuhao Li sebagai Father of Chuyuan, serta Usha Seamkhum sebagai Old Xie Nanzhi, film ini perlahan mengajak penonton mengikuti perjalanan hidup para karakternya.Film ini tidak menawarkan cerita yang spektakuler atau penuh kejutan, tetapi karena film ini berhasil memberikan banyak rasa dalam satu cerita.Filmnya Terasa Hangat Hal pertama yang paling terasa dari Dear You adalah kehangatannya.Film ini punya kemampuan untuk membuat penonton tersenyum, tertawa, terharu, bahkan merasa sedikit sesak di beberapa momen. Menariknya, semua emosi tersebut muncul dengan cukup natural.Film ini tidak terasa seperti sedang memaksa kita untuk menangis. Tidak ada adegan yang terasa sengaja dibuat terlalu melodramatis hanya demi mendapatkan air mata penonton. Sebaliknya, emosi dibangun perlahan melalui hubungan antarkarakter, pengalaman hidup, pilihan yang mereka ambil, serta berbagai hal sederhana yang mereka lalui.Justru karena tidak terlalu memaksa, ketika sebuah adegan emosional datang, dampaknya terasa lebih kuat.Ada sesuatu yang sederhana tetapi relatable dari perjalanan para karakternya. Kita bisa melihat bagaimana waktu, keadaan, hubungan, dan berbagai keputusan dalam hidup perlahan membentuk seseorang.Dan ketika melihat perjalanan tersebut sampai ke titik tertentu, kita sebagai penonton seolah ikut merasakan perjalanan hidup mereka.Jalan Ceritanya Mudah Untuk DiikutiSalah satu kekuatan Dear You adalah cara film ini bercerita.Alurnya memang cenderung pelan. Jadi, buat penonton yang terbiasa dengan film dengan tempo cepat atau cerita yang dipenuhi konflik besar, mungkin membutuhkan sedikit penyesuaian.Namun, menurut minpas justru tempo yang pelan ini menjadi salah satu kekuatan film.Dear You tidak terburu-buru untuk sampai ke tujuan. Film memberikan cukup banyak ruang bagi para karakter untuk berkembang dan bagi penonton untuk mengenal mereka.Ceritanya juga tidak dipenuhi twist yang aneh-aneh atau kejutan yang sengaja dimasukkan hanya untuk membuat penonton terkejut.Sebaliknya, film memilih untuk membangun cerita dari hal-hal sederhana.Setiap adegan terasa memiliki fungsi. Perlahan-lahan kita mulai memahami siapa mereka, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain.Karena itulah ketika cerita akhirnya sampai pada bagian-bagian emosionalnya, kita sudah cukup peduli terhadap karakter-karakternya.Jadi, meskipun secara premis cerita Dear You mungkin terdengar sederhana, eksekusinya membuat perjalanan tersebut tetap menarik untuk diikuti.Akting Para Pemain yang MeyakinkanDari sisi akting, para pemain Dear You juga memberikan performa yang cukup solid.Sitong Li sebagai Xie Nanzhi mampu membawa karakter tersebut dengan cukup natural. Begitu juga dengan Yantong Wang sebagai Zheng Musheng yang mampu memberikan dinamika menarik dalam hubungan antarkarakter.Namun, salah satu hal yang menurut MINPAS patut diapresiasi adalah pemilihan pemeran untuk karakter dalam versi muda dan tua.Kemiripan fisik antara pemeran karakter ketika masih muda dengan versi mereka ketika sudah tua terasa cukup meyakinkan. Hal ini memang terlihat seperti detail kecil, tetapi sangat membantu menjaga kontinuitas cerita.Ketika sebuah karakter diperlihatkan dalam dua fase kehidupan yang berbeda, kita tidak merasa sedang melihat dua orang yang benar-benar berbeda. Ada kemiripan dari wajah maupun aura yang membuat perjalanan waktu dalam cerita terasa lebih masuk akal.Selain itu, performa para pemain juga terasa pas dengan karakter masing-masing. Tidak ada yang terasa terlalu berlebihan atau berusaha mencuri perhatian.Semuanya bermain dalam porsinya masing-masing dan saling melengkapi.Punya Visual yang CantikSelain ceritanya yang hangat, Dear You juga menawarkan visual yang cantik.Film ini membawa penonton kembali ke atmosfer China pada era 1950-an hingga 1970-an, dan detail periodenya terasa cukup hidup.Mulai dari kostum, lingkungan, suasana kota, interior tempat tinggal, hingga berbagai detail kecil yang ada di dalam frame, semuanya membantu membangun atmosfer zamannya.Film tidak hanya sekadar mengganti pakaian karakter dengan kostum klasik, tetapi juga berusaha membuat dunianya terasa seperti sebuah tempat yang benar-benar ditinggali oleh para karakter.Sinematografinya pun terasa nyaman untuk dinikmati, penggunaan warna dan pencahayaan mendukung nuansa hangat yang menjadi salah satu identitas film ini. Ada banyak shot yang terasa sederhana, tetapi tetap indah karena mampu menangkap atmosfer dan emosi dari sebuah adegan.Visualnya tidak terasa terlalu berlebihan atau dibuat hanya untuk terlihat cantik. Justru kesederhanaannya yang membuat Dear You terasa semakin dekat dengan cerita yang ingin disampaikan.Film Yang Punya Banyak RasaHal menarik lainnya adalah bagaimana Dear You mampu mencampurkan berbagai macam emosi tanpa membuatnya terasa berantakan.Ada komedi yang bisa membuat kita tersenyum, ada juga momen-momen romantis yang terasa manis.Ada pula drama keluarga dan kehidupan yang perlahan membawa cerita ke arah yang lebih emosional.Perpindahan dari satu emosi ke emosi lainnya juga terasa cukup natural. Film tidak terus-terusan berada dalam suasana sedih, sehingga ketika sebuah momen emosional datang, efeknya justru terasa lebih kuat.Inilah salah satu alasan mengapa Dear You bisa terasa begitu hangat.Film ini seperti mengingatkan kita bahwa kehidupan tidak pernah hanya berisi satu jenis emosi.Ada bahagia, ada sedih, ada kehilangan, ada tawa, ada penyesalan, dan ada kenangan yang tetap tinggal meskipun waktu terus berjalanEnding yang PasBagian ending juga menjadi salah satu hal yang membuat film ini berhasil.Dear You tidak memilih untuk menutup ceritanya dengan cara yang terlalu berlebihan, film ini memberikan sebuah penyelesaian yang terasa sesuai dengan perjalanan yang sudah dibangun sejak awal, tidak perlu terlalu banyak drama tambahan atau memaksakan twist besar, tapi setelah film selesai, ada perasaan seperti masih ingin memikirkan perjalanan mereka.KesimpulanDear You adalah salah satu film Asia yang paling berkesan tahun ini. Film ini memang sederhana, alurnya juga cenderung pelan dan tidak menawarkan banyak kejutan besar , justru kesederhanaan tersebut yang menjadi kekuatannya.Dear You adalah film yang hangat, lucu, sedih, romantis, dan menyentuh tanpa terasa menggurui.Film ini tidak memaksa kita untuk mencintai karakternya tapi film ini hanya memberikan waktu kepada kita untuk mengenal mereka, mengikuti perjalanan mereka, dan akhirnya membiarkan perasaan itu tumbuh dengan sendirinya.Untuk SOBAT KTF yang suka dengan genre film keluarga yang hangat, Dear You layak banget masuk daftar tontonan kalian.

Abdul Haris 08 Aug 2026
VIDEO
Film The Tao Exorcist (2026) Horor Pengusiran Roh dengan Misteri Masa Lalu yang Menarik!
MOVIE
3.3

Film The Tao Exorcist (2026) Horor Pengusiran Roh dengan Misteri Masa Lalu yang Menarik!

Film horor Asia kembali menghadirkan kisah pengusiran roh lewat The Tao Exorcist (2026) yang di garap oleh sutradara Hau-Jou Chiou. Dibintangi oleh Virginia Chien, Kaiser Chuang, Kuang-Yao Fan, Tien-Hsin, Yu-Ning Tsao, dan Chloe Xiang, film ini mencoba memadukan unsur horor supranatural, misteri keluarga, serta ritual pengusiran setan khas budaya Taoisme.Meski mengusung premis yang cukup familiar, The Tao Exorcist tetap menawarkan pengalaman menonton yang seru berkat atmosfer mencekam dan misteri yang perlahan terungkap sepanjang cerita.Cerita yang Sederhana, tetapi Tetap Menarik DiikutiDari segi cerita, The Tao Exorcist sebenarnya tidak menghadirkan alur yang terlalu rumit. Premis tentang pengusiran roh jahat dan balas dendam dari masa lalu memang sudah cukup sering digunakan dalam genre horor Asia.Namun, film ini berhasil mengemas konfliknya dengan cukup baik. Misteri demi misteri dibuka secara bertahap, sehingga penonton tetap memiliki alasan untuk terus mengikuti perjalanan para karakternya hingga akhir film.Meskipun beberapa twist terasa mudah ditebak, penyajian ceritanya masih cukup efektif dalam menjaga rasa penasaran. Tempo yang tidak terlalu cepat juga membantu penonton memahami hubungan antara para karakter dan latar belakang konflik yang menjadi inti cerita.Akting Para Pemain Yang Cukup BagusPenampilan Virginia Chien, Kaiser Chuang, Kuang-Yao Fan, Tien-Hsin, Yu-Ning Tsao, dan Chloe Xiang berhasil membawa karakter masing-masing dengan cukup meyakinkan. Interaksi antar karakter terasa natural, terutama ketika mereka harus menghadapi situasi penuh teror dan ketegangan.Walaupun tidak menghadirkan penampilan yang benar-benar luar biasa, para pemain mampu menjalankan perannya dengan baik dan mendukung jalannya cerita.Jumpscare & Adegan Gore yang Cukup EfektifSebagai film horor, The Tao Exorcist cukup berhasil menghadirkan suasana mencekam. Beberapa adegan jumpscare mampu memberikan efek kejut tanpa terasa berlebihan atau dipaksakan.Selain itu, film ini juga menyisipkan sejumlah adegan gore yang meskipun tidak terlalu eksplisit, tetap mampu menghadirkan rasa tidak nyaman dan shock bagi penonton. Adegan-adegan tersebut berhasil memperkuat nuansa menyeramkan yang dibangun sepanjang film.Perpaduan antara ritual pengusiran roh, kemunculan sosok menyeramkan, serta unsur gore membuat film ini tetap terasa intens, terutama bagi penggemar horor supranatural Asia.Visual dan Sinematografi yang Cukup Menunjang AtmosferDari sisi visual, Hau-Jou Chiou menghadirkan sinematografi yang cukup baik dalam membangun atmosfer horor. Penggunaan pencahayaan gelap, komposisi gambar yang sempit, serta desain lokasi yang suram mampu menciptakan rasa tegang di beberapa adegan penting.Sayangnya, secara keseluruhan visual film ini masih terasa kurang maksimal untuk meninggalkan kesan mendalam. Ada beberapa momen yang sebenarnya memiliki potensi untuk tampil lebih ikonik, tetapi kurang dieksplorasi secara maksimal.Meski begitu, kualitas visual yang ditawarkan tetap mampu mendukung cerita dan menjaga nuansa horor sepanjang film.KesimpulanThe Tao Exorcist (2026) memang bukan film horor terbaik tahun ini, tetapi juga jauh dari kata mengecewakan. Ceritanya sederhana, namun tetap menarik untuk diikuti hingga akhir. Unsur pengusiran roh yang diangkat berhasil memberikan nuansa khas, sementara jumpscare dan adegan gore menghadirkan beberapa momen yang cukup mengejutkan.Untuk SOBAT KTF penggemar film horor Asia yang menyukai cerita tentang kutukan, ritual pengusiran roh, dan misteri masa lalu yang perlahan terungkap, The Tao Exorcist cocok banget menjadi pilihan yang menghibur bagi kalian yang sedang mencari tontonan horor ringan dengan sentuhan misteri dan supranatural.

Abdul Haris 08 Aug 2026
VIDEO
Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan
NEWS

Pasukan 1000 Janda Ungkap Kisah Historical Fantasy Action Tentang Perempuan yang Menjadikan Kehilangan Sebagai Kekuatan

Film Pasukan 1000 Janda tayang mulai 12 November 2026 di bioskop! Jakarta, 2 Oktober 2026 — Sutradara Archie Hekagery bersama rumah produksi Manara Films mempersembahkan film yang akan menyegarkan perfilman Indonesia lewat film berjudul Pasukan 1000 Janda, yang dikemas dengan genre historical fantasy action. Film ini akan mengikuti kisah Laksamana Malahayati dari Aceh, bersama pasukan Inong Balee, yang dengan berani melawan para penjajah.Dalam trailer terbaru yang dirilis, Pasukan 1000 Janda menampilkan pertempuran epik para perempuan bersenjatakan rencong dan ilmu beladiri, menghadapi armada kapal perang Belanda dengan meriam.Kita diajak untuk melihat dunia Aceh di masa lampau, yang diterjemahkan dari kisah perang di atas kapal, di tengah ombak laut, dan pertarungan pedang penuh ketegangan. Film Pasukan 1000 Janda menjanjikan pengalaman visual kolosal nan epik yang akan membawa penonton masuk ke dunia sejarah lewat pengalaman sinematik yang imersif dan menghibur. Poster film Pasukan 1000 Janda turut melengkapi nuansa pertempuran epik dari Tanah Aceh yang mengikuti Laksamana perempuan pertama di dunia, Malahayati, bersama pasukan perempuan Inong Balee, yang kehilangan suami mereka.“Lewat film Pasukan 1000 Janda, saya ingin membuat penonton merasakan bagaimana kalau kisah Laksamana Malahayati hadir sebagai sebuah action movie yang epik dan sinematik. Sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film action,” ujar sutradara Archie Hekagery.Disutradarai Archie Hekagery, film ini diproduseri oleh Yuda Wirafianto dengan ko-produser Mifta Nur Rizki, dan produser eksekutif Bunga Mentari. Film ini dibintangi oleh jajaran aktris ternama dan berbakat Indonesia.Atiqah Hasiholan dipercaya sebagai Laksamana Malahayati yang perkasa dan berani memimpin pasukan. Sementara itu, para pasukan Inong Balee di antaranya diperankan oleh Cut Mini, Tasha Siahaan, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Turut bergabung di jajaran pemeran di film ini, Emil Kusumo, Vincent Verhaag, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila, Muzakki Ramdhan, dan Ron Smoorenburg, aktor laga internasional aktor internasional asal Belanda yang pernah menjadi lawan Jackie Chan di film Who Am I?.Bagi Atiqah Hasiholan, Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee mencerminkan bahwa sejak ratusan tahun lalu hingga saat ini. Semangat Laksamana Malahayati dan Inong Balee tidak berhenti sebagai cerita masa lalu.Nilai tentang perempuan yang berani memimpin, mengambil keputusan dan menentukan hidupnya sendiri tetap relevan dengan perempuan Indonesia hari ini.“400 tahun berlalu. Perempuan tetap punya alasan untuk berdiri dan memimpin. Malahayati adalah seorang laksamana, warrior, namun juga seorang perempuan, ibu, dan istri. Kompleksitas itulah yang membuat sosoknya menarik untuk dibawa ke layar lebar, dan perannya sebagai perempuan yang serba bisa melakukan apapun serta berjuang meski harus mengalami rasa kehilangan itulah yang juga tetap relevan dengan para perempuan sekarang,” ujar Atiqah Hasiholan.Sementara itu, Tasha Siahaan, yang memerankan Dahlia, salah satu pasukan Inong Balee, menambahkan, Pasukan 1000 Janda juga memberinya banyak hal baru.Termasuk belajar aksen dialek Aceh, belajar koreografi action, hingga mempelajari sejarah perjuangan perempuan.“Bagiku film Pasukan 1000 Janda sangat relevan dengan kondisi saat ini. Sampai sekarang kita masih sering melihat banyak kelompok perempuan yang berani bersuara dan melawan saat tanah kelahiran dan tanah tinggalnya terancam.Semangat juang para perempuan ini yang akan menghidupkan dan memberikan nilai lebih dari kisah historical fantasy action di layar lebar,” ujar Tasha Siahaan.Film Pasukan 1000 Janda akan tayang di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Terinspirasi dari kisah Laksamana Malahayati dan pasukan Inong Balee, film Pasukan 1000 Janda akan menghadirkan kisah epik pertempuran para perempuan yang kehilangan melawan penjajah.Ikuti informasi terbaru melalui Instagram @pasukan1000janda & @manara.studios.

Admin Kupas Tuntas Film 02 Oct 2026