Logo KTF KupasTuntasFilm

Night Shift For Cuties

SERIES REVIEW TOP RATED
4.0
Indonesia Drama

By Kupas Tuntas Film | | 68 views

Ketika Kehidupan Malam Menjadi Panggung Cerita.

Di tengah banyaknya serial yang berlomba menghadirkan konflik besar dan cerita penuh kejutan, Night Shift for Cuties memilih jalan yang berbeda. Serial ini justru menemukan kekuatannya melalui kehidupan yang terasa biasa. Berlatarkan minimarket yang beroperasi sepanjang malam, kisah ini mengajak penonton melihat sisi lain dari orang-orang yang tetap bekerja ketika kota mulai sepi. Dari ruang yang sederhana itulah lahir cerita tentang persahabatan, mimpi, keluarga, hingga perjuangan untuk tetap percaya bahwa masa depan masih layak diperjuangkan.

Cerita Yang Dekat dengan Kehidupan Anak Muda

Salah satu kelebihan terbesar serial ini terletak pada penulisan naskahnya. Cerita tidak dipenuhi konflik yang dibuat-buat, melainkan berkembang dari persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tekanan ekonomi, pekerjaan yang melelahkan, impian yang terasa semakin jauh, hingga hubungan dengan keluarga dibangun secara bertahap sehingga penonton dapat memahami alasan di balik setiap keputusan para karakter.

Setiap episode memiliki fungsi yang jelas dalam membangun perjalanan emosional tokohnya. Tidak ada konflik yang muncul hanya untuk mengejutkan penonton, tetapi semuanya tumbuh secara alami dari hubungan antarkarakter.

Persahabatan Menjadi Jantung Cerita Yang Solid

Hubungan antartokoh menjadi fondasi utama yang membuat serial ini begitu hangat. Persahabatan mereka tidak digambarkan secara sempurna. Ada tawa, ada salah paham, ada rasa iri,ada pengorbanan, dan ada proses saling memahami.

Serial ini berhasil menunjukkan bahwa hubungan yang kuat bukan berarti selalu berjalan mulus. Justru ketika konflik datang, penonton bisa melihat bagaimana karakter-karakter ini belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Dunia Fendom Yang Di Potret Dengan Empati.

Berbeda dari banyak tontonan yang menjadikan budaya fandom sekadar bahan komedi, Night Shift for Cuties menghadirkannya sebagai bagian penting dari perjalanan hidup para karakter.

Idola bukan hanya sosok yang dikagumi, tetapi juga menjadi sumber semangat, pelarian dari rutinitas yang melelahkan, dan alasan untuk terus bertahan. Pendekatan ini membuat tema fandom terasa lebih manusiawi dan relevan bagi banyak penonton.

Relevan, dan Penuh Hati

Night Shift for Cuties membuktikan bahwa kisah sederhana bisa meninggalkan kesan yang mendalam apabila ditulis dengan karakter yang kuat dan emosi yang jujur.

Serial ini bukan hanya berbicara tentang pekerjaan shift malam atau kehidupan para penggemar idola. Lebih dari itu, ia adalah cerita tentang manusia yang berusaha bertahan di tengah kerasnya kehidupan, menjaga mimpi tetap hidup, dan menemukan keluarga melalui orang-orang yang hadir dalam perjalanan mereka.

Serial ini akan membuat penonton tertawa, tersenyum, sekaligus merenung setelah kredit penutup bergulir. Sebuah drama yang hangat, relevan, dan memiliki hati yang besar.


More Recommendations

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!
NEWS

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya. Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
VIDEO
Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!
NEWS

Baru Sepekan Tayang, Cela yang Dibintangi Putri Amy Search Jadi Nomor Satu di Viu Malaysia!

Nama Amy Search lekat dengan perjalanan musik rock Malaysia yang pernah memiliki banyak penggemar di Indonesia. Lagu “Isabella” yang dibawakannya bersama grup Search menjadi salah satu lagu Malaysia yang populer di Indonesia pada awal 1990-an. Kini, perhatian datang melalui putri sulungnya, Nabila Huda, yang membintangi drama Cela.Drama thriller psikologis yang juga sudah tayang di Viu Indonesia tersebut menempati posisi pertama di Viu Malaysia dalam waktu kurang dari satu minggu setelah mulai tayang pada 20 Agustus 2026. Cela sekaligus berada di atas sejumlah tayangan Korea di platform tersebut.Dikutip dari Malay Mail, Cela mengungguli Running Man 2026, Dream to You, dan The Affair Was Just the Beginning. Perhatian terhadap Cela tidak berhenti pada platform streaming. Konten mengenai drama tersebut mencatatkan hampir 50 juta tayangan di media sosial dalam waktu kurang dari satu minggu. Angka itu merupakan akumulasi tayangan konten terkait Cela, seperti trailer, cuplikan adegan, dan materi promosi, bukan jumlah penayangan episode lengkapnya.Keberhasilan Cela juga membuat produksi lokal menempati dua posisi teratas di Viu Malaysia. Posisi kedua diduduki Cinta Dalam Sekam, drama Malaysia lain yang diproduksi Global Film Station. Pencapaian ini memperlihatkan kemampuan cerita lokal bersaing dengan tayangan Korea di pasar streaming Malaysia.Nabila Huda membawa karakter yang berbedaBagi penonton Indonesia, Nabila Huda mungkin belum sepopuler ayahnya. Namun, ia telah membangun karier aktingnya sendiri selama lebih dari dua dekade. Nabila merupakan putri sulung Amy Search. Dalam Cela, Nabila memerankan Dato’ Anees, perempuan kaya, berpengaruh, dan sulit ditebak. Penampilannya jauh dari figur pelindung yang terlihat pada awal cerita. Di balik perhatian yang diberikannya kepada Kaer, Anees menyimpan kepentingan dan rahasia yang berkaitan dengan tragedi keluarga pemuda tersebut.Lawan mainnya adalah Hun Haqeem, yang memerankan Kaer, siswa sekolah menengah yang hidupnya berubah setelah kematian sang ayah. Kaer dan ibunya yang sedang mengalami depresi kemudian ditampung oleh pasangan kaya Dato’ Arshad dan Dato’ Anees.Dalam masa duka, Kaer melihat Anees sebagai seseorang yang memahami dan memberinya tempat untuk bersandar. Perhatian tersebut perlahan berkembang menjadi keterikatan emosional yang sulit ia pahami. Kaer tidak segera menyadari bahwa hubungan mereka dibentuk oleh ketimpangan kekuasaan dan permainan psikologis. Situasinya berubah ketika Kaer menemukan bahwa Anees memiliki hubungan dengan tragedi yang menghancurkan keluarganya. Pemuda itu kemudian terjebak di antara perasaannya, pengkhianatan yang baru diketahui, dan keinginan mengungkap kebenaran.Bukan sekadar romansa beda usiaPerbedaan usia antara kedua pemeran dan sejumlah adegan dalam trailernya memang menarik perhatian. Namun, Cela tidak hanya menawarkan romansa terlarang antara perempuan dewasa dan laki-laki muda. Hubungan Anees dan Kaer menjadi pintu masuk untuk memperlihatkan bagaimana seseorang yang sedang berduka dapat menjadi rentan terhadap perhatian dari orang yang lebih berkuasa. Anees tidak hanya memiliki usia dan pengalaman lebih banyak. Ia juga mempunyai uang, status, serta kendali atas tempat tinggal Kaer dan ibunya. Perpaduan duka keluarga, manipulasi, obsesi, cinta terlarang, dan pembalasan membuat Cela bergerak lebih gelap daripada drama romantis biasa. Penonton bukan hanya diajak mempertanyakan perasaan Kaer terhadap Anees, tetapi juga mencari tahu siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian ayahnya.Selain Nabila Huda dan Hun Haqeem, Cela dibintangi Zarif Ghazzi, Datuk Seri Eizlan Yusof, Lisdawati, Zain Saidin, dan Ellyza Azizi. Serial sepanjang 12 episode ini disutradarai Feroz Kader dan ditulis Liza Nur. Cela dapat disaksikan di Viu dengan subtitle Indonesia. Episode baru hadir setiap Kamis dan Jumat.

Admin Kupas Tuntas Film 05 Sep 2026
Dewan Kesenian Jakarta Hadirkan Pameran Asrul Sani, Membuka Kembali Arsip, Karya, dan Pemikirannya untuk Generasi Hari Ini
NEWS

Dewan Kesenian Jakarta Hadirkan Pameran Asrul Sani, Membuka Kembali Arsip, Karya, dan Pemikirannya untuk Generasi Hari Ini

Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini” berlangsung 21–30 Agustus 2026, menghadirkan pameran arsip, pemutaran film, diskusi, dan dramatic readingJakarta, 26 Agustus 2026 – Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menghadirkan pameran “Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini”, sebuah pameran yang mengajak publik menelusuri kembali perjalanan kreatif, pemikiran, dan jejak kebudayaan salah satu tokoh penting dalam sejarah sastra, teater, dan film Indonesia. Berlangsung pada 21–30 Agustus 2026 di bertempat di Ruang Museum Koleksi, Teater Asrul Sani, dan Teater Sjuman Djaya, Gedung Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran ini tidak hanya menghadirkan arsip dan dokumentasi perjalanan Asrul Sani, tetapi juga mempertemukannya dengan publik hari ini melalui pemutaran film, diskusi lintas generasi, dan dramatic reading.Ketua Dewan Kesenian Jakarta, Dewi Umaya Rachman, dalam sambutannya pada pembukaan acara, 21 Agustus 2026, mengatakan bahwa menghadirkan kembali Asrul Sani melalui pameran bukan sekadar kegiatan mengenang seorang tokoh, tetapi merupakan usaha untuk mempertemukan sejarah kebudayaan dengan generasi hari ini. “Asrul Sani adalah sosok yang memperlihatkan bahwa kehidupan kesenian tidak pernah berdiri dalam sekat-sekat disiplin. Ia menulis puisi, menerjemahkan karya-karya dunia, membangun pendidikan teater, menulis skenario, menyutradarai film, dan terlibat dalam berbagai institusi kebudayaan. Kami ingin mengajak publik melihat Asrul bukan hanya sebagai nama besar dari masa lalu, tetapi sebagai seorang seniman yang cara berpikir dan keberanian berkaryanya masih penting untuk dibicarakan hari ini. Pameran ini adalah salah satu cara DKJ membuka kembali arsip tersebut agar ia tidak berhenti sebagai ingatan, melainkan menjadi percakapan baru,” katanya.Asrul Sani dikenal sebagai penyair, penulis, penerjemah, teaterawan, pendidik, penulis skenario, sutradara, sekaligus penggerak institusi kebudayaan. Karena itu, pameran ini tidak hanya menempatkannya sebagai maestro film, tetapi sebagai seorang polimatik yang bekerja lintas-medium. Melalui arsip dari Komisi Koleksi dan Arsip DKJ, Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Sinematek Indonesia, dan arsip keluarga, publik diajak melihat kembali perjalanan gagasan Asrul sekaligus menemukan relevansinya dengan kebudayaan hari ini.Selama sepuluh hari, pameran dilengkapi rangkaian program yang memperluas pembacaan terhadap Asrul Sani. Pada 22 Agustus, diskusi “Perempuan dalam Karya Asrul Sani” membicarakan bagaimana perempuan hadir dan direpresentasikan dalam karya-karyanya. Sehari kemudian, “Asrul Sani di Mata Generasi Muda” mengajak generasi hari ini membaca kembali karya dan pemikiran Asrul dalam konteks yang berbeda. Pembahasan kemudian bergerak pada persoalan kepengarangan melalui “Asrul Sani sebagai Auteur: Membaca Ulang Visi Penyutradaraan & Skenario”, yang menghadirkan sineas Riri Riza dan Gina S. Noer, serta pada 30 Agustus ditutup dengan diskusi “Asrul Sani dan Inovasi Arsip” yang membicarakan bagaimana warisan kebudayaan dapat dirawat dan dihidupkan kembali.Rangkaian diskusi menghadirkan sejumlah tokoh dari lintas generasi dan bidang, di antaranya Mutiara Sani, Ratih Kumala, Rebecca Kezia, Riri Riza, Gina S. Noer, serta pegiat arsip dan perfilman. Kehadiran mereka mempertemukan perspektif dari keluarga dan generasi penerus, penulis, sineas, hingga pengelola arsip untuk membaca Asrul Sani tidak sebagai sosok yang telah selesai, melainkan sebagai bagian dari percakapan kebudayaan yang masih berlangsung. Rangkaian diskusi dikuratori dalam kerangka pameran oleh S. Metron Masdison.Kurator pameran, S. Metron Masdison, mengatakan bahwa pameran ini melihat Asrul Sani sebagai pengarang yang bergerak lintas-medium. “Kami ingin melihat Asrul Sani bukan hanya sebagai sutradara, tetapi sebagai seorang pengarang yang bergerak lintas-medium. Ia seorang polimatik. Karena itu, kepengarangannya dalam film tidak hanya berada pada film-film yang ia sutradarai, tetapi juga pada cerita dan skenario yang ia tulis"Selain diskusi, publik juga dapat menyaksikan pemutaran film yang memperlihatkan luasnya keterlibatan Asrul dalam sinema Indonesia. Program screening menghadirkan, Terimalah Laguku (1953), Pagar Kawat Berduri (1961), Apa Jang Kau Tjari, Palupi? (1969), Jembatan Merah (1973), Ibu Sejati (1973), Kemelut Hidup (1977), Sorta (Tumbuh Bunga Di Sela Batu) (1982), Titian Serambut Dibelah Tujuh (1982), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), Nagabonar (1987), Omong Besar (1988), dan Nada dan Dakwah (1991). Pemutaran ini menjadi kesempatan bagi publik untuk kembali berhadapan langsung dengan karya-karya yang memperlihatkan perhatian Asrul terhadap manusia, moralitas, perubahan sosial, dan persoalan zamannya.Perjalanan Asrul dari sastra, teater, hingga sinema juga dihadirkan melalui program dramatic reading oleh Teater Gravitasi dan Pembacaan Esai oleh aktor, Teuku Rifnu Wikana. Hal ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kembali karya dan pengalaman Asrul dengan medium pertunjukan. Program ini sekaligus mengingatkan bahwa perjalanan kreatif Asrul tidak dapat dipisahkan dari dunia teater yang turut ia bangun melalui Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI).Melalui pameran ini, DKJ mengajak publik tidak sekadar mengenang Asrul Sani, tetapi bertemu kembali dengan karya dan pertanyaan yang ia tinggalkan. Dari arsip, film, diskusi, hingga dramatic reading, publik dapat melihat bagaimana seorang seniman yang hidup dan berkarya dalam masa perubahan besar Indonesia terus meninggalkan pengaruh yang dapat dibaca oleh generasi hari ini.Seluruh rangkaian “Asrul Sani: Berkelana ke Masa Lampau, Terdampar ke Masa Kini”, terbuka untuk publik dan gratis. Pameran berlangsung 21–30 Agustus 2026 di Ruang Museum Koleksi, Teater Asrul Sani, dan Teater Sjuman Djaya, Gedung Trisno Sumardjo, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Informasi lengkap mengenai jadwal kegiatan dan cara pendaftaran dapat diakses melalui Instagram @jakartacounci

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
‘Aku Sebelum Aku’ Sebuah Potret Pencarian Jati Diri dan Luka yang Kerap Tak Terucapkan
MOVIE
4.3

‘Aku Sebelum Aku’ Sebuah Potret Pencarian Jati Diri dan Luka yang Kerap Tak Terucapkan

Ada satu fase dalam hidup ketika kita mulai bertanya, "Apa yang selama ini aku lakukan benar-benar untuk diriku sendiri?"Pertanyaan itulah yang menjadi denyut utama dalam Aku Sebelum Aku (2026). Film terbaru garapan Gina S. Noer ini mengisahkan Jati, seorang remaja laki-laki yang tumbuh di bawah didikan ayah yang keras dan penuh ambisi terhadap masa depannya. Sedari kecil, hidup Jati seolah telah dipetakan tentang apa yang harus ia capai, seperti apa ia harus berkembang, hingga jalan hidup seperti apa yang dianggap terbaik untuknya.Sumber : NetflixPremis tersebut terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Tidak sedikit dari kita yang pernah berada di posisi Jati, berusaha memenuhi harapan orang tua, mengejar sesuatu karena dianggap "baik", hingga lupa menanyakan kepada diri sendiri apa yang sebenarnya diinginkan.SinopsisFilm Aku Sebelum Aku mengisahkan Jati (Bima Sena), seorang remaja SMP dengan segudang prestasi yang tampak sempurna di kalangan anak sepantarannya. Namun, di balik semua itu, ia menyimpan kecemasan akibat tuntutan yang diberikan oleh ayahnya, Jaya (Ringgo Agus Rahman). Alhasil, sebuah momen tak terduga menjadi hasil bom waktu akibat kecemasan yang lama ia pendam. Serangan panik yang berakhir mendatangkannya ke dalam perjalanan juga petualangan nan historis dari lingkungan baru.Tempat Untuk Pulang yang Seringkali Menjadi Sumber LukaSalah satu kekuatan terbesar Aku Sebelum Aku terletak pada bagaimana film ini membangun dinamika hubungan antara Jati dan sang ayah. Konflik yang dihadirkan tidak menempatkan salah satu pihak sebagai sosok yang sepenuhnya benar atau salah. Sebaliknya, film memperlihatkan bagaimana cinta dan perhatian terkadang hadir dalam bentuk yang keliru, menciptakan jarak emosional yang perlahan menjadi luka bagi kedua belah pihak.Sumber : NetflixMelalui hubungan tersebut, film mengajak penonton memahami bahwa setiap anggota keluarga membawa harapan, ketakutan, dan caranya masing-masing dalam menunjukkan kasih sayang. Ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, niat baik pun dapat berubah menjadi tekanan yang membebani.Pendekatan seperti ini membuat konflik keluarga dalam film terasa begitu manusiawi. Banyak momen yang mungkin akan terasa dekat bagi sebagian penonton, terutama mereka yang pernah berada di persimpangan antara memenuhi ekspektasi orang tua dan menemukan jalan hidupnya sendiri.Membuka Ruang Diskusi Tentang Kesehatan Mental dan Sudut Pandang TerbukaDi balik kisah yang diusung, Aku Sebelum Aku juga menyinggung berbagai isu yang relevan dengan kehidupan saat ini, salah satunya mengenai kesehatan mental. Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa pergulatan batin seseorang seringkali jauh lebih kompleks daripada yang tampak di permukaan.Gina S. Noer menghadirkan berbagai sudut pandang yang mendorong penonton untuk lebih terbuka dan berempati terhadap pengalaman orang lain. Alih-alih menawarkan jawaban yang hitam dan putih, film ini justru memberikan ruang untuk berdiskusi, memahami, dan mempertimbangkan perspektif yang mungkin berbeda dari pengalaman pribadi masing-masing.Sumber : NetflixPendekatan tersebut menjadikan Aku Sebelum Aku terasa lebih dari sekadar kisah tentang pencarian jati diri. Film ini juga menjadi pengingat bahwa memahami seseorang seringkali membutuhkan rasa kesediaan untuk mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi.Gina S. Noer dalam Meramu Kisah Coming-of-AgeDalam beberapa tahun terakhir, Gina S. Noer menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan pengalaman manusia dan penuh nuansa emosional. Di Aku Sebelum Aku, ia kembali memperlihatkan kemampuannya dalam mengembangkan narasi coming-of-age yang terasa hangat, personal, dan membumi.Konflik yang dibangun berkembang secara natural hingga mencapai penyelesaiannya. Film tidak terburu-buru dalam menyampaikan pesan dengan membiarkan penonton bertumbuh bersama para karakternya dan memahami setiap keputusan yang mereka ambil.Sumber : NetflixPendekatan yang intim tersebut membuat perjalanan Jati terasa autentik, sekaligus memperkuat tema utama film mengenai pencarian identitas dan keberanian untuk mengenal diri sendiri.KesimpulanPada akhirnya, Aku Sebelum Aku bukan sekadar film tentang seorang remaja yang berkonflik dengan ayahnya. Film ini merupakan refleksi mengenai hubungan keluarga, ekspektasi, dan perjalanan panjang untuk memahami siapa diri kita sebenarnya di tengah berbagai tuntutan yang datang dari luar.Dengan premis yang dekat dengan kehidupan banyak orang, penyutradaraan yang matang dari Gina S. Noer, serta keberaniannya mengangkat isu kesehatan mental dan pentingnya empati, Aku Sebelum Aku berhasil menjadi tontonan yang hangat sekaligus mengundang perenungan. Lebih dari itu, film ini terasa cocok untuk ditonton bersama keluarga atau menjadi bahan diskusi dengan orang-orang terdekat.Sumber : NetflixFilm Aku Sebelum Aku sudah dapat ditonton di situs resmi Netflix!

Rachmatya Shabrina Ramadhani 17 Jul 2026
Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?
NEWS

Drama Tunggu Aku Sukses Nanti hingga, Sinetron Istri Satu-satunya, Tontonan Netflix Apa Hari Ini?

Dalam beberapa tahun terakhir Netflix telah dikenal sebagai rumah bagi kisah-kisah autentik dan unik asal Indonesia, mulai dari film box office, drama, sinetron, hingga judul-judul Netflix Originals yang tersedia di platform. Di sepanjang tahun 2026, Netflix berkomitmen untuk menyediakan lebih dari 100 konten lokal yang penuh keragaman, meliputi berbagai film drama dan sinetron yang amat digemari di Indonesia. Berbagai cerita ini begitu menarik untuk diikuti, dari drama keluarga yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari hingga serial panjang dengan jalan cerita yang menggelitik untuk terus diikuti. Tonton semuanya di Netflix!Tunggu Aku Sukses NantiPemeran: Ardit Erwandha, Lulu Tobing, Ariyo WahabCredit : NetflixTunggu Aku Sukses Nanti menjadi salah satu film box office dengan menarik lebih dari tiga juta penonton setelah tayang perdana di bioskop Indonesia pada April tahun ini. Film ini mengikuti kisah Arga yang senantiasa menjadi sasaran cibiran keluarga besarnya setiap Lebaran setelah ia menganggur selama tiga tahun dan tak kunjung mendapat pekerjaan. Situasi ekonomi yang semakin menekan dan berbagai masalah keluarga menuntut Arga bergegas mencari pekerjaan, demi keluar dari persoalan dan membanggakan keluarga saat acara kumpul Lebaran berikutnya.Istri Satu Satunya Pemeran: Clara Bernadeth, Bryan Mckenzie, Harris VrizaCredit :NetflixSoraya yang lama hidup sederhana bersama ibunya, Nina, tiba-tiba berhadapan dengan mantan suami Nina, Pierre, yang muncul dan membantu biaya pengobatan sang ibu. Merasa penasaran akan identitas pria tersebut, Soraya menyamar sebagai pekerja rumah tangga di rumah Pierre untuk mencari tahu cerita yang sebenarnya. Namun sebuah kejadian misterius kemudian membuat Soraya terseret dalam konflik keluarga, rebutan warisan, hingga misteri pembunuhan. Istri Satu-satunya bisa jadi pilihan sinetron terbaru untuk diikuti!Na Willa Pemeran: Luisa Adreena, Freya Mikhayla, Azamy SyauqiCredit : NetflixDiangkat dari buku tenar berjudul sama karangan Reda Gaudiamo, film ini mengikuti kisah Na Willa yang ceria dan hidup nyaman di rumahnya di Surabaya di era 1960-an. Dunia kecilnya terasa penuh keajaiban berkat permainan, kehadiran teman-teman, hingga berbagai petualangan yang dijalaninya. Namun hidup ternyata menghadirkan tantangan tak terduga saat ia mulai bersekolah dan ia harus berhadapan dengan teman-teman baru dan para guru yang tegas.Agak Laen : Menyala Pantiku!Pemeran: Indra Jegel, Boris Bokir Manullang, Oki RenggaCredit : NetflixTayang perdana di bioskop sejak akhir November 2025, Agak Laen: Menyala Pantiku! menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan perolehan lebih dari 11 juta penonton. Film yang digarap oleh sutradara Muhadkly Acho dan produser Ernest Prakasa ini merupakan sekuel dari film sukses Agak Laen (2024), yang berlatar di sebuah pasar malam. Kini barisan detektif Bene, Boris, Jegel, dan Oki yang berulang kali gagal menjalankan misi mendapatkan kesempatan terakhir, yaitu menyusup ke dalam sebuah panti jompo dan menyamar. Misi terbaru mereka adalah mencari buronan dalam kasus pembunuhan anak wali kota. Namun penyelidikan menjadi kekacauan sekaligus penuh kejadian humoris berkat kemampuan detektif mereka yang ala kadarnya. Sanggupkah mereka menangkap sang buron pada akhirnya?Ayah,Ini Arahnya Kemana Ya? Pemeran: Mawar de Jongh, Rey Bong, Dwi SasonoCredit : NetflixDira tumbuh dalam keluarga dengan sosok ayah yang tak benar-benar hadir di antara mereka. Situasi bertambah rumit ketika ibu yang menyokong ekonomi keluarga terluka parah dalam sebuah insiden. Jeratan utang yang kemudian terbongkar dan hubungan renggang dengan sang ayah memaksa Dira dalam sekejap bertindak sebagai orang dewasa, memikul beban melampaui usianya dan berjuang demi kelangsungan hidup keluarganya.Pelangi Di MarsPemeran: Messi Gusti,Lutesha, Meysha LinCredit : NetflixDengan latar masa depan saat Bumi mengalami krisis air, Pratiwi yang dikirim ke Mars untuk mencari mineral langka nan vital melahirkan Pelangi, manusia pertama yang lahir di planet tersebut. Bertahun-tahun kemudian, Pelangi yang hidup di Mars bersama teman-teman robotnya bergegas mencari mineral tersebut untuk kelangsungan hidup Bumi.Terikat JanjiPemeran: Arya Saloka, Asha Assuncao, Fendy ChowSinetron populer ini menghadirkan kisah emosional dengan alur penuh konflik, dilema, dan pilihan sulit. Saat menghadapi konflik keluarga, rahasia masa lalu, serta sebuah ikatan janji, sepasang kekasih menghadapi tekanan ketika kepercayaan mulai terasa retak dan berbagai masalah muncul. Mereka dipaksa memilih antara mempertahankan cinta atau melepaskan satu sama lain. Konflik semakin memanas ketika berbagai masalah mulai menguji hubungan mereka.Ipar Adalah Maut : The SeriesPemeran: Deva Mahenra, Tatjana Saphira, Nicole ParhamCredit : NetflixDiangkat dari film populer berjudul sama, serial ini menggali lebih dalam latar belakang dan sisi emosional para karakter, yaitu pasangan suami istri Aris-Nisa serta sang adik ipar, Rani. Rumah tangga Aris dan Nisa yang terlihat harmonis bersama putri mereka mulai berubah kala Rani tinggal bersama mereka untuk menjalani kuliah. Kedekatan Rani dan Aris perlahan melewati batas, hingga rahasia mereka terancam menghancurkan pernikahan serta hubungan antara kakak dan adik..Pernikahan Dini Gen ZPemeran: Aliando Syarief, Richelle Georgette Skornicki, Samudra TaylorCredit : NetflixSeorang murid teladan bernama Dini menjalin hubungan rahasia dengan Rangga, sang kakak kelas populer yang juga berpotensi menjadi calon atlet basket nasional. Hubungan mereka yang kemudian menimbulkan masalah membuat mereka harus berhadapan dengan tekanan keluarga, masa depan yang gamang, serta kehadiran sosok lain yang menaruh hati pada Dini.Istri Paruh WaktuPemeran: Arifin Putra, Audi Marissa, Kiara McKennaCredit : NetflixKehidupan sempurna Riska si CEO mulai retak setelah lama menikah. Saat ia merasa selama ini menjadi “istri paruh waktu” akibat kesibukannya, Riska memutuskan mundur dari pekerjaan. Namun yang ia dapati justru kejanggalan dalam sikap suaminya, Adimas, yang selama ini ternyata menyimpan rahasia. Riska pun harus memutuskan apakah ia dapat menghadapi rahasia tersebut dan mengatur ulang masa depan keluarganya..Selain rekomendasi tayangan di atas, masih banyak lagi film drama dan sinetron Indonesia yang layak menjadi tontonan Anda selanjutnya, seperti Semua Akan Baik-baik Saja, Keluarga Super Irit, Home Sweet Loan, 1 Kakak 7 Ponakan, Surat untuk Masa Mudaku, Keluarga yang Tak Dirindukan, Jodoh Wasiat Bapak Reborn, A Little White Lie, Surga yang Tak Dirindukan, serta Imperfect: The Series.Tunggu informasi menarik lainnya tentang konten lokal yang bisa masuk ke daftar tontonan Anda melalui kampanye Netflix Apa Hari Ini? di akun media sosial NetflixID.

Admin Kupas Tuntas Film 17 Sep 2026
Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina
MOVIE
4.2

Petualangan Magis yang Hangat dengan Balutan Mitologi Filipina

DreamWorks Animation kembali menghadirkan film animasi original melalui Forgotten Island sebuah film petualangan fantasi yang terasa berbeda karena membawa penonton masuk ke dunia mitologi dan cerita rakyat Filipina.Film ini ditulis sekaligus disutradarai oleh Joel Crawford dan Januel P. Mercado, duo yang sebelumnya bekerja sama dalam Puss in Boots: The Last Wish. Kali ini, keduanya membawa sebuah kisah tentang persahabatan, keluarga, perpisahan, dan kenangan dengan latar dunia mistis bernama Nakali..Yang membuat Forgotten Island terasa fresh adalah keberaniannya menjadikan budaya dan mitologi Filipina sebagai bagian penting dari dunia cerita. Bukan sekadar tempelan visual atau nama karakter, berbagai makhluk dari folklore Filipina menjadi bagian dari petualangan Jo dan Raissa.Mengangkat Mitologi Filipina dengan Cara yang FreshCerita Forgotten Island berpusat pada Jo dan Raissa, dua sahabat yang sudah berteman sejak kecil. Keduanya sedang berada di titik perubahan dalam hidup karena setelah lulus sekolah mereka akan menjalani jalan masing-masing.Ketika sedang merayakan malam terakhir mereka bersama, sebuah portal misterius membawa keduanya menuju Nakali, sebuah pulau fantastis yang dipenuhi berbagai makhluk mitologi dan legenda yang selama ini mereka dengar dari keluarga mereka.Di sinilah Forgotten Island mulai menunjukkan identitasnya. Film ini menghadirkan berbagai elemen dari folklore Filipina, termasuk Manananggal, makhluk yang dalam legenda dikenal mampu memisahkan bagian atas tubuhnya dan terbang. Dalam film, sosok tersebut diwujudkan melalui karakter Manang, yang menjadi salah satu ancaman terbesar bagi Jo dan Raissa.Selain Manananggal, dunia Nakali juga diisi dengan berbagai makhluk fantastis lainnya, termasuk Bungi yang merupakan Tiyanak, Raww yang merupakan weredog, serta Batiba yang memiliki hubungan dengan kenangan. Penggunaan mitologi seperti ini membuat Forgotten Island terasa berbeda dari formula film animasi fantasi pada umumnya. DreamWorks tidak hanya menggunakan dunia fantasi sebagai tempat petualangan, tetapi menjadikannya sebagai cara untuk memperkenalkan kekayaan cerita rakyat Filipina kepada penonton yang lebih luas.Film ini juga terasa personal karena Crawford dan Mercado mengambil inspirasi dari hubungan mereka dengan orang-orang terdekat, termasuk keluarga dan persahabatan yang mereka miliki. Mercado bahkan mengambil inspirasi dari saudara perempuannya, sementara Crawford menyebut istrinya dan hubungan anak-anak mereka dengan sahabat sebagai bagian dari inspirasi cerita.Jo dan Raissa: Persahabatan yang Menjadi Jantung CeritaWalaupun Forgotten Island memiliki banyak monster, dunia magis dan petualangan besar, inti sebenarnya dari film ini adalah hubungan Jo dan Raissa.Jo merupakan sosok yang imajinatif, suka bercerita, penuh energi, tetapi juga cukup impulsif. Sementara Raissa lebih pintar, berhati-hati dan penuh perhitungan.Perbedaan karakter tersebut justru membuat hubungan mereka terasa hidup.Keduanya seperti dua pribadi yang berbeda tetapi saling melengkapi. Hubungan tersebut menjadi semakin menarik karena mereka sedang menghadapi kenyataan bahwa setelah lulus sekolah, hidup mereka mungkin akan membawa mereka ke arah yang berbeda.Hal ini membuat konflik dalam film terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Banyak orang mungkin pernah mengalami situasi ketika sahabat yang sudah bersama sejak kecil harus berpisah karena sekolah, pekerjaan, keluarga, atau pilihan hidup.DreamWorks kemudian membawa persoalan sederhana tersebut ke dalam sebuah konsep fantasi yang jauh lebih besar: bagaimana jika untuk pulang kita harus mengorbankan semua kenangan bersama orang yang paling kita sayangi?Di titik inilah konsep Forgotten Island menjadi cukup emosional.Voice Acting yang Menghidupkan KarakterSalah satu kekuatan Forgotten Island adalah jajaran voice actor yang mampu memberikan karakter dan kepribadian yang berbeda pada setiap tokohnya.H.E.R. sebagai Jo terasa cocok dengan karakter Jo yang penuh imajinasi, spontan, dan terkadang impulsif. Energi vokalnya membuat Jo terasa seperti remaja yang benar-benar memiliki rasa ingin tahu besar terhadap dunia di sekitarnya.Sementara Liza Soberano sebagai Raissa memberikan karakter yang lebih tenang dan terukur. Raissa bukan hanya menjadi teman Jo, tetapi juga menjadi sosok yang mampu menyeimbangkan sifat Jo yang terkadang bertindak tanpa berpikir panjang.Chemistry H.E.R. dan Liza menjadi salah satu elemen penting karena hubungan Jo dan Raissa adalah pusat emosional film.Kemudian ada Dave Franco sebagai Raww, karakter weredog yang menjadi salah satu sumber komedi. Raww memiliki kepribadian yang lucu, agak ceroboh, dan mudah terpancing emosi. Konsep weredog ini juga memberikan jenis humor fisik yang berbeda dibanding karakter monster pada umumnya. Jenny Slate sebagai Batiba juga memberikan warna tersendiri. Batiba merupakan makhluk yang memiliki hubungan dengan kenangan dan menjadi karakter yang secara konsep cukup menarik karena berkaitan langsung dengan tema utama film: kehilangan dan rasa takut ditinggalkan.Sementara Manny Jacinto sebagai Bungi menjadi salah satu karakter yang paling mudah mencuri perhatian. Bungi merupakan Tiyanak berukuran besar dengan sifat seperti bayi yang lucu, menggemaskan, sekaligus bisa membawa kekacauan ke dalam kelompok.. Namun, salah satu penampilan yang paling menonjol adalah Lea Salonga sebagai Manang.Manang merupakan sosok Manananggal yang kuat, misterius, dan menakutkan. Menariknya, peran Lea tidak hanya mengandalkan dialog. Suara,napas, dan elemen vokalnya ikut digunakan untuk membangun identitas Manang dalam film. Komposer Nathan Matthew David bahkan menjelaskan bahwa vokal Lea digunakan untuk menciptakan dunia suara khusus bagi karakter tersebut.Hasilnya adalah Manang terasa seperti karakter yang kehadirannya bisa dirasakan bahkan ketika ia tidak banyak berbicara.Visual Animasi yang Magis dan Memanjakan MataSecara visual, Forgotten Island juga menjadi salah satu daya tarik terbesarnya.DreamWorks mampu menciptakan Nakali sebagai sebuah dunia yang terasa sangat berbeda dari dunia manusia. Pulau tersebut dipenuhi warna, bentuk, karakter, makhluk fantastis, hingga lingkungan yang membuat setiap bagian terasa seperti dunia dongeng yang hidup.Menariknya, film ini juga mampu menggabungkan berbagai pendekatan visual dalam satu film. Desain karakter manusia dibuat ekspresif dan mudah dikenali, sementara makhluk-makhluk mitologi mendapatkan bentuk yang jauh lebih bebas dan imajinatif.Hal tersebut membuat setiap kemunculan karakter baru terasa seperti menemukan sesuatu yang berbeda.Gaya visualnya juga memiliki sentuhan yang mengingatkan pada pendekatan Puss in Boots: The Last Wish, terutama dalam keberanian bermain dengan bentuk, gerakan, ekspresi, serta bahasa visual yang tidak selalu mengikuti realisme animasi 3D tradisional.Hasil akhirnya adalah sebuah film yang terasa magis, colorful, dinamis, sekaligus kaya detail.Bagi penonton yang menyukai film animasi dengan world-building kuat, Nakali menjadi salah satu bagian paling menyenangkan untuk dieksplorasi.Drama Keluarga, Persahabatan, Komedi dan PetualanganWalaupun dikemas sebagai film keluarga, Forgotten Island tidak hanya mengandalkan humor dan petualangan.Ada drama mengenai keluarga, perubahan hidup, persahabatan, serta ketakutan menghadapi masa depan.Jo dan Raissa sedang berada di fase ketika masa sekolah mereka berakhir. Apa yang sebelumnya terasa permanen seperti persahabatan mereka mulai menghadapi kemungkinan perubahan.Konsep tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam konflik fantasi yang cukup sederhana tetapi efektif.Di Nakali, kenangan bukan sekadar sesuatu yang tersimpan di kepala. Kenangan menjadi sesuatu yang memiliki nilai dan bisa hilang.Karena itu, petualangan Jo dan Raissa bukan hanya tentang menemukan jalan pulang. Mereka juga harus berusaha mempertahankan sesuatu yang jauh lebih penting: hubungan mereka sebagai sahabat.Di sisi lain, kehadiran Raww, Batiba, Bungi dan karakter lainnya memberikan keseimbangan agar film tidak menjadi terlalu serius.Humornya membantu menjaga Forgotten Island tetap terasa sebagai film keluarga, sementara sisi emosionalnya membuat cerita memiliki bobot lebih.Pesan tentang Perpisahan dan KenanganPesan terbesar yang terasa dari Forgotten Island adalah tentang perpisahan.Dalam kehidupan, tidak semua hubungan bisa berlangsung dalam bentuk yang sama selamanya.Ada sahabat yang akhirnya harus pergi. Ada keluarga yang berpindah tempat. Ada orang yang kita sayangi yang akhirnya memiliki jalan hidup sendiri.Dan terkadang, kita tidak bisa menghentikan perubahan tersebut.Forgotten Island kemudian mengajak penonton untuk melihat perpisahan bukan semata-mata sebagai kehilangan, tetapi sebagai bagian dari perjalanan hidup.Yang membuat sebuah hubungan berarti bukan hanya berapa lama kita bisa bersama seseorang, tetapi kenangan dan pengalaman yang kita ciptakan ketika masih bersama.Itulah yang membuat konflik Jo dan Raissa terasa cukup relate.Mereka bukan hanya takut kehilangan jalan pulang. Mereka takut suatu hari nanti tidak lagi mengingat mengapa persahabatan mereka begitu berarti.KesimpulanForgotten Island menjadi salah satu film animasi DreamWorks yang terasa fresh karena berani membawa mitologi dan folklore Filipina ke dalam sebuah petualangan fantasi keluarga. Joel Crawford dan Januel P. Mercado berhasil menggabungkan cerita tentang persahabatan dan perpisahan dengan dunia Nakali yang penuh makhluk mitologi, humor, petualangan, serta visual yang memanjakan mata. Kekuatan lainnya datang dari jajaran voice actor yang mampu memerankan karakter mereka dengan bagus dan total.Pada akhirnya, Forgotten Island bukan hanya berbicara tentang monster, pulau mistis, atau bagaimana cara kembali ke rumah.Film ini berbicara tentang persahabatan, keluarga, kenangan dan keberanian menerima bahwa dalam hidup pasti akan ada perpisahan, bahkan dengan sahabat atau seseorang yang sangat kita sayangi.Dan mungkin, justru karena perpisahan itulah setiap momen bersama menjadi begitu berharga. Film keluarga ini cocok dan recommended untuk SOBAT KTF yang suka dengan film animasi dengan cerita yang baru, unsur persahabatan yang hangat, serta petualangan yang seru.

Rahmadandi Desky Prayuda 28 Sep 2026
Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal
NEWS

Dimas Anggara Debut Sutradarai Film Horor Berjudul Aplikasi Iblis, Dibintangi Junior Roberts, Saat Aplikasi Bisa Menghubungkan dengan Arwah Orang yang Sudah Meninggal

Film Aplikasi Iblis tayang mulai 15 Oktober 2026 di bioskopJakarta, 31 Agustus 2026 — Dimas Anggara menandai penyutradaraan debut horornya lewat film terbaru persembahan NIH Pictures berjudul Aplikasi Iblis. Film ini dibintangi oleh Junior Roberts, Dosma Hazenbosch, Aldo Irawan Putra, Aulia Deas, Ruth Marini, serta penampilan spesial Della Dartyan.Film Aplikasi Iblis membawa genre urban supernatural horror yang akan mengisahkan tentang seorang pria yang mencoba kembali terhubung dengan kekasihnya yang telah meninggal melalui sebuah aplikasi misterius. Namun, justru membuka pintu bagi sesuatu yang ingin memanfaatkannya.Dalam teaser trailer yang dirilis, Arya (diperankan Junior Roberts) ingin melamar kekasihnya, Laras (Dosma Hazenbosch). Namun, keduanya justru harus terpisah dan berbeda dunia untuk selamanya. Arya masih ditemani arwah Laras, tapi, apakah itu benar-benar Laras?Sementara itu, di teaser poster yang dirilis juga secara jelas menampilkan sosok menyeramkan di layar ponsel. Menandakan sebuah teror yang akan datang, saat kita mencoba menggunakan aplikasi yang disebut bisa menghubungkan dengan arwah orang mati tersebut.“Film Aplikasi Iblis akan mengikuti kisah Arya. Dia baru saja kehilangan kekasihnya, dan masih sangat rindu dan percaya orang yang telah pergi bisa kembali. Di film ini, saya menggabungkan unsur drama romance tapi juga teror horor yang mungkin sangat dekat dengan kehidupan kita saat ini. Ketika kita semua pakai sebuah aplikasi untuk bisa terkoneksi dengan orang yang kita sayangi, apapun jenis aplikasinya. Tapi bedanya, aplikasi di film ini bisa menghubungkan dengan arwah orang yang sudah meninggal,” ujar sutradara Dimas Anggara.“Buat aku cerita Arya dan Laras itu seperti sepasang kekasih yang sudah merencanakan sesuatu yang indah tapi malah berakhir menjadi tragedi,” ujar pemeran Arya, Junior Roberts. Sebelumnya, Dimas Anggara telah menyutradarai film #OOTD yang diproduksi oleh NIH Pictures. Kali ini, Dimas kembali mengeksplorasi gagasan kreatifnya sebagai sutradara horor lewat Aplikasi Iblis. Sebuah horor dengan cerita tentang teknologi, kehilangan, dan teror supernatural.Ikuti terus perkembangan film Aplikasi Iblis melalui media sosial Instagram @aplikasiiblisfilm dan @nihpictues. Film Aplikasi Iblis tayang di bioskop mulai 15 Oktober 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026