Logo KTF KupasTuntasFilm

Ketika Pikiran Sendiri Menjadi Sumber Ketakutan

MOVIE REVIEW TOP RATED
2.3
Indonesia Horor

By Pieter Siaahan | | 39 views

Film horor Indonesia terus berkembang dengan menghadirkan berbagai pendekatan baru dalam menyampaikan rasa takut. Tidak semuanya harus mengandalkan jumpscare atau sosok menyeramkan untuk membuat penonton merasa tidak nyaman. Hasut mencoba mengambil jalur tersebut dengan menghadirkan psychological horror yang lebih banyak bermain dengan pikiran, ketakutan, prasangka, serta kondisi psikologis para karakternya.

Film ini digarap sekaligus ditulis oleh Ilya Sigma, dengan bantuan Priesnanda Dwisatria. Hasut mencoba membangun kengerian melalui kondisi mental karakter dan bagaimana sebuah pikiran negatif dapat berkembang menjadi sesuatu yang semakin mengganggu.

Psychological Horror yang Bermain dengan Pikiran

Salah satu hal yang cukup menarik dari Hasut adalah keberaniannya untuk tidak hanya mengandalkan jumpscare sebagai sumber ketakutan. Film ini lebih banyak mengajak penonton masuk ke dalam kondisi psikologis karakter dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Rasa takut dalam film ini muncul dari ketidakpastian. Penonton diajak untuk ikut merasakan kegelisahan, kecurigaan, dan tekanan yang dialami oleh karakter-karakternya. Pendekatan seperti ini membuat Hasut terasa berbeda dibandingkan film horor yang lebih konvensional.

Ketika sebuah film psychological horror berhasil membuat penonton mempertanyakan apakah sesuatu yang terjadi benar-benar nyata atau justru merupakan bagian dari kondisi psikologis karakter, di situlah rasa tidak nyaman mulai terbentuk.

Hasut memiliki beberapa momen yang mencoba memainkan hal tersebut. Film tidak selalu memberikan jawaban secara langsung, sehingga penonton harus memperhatikan situasi dan perubahan karakter untuk memahami apa yang sedang terjadi.

Musuh Terbesar Bisa Datang dari Pikiran Sendiri

Pesan yang paling terasa dari Hasut adalah bagaimana terkadang musuh terbesar kita justru adalah pikiran kita sendiri.

Ketakutan, prasangka, kecemasan, dan pikiran negatif yang terus berkembang dapat memengaruhi cara seseorang melihat keadaan di sekitarnya. Sesuatu yang awalnya mungkin terlihat sederhana bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih mengerikan ketika terus dipenuhi oleh rasa takut dan kecurigaan.

Inilah salah satu aspek yang membuat Hasut cukup menarik untuk dibahas. Film ini tidak hanya berusaha membuat penonton takut terhadap sesuatu yang berada di luar diri mereka, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pikiran manusia sendiri dapat menjadi sumber teror.

Konsep tersebut sebenarnya memiliki ruang yang cukup luas untuk dikembangkan. Ketika ketakutan dan pikiran negatif mulai mengambil alih, batas antara realitas dan persepsi menjadi semakin sulit dibedakan.

Akting Dari Para Pemain

Dari sisi pemain, Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova mampu memberikan penampilan yang cukup bagus.

Keempat pemain berhasil membawa karakter mereka dengan cukup meyakinkan, terutama ketika harus menunjukkan sisi emosional dan tekanan psikologis yang menjadi bagian penting dari film.

Karena Hasut lebih banyak bermain pada kondisi mental karakter, ekspresi, gestur, serta perubahan emosi menjadi bagian yang cukup penting. Para pemain mampu memberikan energi yang sesuai dengan atmosfer film sehingga ketegangan yang dibangun tetap terasa.

Chemistry antarpemain juga cukup membantu dalam membuat hubungan antarkarakter terasa lebih hidup dan tidak sekadar menjadi bagian dari cerita horor.

Sayangnya, Tidak Semua Misteri Terjawab dengan Memuaskan.

Meskipun memiliki konsep yang menarik, Hasut masih memiliki beberapa kekurangan dalam eksekusinya.

Ada beberapa elemen cerita yang terasa belum dijelaskan dengan cukup jelas. Latar belakang beberapa karakter juga terasa terlalu singkat sehingga perkembangan dan motivasi mereka tidak selalu mendapatkan ruang yang cukup.

Hal tersebut kemudian membuat beberapa bagian film terasa menyisakan pertanyaan. Setelah film selesai, masih ada beberapa hal yang membuat bertanya-tanya mengenai maksud maupun alasan di balik kejadian tertentu.

Sebenarnya, meninggalkan pertanyaan kepada penonton bukan sesuatu yang selalu menjadi masalah dalam film psychological horror. Justru, film dengan genre seperti ini memang sering memberikan ruang untuk interpretasi.

Namun, perbedaannya adalah antara misteri yang sengaja dibiarkan terbuka dengan informasi yang terasa seperti belum mendapatkan penjelasan yang cukup. Hasut terkadang berada di antara keduanya, sehingga beberapa bagian terasa kurang maksimal dalam menyampaikan keseluruhan ceritanya.

Kesimpulan

Dengan konsep psychological horror yang menarik, pesan yang cukup kuat, serta penampilan para pemain yang solid, Hasut berhasil memberikan pendekatan horor yang berbeda. Namun, eksekusinya masih memiliki beberapa kekurangan, terutama dalam memberikan penjelasan terhadap sejumlah elemen cerita dan latar belakang karakter.

Film ini cocok untuk SOBAT KTF yang menyukai film horor psychological, cerita yang bermain dengan kondisi mental karakter, serta horor yang membuat penonton ikut berpikir dan mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

More Recommendations

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!
NEWS

Arya Saloka Deg-Degan Baca Al-Qur’an, Ternyata Sudah Pendalaman Jadi Ustaz Duluan Sebelum Main Film Munafik: Melawan Iblis!

Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang!Jakarta, 3 September 2026 — Film horor Munafik: Melawan Iblis persembahan Unlimited Production tayang mulai hari ini, 3 September 2026 di seluruh bioskopIndonesia! Sebelumnya, Munafik: Melawan Iblis sudah mendapat respons positif dengan terjual habis seluruh tiket special screening di berbagai kota.Film yang dibintangi Arya Saloka, Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, dan Nova Eliza ini membawa kisah yang menyentuh tentang keikhlasan dari takdir yang diberikan, dengan kemasan horor yang juga memberikan hiburan.Salah satu yang menarik di film ini adalah saat Arya Saloka berproses menjadi karakter utama, Ustaz Adam. Banyak penonton memuji perannya sebagai Ustaz Adam karena tampil meyakinkan dan mampu melafalkan bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih.Namun, sebenarnya, untuk mencapai titik itu, Arya sempat harus belajar ulang bahkan dari level Iqro’. Arya juga selalu deg-degan saat membaca ayat Al-Qur’an di film Munafik: Melawan Iblis.“Yang membuat saya deg-degan adalah pelafalan saya membaca ayat-ayat Al-Qur’an.Selama persiapan, saya punya teman stres, dengan Dimas Aditya. Proses itulah yang sangat menyenangkan buat saya dari reading naskah, belajar tentang rukiah dan belajar dengan seorang ustaz yang membimbing dalam hafalan Al-Qur’an,” ujar Arya Saloka.“Saya belajar ulang dari Iqro’, jadi membenarkan pelafalan. Banyak obstacle, panjang-pendek, huruf per huruf, agar betul-betul ketika yang nonton film ini bisa merasakan bahwa kami memang seorang ustaz, dan fasih dalam membaca, jangan cuma sekadarnya,” tambah Arya.“Alhamdulillah saat proses ADR untuk dubbing ulang, untuk bacaan Al-Qur’annya minim sekali dubbing ulang, hampir semuanya murni dengan pelafalan kami yang ada di set syuting.”Sementara itu, Dimas Aditya, yang memerankan Ustaz Anwar di film ini, yang menjadi rekan rukiah Ustaz Adam, mengungkapkan bahwa Arya Saloka juga sebenarnya sudah lebih dulu melakukan pendalaman secara spiritual sebelum film Munafik: Melawan Iblis. Sehingga menurut Dimas, Arya sangat cocok menjadi Ustaz Adam dan ia takjub dengan hafalan Al-Qur’annya yang sangat cepat dalam waktu singkat.Saat memerankan Ustaz Adam yang mampu merukiah, Arya pun memiliki perspektif baru tentang proses rukiah. Sebelumnya, Arya melihat rukiah hanya sebagai proses pengusiran setan atau iblis di dalam tubuh manusia.“Saat saya masih kecil, pernah lihat langsung rukiah, di masjid dekat rumah saya saat ada rukiah massal. Dan memang yang terjadi ya orang-orang meraung, saat itu yang ada di kepala saya, yang saya lihat, mungkin hampir sama seperti tontonan yang ada di televisi. Namun ternyata setelah mempelajari secara khusus di film Munafik: Melawan Iblis, rukiah lebih dari itu, dan bukan soal pengusiran iblis. Tapi bagaimana proses rukiah juga berkaitan dengan psikologi,” terang Arya. Bagi Arya, film Munafik: Melawan Iblis memiliki kedekatan cerita dengan banyak orang. Film ini tak hanya mengandalkan horor jumpscare yang menakut-nakuti, tapi juga memiliki kedalaman cerita.“Mungkin hampir banyak manusia di alam ini masih dalam kategori munafik. Saya juga ada di dalam golongan itu, tapi mudah-mudahan Allah hindarkan. Terkadang apa yang kita bicarakan belum tentu sesuai dengan perilakunya. Di film ini tidak cuma masalah horor, ketakutannya, jumpscare, tapi lengkap. Dan dari karakter Ustaz Adam, kita bisa belajar untuk menerima dan ikhlas,” tutup Arya.Tonton film Munafik: Melawan Iblis di bioskop sekarang! Ikuti informasi terbaru melalui akun media sosial Instagram resmi @unlimited_production dan @film.munafik

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
VIDEO
Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City
MOVIE
3.5

Balas Dendam Brutal Alan Ritchson yang Bicara Lewat Aksi Di Film Motor City

Motor City bukan film aksi yang meminta penonton untuk duduk nyaman, mendengarkan dialog panjang, lalu menunggu karakter menjelaskan siapa dirinya dan apa yang sedang terjadi. Film garapan Potsy Ponciroli ini justru melakukan hal sebaliknya. Ia memaksa penonton membaca wajah, gerakan tubuh, suara mesin, dentuman musik, tatapan, darah, dan kekerasan sebagai bagian dari bahasa cerita.Berlatar Detroit tahun 1977, film ini mengikuti John Miller, seorang mantan narapidana dan veteran Vietnam yang berusaha memulai kembali kehidupannya setelah keluar dari penjara. Ia ingin hidup sederhana bersama Sophia, perempuan yang dicintainya. Namun harapan tersebut runtuh ketika John kembali berhadapan dengan dunia kriminal yang pernah menjebaknya.Dari titik itulah Motor City berubah menjadi perjalanan balas dendam yang sangat personal.Alan Ritchson menjadi pusat dari semuanya. Setelah dikenal luas sebagai sosok aksi lewat Reacher, Ritchson kembali memanfaatkan fisiknya yang besar, tetapi kali ini dengan pendekatan yang berbeda. John bukan karakter yang banyak bicara. Bahkan, salah satu eksperimen terbesar film ini adalah hampir menghilangkan dialog dari keseluruhan narasi. Beberapa sumber menyebut film ini hanya memiliki sedikit sekali percakapan verbal.Dan keputusan tersebut ternyata memiliki konsekuensi besar.John Miller: Pria yang Kehilangan Kesempatan untuk Menjadi Orang BiasaMenariknya, John sebenarnya bukan sekadar mesin pembunuh.Pada awal cerita, ia diperlihatkan sebagai seseorang yang ingin keluar dari kehidupan lamanya.Ia sudah menjalani hukuman. Ia mencoba kembali bekerja. Ia memiliki hubungan romantis. Bahkan ada gambaran bahwa John ingin membangun kehidupan normal bersama Sophia.Inilah bagian yang membuat karakter John menjadi lebih menarik dibanding sekadar tokoh protagonis dalam film balas dendam.John sebenarnya sudah memiliki kesempatan untuk menjadi orang biasa.Tetapi masa lalu tidak membiarkannya.Ketika kehidupan yang baru dibangun tersebut dihancurkan. Bukan Film Tanpa Suara, Melainkan Film yang Mengganti Dialog dengan Bahasa VisualKesalahan terbesar jika masuk ke Motor City dengan ekspektasi sebagai film bisu adalah menganggap film ini hanya menghilangkan dialog.Tidak.Film ini tetap sangat “berisik”.Suara pukulan, deru kendaraan, suara senjata, langkah kaki, napas karakter, suara kota dan terutama musik menjadi pengganti percakapan. Musik bahkan memiliki fungsi seperti narator yang tidak terlihat.Ini membuat Motor City terasa lebih dekat dengan sebuah pertunjukan audiovisual daripada film kriminal konvensional.Ben Foster dan Ancaman yang Tidak Selalu Membutuhkan Banyak PenjelasanBen Foster memainkan Reynolds, sosok kriminal yang menjadi pusat konflik John.Foster sebenarnya memiliki kualitas akting yang sangat cocok untuk karakter seperti ini: ekspresif, tidak stabil, dan mampu membuat karakter terasa berbahaya bahkan ketika tidak melakukan apa-apa.Namun film juga memperlihatkan salah satu masalah dari konsep minim dialog.Karakter antagonis membutuhkan ruang untuk menjelaskan motivasi, hubungan kekuasaan, dan psikologinya.Di Motor City, informasi tersebut sebagian besar harus disampaikan melalui tindakan.Hasilnya memang membuat film bergerak cepat, tetapi kedalaman karakter tertentu menjadi terbatas.Ini menjadi salah satu paradoks film: semakin sedikit karakter berbicara, semakin banyak penonton harus menafsirkan.Shailene Woodley dan Karakter SophiaSophia seharusnya menjadi salah satu elemen emosional terpenting dalam perjalanan John.Ia bukan sekadar pasangan protagonisIa adalah representasi dari kehidupan normal yang sebenarnya diinginkan John.Karena itu, hubungan John dan Sophia memiliki fungsi penting dalam struktur cerita: Sophia memperlihatkan bahwa John sebenarnya masih memiliki sisi manusia yang ingin diselamatkan. Namun karakter ini juga menjadi salah satu bagian yang terasa kurang berkembang.Minimnya dialog membuat hubungan mereka lebih banyak dibangun melalui visual daripada percakapan.Secara konsep memang menarik.Tetapi secara emosional, film terkadang membuat penonton harus menerima begitu saja bahwa hubungan mereka sangat dalam tanpa memberikan cukup ruang untuk benar-benar merasakan proses kedekatan tersebut.Detroit 1977 Bukan Sekadar LatarSalah satu kekuatan Motor City adalah bagaimana Detroit tahun 1977 digunakan sebagai atmosfer.Film tidak mencoba membuat Detroit hanya sebagai lokasi tempat karakter bergerak.Kota tersebut terasa seperti bagian dari identitas film.Lingkungan yang kasar, warna visual yang terasa kusam, kendaraan klasik, pakaian, interior, serta musik periode 1970-an menciptakan atmosfer retro yang kuat.Penonton harus “membaca” dunia yang ditampilkan.Detroit dalam film terasa seperti kota yang sedang mengalami luka, dan John seolah menjadi representasi dari luka tersebut.Itulah sebabnya judul Motor City terasa lebih tepat daripada sekadar nama lokasi.Motor, jalan raya, bengkel, mobil, dan kekerasan semuanya menjadi bagian dari identitas visual film.Kekerasan yang Tidak Sekadar Dipakai untuk GayaMotor City tidak malu memperlihatkan kekerasan ,Pukulan terasa berat, Benturan terasa menyakitkan, Darah bukan sekadar aksesoris.Beberapa adegan aksinya bahkan terasa seperti sengaja dirancang untuk membuat penonton meringis.Namun yang menarik adalah kekerasan tersebut sering kali digunakan sebagai bentuk komunikasi.Karena John tidak bisa mengatakan “aku marah”, film membuatnya memukul.Karena ia tidak bisa menjelaskan bahwa dirinya telah kehilangan kendali, tubuhnya menunjukkan hal tersebut, Karena ia tidak memiliki banyak ruang untuk bernegosiasi, konflik diselesaikan melalui fisik.Dengan demikian, aksi bukan hanya bagian hiburan. Aksi menjadi bahasa John.Kesimpulan Motor City (2026) menawarkan film aksi balas dendam dengan gaya yang berbeda, mengandalkan visual, musik, dan ekspresi karakter dibanding dialog. Meski ceritanya sederhana dan beberapa karakter kurang tergali, Alan Ritchson mampu membawa intensitas film dengan kuat. Bukan film yang sempurna, tetapi punya identitas dan atmosfer yang membuatnya tetap menarik untuk disaksikan.

Admin Kupas Tuntas Film 26 Aug 2026
VIDEO
LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA
MOVIE
3.5

LASTRI : ARWAH KEMBANG DESA

Horor Bernuansa Legenda yang Menghadirkan Dendam, Luka, dan Teror dari Masa LaluSinopsis : Ketika Masa Lalu Menolak untuk DilupakanLastri: Arwah Kembang Desa membawa penonton ke sebuah desa yang tampak tenang, tetapi menyimpan sejarah kelam yang tak pernah benar-benar terkubur. Berawal dari serangkaian kejadian ganjil yang mengusik kehidupan warga, perlahan terungkap sebuah tragedi puluhan tahun silam yang melibatkan seorang perempuan bernama Lastri.Lastri dikenal sebagai perempuan baik hati dan cantik yang menjadi kebanggaan desanya. Namun, kehidupan yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan berubah menjadi mimpi buruk ketika fitnah, kecemburuan, dan kepentingan orang-orang di sekitarnya menghancurkan masa depannya. Sejak saat itu, nama Lastri berubah menjadi legenda yang terus menghantui desa dan menjadi simbol dendam yang belum menemukan akhir.Alur Cerita: Misteri yang Dibangun PerlahanFilm ini tidak terburu-buru memperlihatkan seluruh misterinya. Penonton diajak mengikuti potongan demi potongan peristiwa yang perlahan menyusun gambaran utuh tentang tragedi Lastri.Pendekatan seperti ini membuat rasa penasaran terus terjaga. Setiap babak menghadirkan informasi baru yang mengubah sudut pandang penonton terhadap karakter maupun konflik. Ketika fakta-fakta mulai terungkap, film memperlihatkan bahwa akar teror bukan sekadar kehadiran makhluk gaib, melainkan kesalahan manusia yang terus menghantui generasi berikutnya.Tempo yang perlahan memang membutuhkan kesabaran, tetapi justru memberi ruang bagi penonton untuk memahami hubungan emosional antar karakter sebelum memasuki puncak konflik.Naskah: Horor yang Dibangun Lewat Drama ManusiaSalah satu kekuatan utama film ini ada pada naskahnya. Cerita tidak hanya berbicara mengenai arwah penasaran, tetapi juga mengenai bagaimana fitnah dapat menghancurkan hidup seseorang.Konflik yang muncul terasa relevan karena berasal dari sifat-sifat manusia seperti iri hati, ambisi, dendam, dan ketamakan. Film ini memperlihatkan bahwa keputusan-keputusan kecil yang didorong oleh ego mampu melahirkan tragedi besar yang dampaknya bertahan selama puluhan tahun.Pendekatan tersebut membuat unsur horor terasa lebih bermakna. Penonton tidak hanya dibuat takut, tetapi juga diajak merenungkan akibat dari kebencian dan ketidakadilan.Pendalaman Karakter: Setiap Tokoh Memiliki PerannyaLastri menjadi pusat dari seluruh cerita. Karakternya berkembang dari sosok perempuan yang penuh harapan menjadi simbol penderitaan dan dendam. Perjalanan emosionalnya menjadi inti yang menggerakkan seluruh konflik dalam film.Karakter-karakter pendukung juga memiliki fungsi yang jelas. Mereka bukan hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi menjadi penyebab sekaligus korban dari keputusan-keputusan yang mereka ambil sendiri. Hubungan antar tokoh terasa saling berkaitan sehingga konflik berkembang secara alami.Inilah yang membuat cerita memiliki dimensi emosional yang cukup kuat dibandingkan film horor yang hanya berfokus pada teror.Akting: Emosi Menjadi Senjata TerbesarPara pemain berhasil membangun emosi yang dibutuhkan cerita. Adegan-adegan dramatis terasa lebih menonjol karena dimainkan dengan intensitas yang tepat.Sosok Lastri tampil sebagai karakter yang mampu mengundang simpati sekaligus menghadirkan rasa takut ketika terornya mulai muncul. Sementara para karakter lain berhasil memperlihatkan konflik batin, rasa bersalah, hingga kepanikan yang semakin memperkuat atmosfer cerita.Chemistry antarpemain juga menjadi salah satu nilai tambah karena hubungan mereka terasa meyakinkan sejak awal hingga akhir film.Atmosfer Horor: Teror yang Tidak Bergantung pada JumpscareFilm ini lebih memilih membangun rasa tidak nyaman daripada mengejutkan penonton setiap beberapa menit.Suasana desa yang sunyi, rumah-rumah tua, area pemakaman, hingga lokasi tambang menjadi elemen visual yang memperkuat nuansa mistis. Tata suara juga berperan besar dalam menciptakan ketegangan. Bahkan ketika tidak ada penampakan, penonton tetap dibuat merasa waswas karena atmosfer yang berhasil dibangun.Pendekatan seperti ini membuat horor terasa lebih matang dan tidak cepat terlupakan.Visual dan Sinematografi: Keindahan yang Menyimpan KengerianDari sisi visual, film ini menampilkan sinematografi yang mampu memanfaatkan lanskap pedesaan sebagai bagian dari cerita.Komposisi gambar, pencahayaan yang redup, serta penggunaan kabut dan ruang kosong berhasil menghadirkan kesan mencekam tanpa harus berlebihan. Tata artistik juga cukup meyakinkan dalam menggambarkan latar waktu sehingga dunia yang dibangun terasa hidup.Visual tidak hanya menjadi pemanis, tetapi benar-benar membantu memperkuat narasi.Pesan Moral: Luka yang Berasal dari ManusiaDi balik seluruh terornya, Lastri: Arwah Kembang Desa menyampaikan pesan bahwa kebencian, fitnah, dan ketidakadilan sering kali menjadi awal dari sebuah tragedi.Film ini menunjukkan bahwa tindakan manusia dapat meninggalkan luka yang begitu dalam hingga seolah terus hidup dari generasi ke generasi. Horor di sini bukan hanya tentang arwah, melainkan tentang rasa bersalah yang tidak pernah benar-benar selesai.Pesan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa film ini terasa lebih emosional dibandingkan kebanyakan film horor lokal.Kelebihan FilmFilm berhasil membangun atmosfer yang konsisten sejak awal hingga akhir. Ceritanya memiliki fondasi drama yang kuat sehingga konflik terasa lebih bermakna. Penampilan para pemain mendukung perkembangan karakter, sementara sinematografi dan tata suara mampu memperkuat nuansa horor tanpa bergantung pada efek kejut semata.Kekurangan FilmBeberapa bagian memiliki ritme yang cenderung lambat, terutama pada babak awal ketika film masih memperkenalkan karakter dan konflik. Selain itu, sebagian alur masih mengikuti formula horor yang cukup familiar sehingga beberapa kejutan dapat diprediksi oleh penonton yang sudah sering menikmati film horor Indonesia.KesimpulanLastri: Arwah Kembang Desa bukan sekadar film tentang arwah penasaran, tetapi juga kisah tragis mengenai fitnah, pengkhianatan, dan konsekuensi dari dosa masa lalu. Dengan perpaduan drama yang kuat, atmosfer mencekam, visual yang menarik, serta karakter yang memiliki kedalaman emosi, film ini menawarkan pengalaman horor yang lebih dari sekadar menakutkan.Bagi pencinta horor dengan cerita yang memiliki makna dan konflik emosional, Lastri: Arwah Kembang Desa menjadi salah satu tontonan yang layak masuk dalam daftar film horor Indonesia tahun 2026 ini.

Admin 11 Jul 2026
HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !
NEWS

HADIRKAN TARKAM YANG UNIK DAN PENUH INTRIK, FILM BAPAKMU KIPER SIAP TAYANG 3 SEPTEMBER 2026 !

Jakarta, 3 September 206 - Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) menghadirkan Film Bapakmu Kiper yang tidak sekadar menghadirkan pertandingan sepak bola sebagai latar cerita. Lewat dunia sepak bola antar kampung alias tarkam, film arahan sutradara Ody Harahap itu, mengangkat sisi yang selama ini jarang tersentuh layar lebar, sisi yang penuh warna, gengsi, dan drama tersendiri di luar hasil akhir pertandingan yang siap tayang di bioskop pada 3 September 2026. Tarkam dikenal luas sebagai denyut nadi sepak bola akar rumput Indonesia. Di balik kesederhanaan lapangan sederhana, ada rivalitas antar kampung yang kerap membawa gengsi dan kebanggaan lokal, hingga tradisi saweran, di mana penonton menyawer pemain yang tampil apik langsung di lapangan sebagai bentuk apresiasi. Tak jarang pula, pertandingan tarkam turut diramaikan pemain dari liga profesional yang sengaja turun kelas demi honor tambahan sekaligus menjaga performa di luar musim kompetisi resminya.Segala bumbu dan intrik khas tarkam inilah yang menurut sutradara Ody Harahap menjadi daya tarik utama untuk diangkat ke layar lebar"Di balik pertandingan, ada persaingan, ada hiburan, bahkan fenomena unik seperti saweran," ujar Ody.Ia menambahkan bahwa hal-hal semacam itulah yang membuat setiap laga tarkam terasa lebih hidup dibanding sekadar hasil skor akhir, lengkap dengan tekanan, harapan, dan relasi sosial yang tumbuh di lingkungan kampung.Kekayaan cerita di balik dunia tarkam ini pula yang menjadi salah satu alasan ESI mantap menjadikannya proyek produksi mandiri pertama mereka. Garnet Geraldine Tanja, Direktur Utama ESI sekaligus produser Bapakmu Kiper, melihat sisi otentik tarkam sebagai kekuatan cerita yang jarang dimiliki film bertema olahraga lainnya."Tarkam itu bukan cuma soal menang kalah di lapangan. Ada gengsi kampung, ada drama di pinggir lapangan, bahkan ada saweran yang bikin suasana makin seru. Semua bumbu itu yangGarnet justru bikin kami yakin ceritanya akan dekat di hati penonton Indonesia," ujar Garnet.Perpaduan antara drama keluarga dan warna-warni dunia tarkam inilah yang diharapkan menjadikan Bapakmu Kiper sebagai tontonan yang menghibur sekaligus merepresentasikan sisi lain sepak bola Indonesia yang selama ini jarang terekspos ke publik luas.Semua bumbu dan intrik itu terangkum dalam perjalanan Dino (Ali Fikry), remaja 18 tahun yang menyimpan kemarahan mendalam pada ayahnya, Warto (Fedi Nuril), mantan jago tarkam yang juga dikenal sebagai penjudi. Dino menganggap ayahnya sebagai penyebab kematian sang ibu, luka yang membuatnya menjaga jarak selama bertahun-tahun. Titik balik muncul ketika Dino mendapat kesempatan mengikuti Tarkam Super Cup, ajang yang bisa membuka jalannya menuju sepak bola profesional sekaligus mengubah hidupnya. Namun jelang babak final, tim andalan Dino justru direbut pihak lain, memaksa Warto turun tangan membentuk tim baru berisi para pemain senior dengan segala keterbatasan mereka. Bapakmu Kiper juga ingin menghadirkan bentuk apresiasi yang terasa nyata. Sosok seperti Warto merepresentasikan banyak kepala keluarga di kehidupan sehari-hari, mereka yang tidak selalu tampil menonjol seperti mencetak gol, namun perannya bertahan menjaga keluarga di tengah kerasnya hidup justru menjadi fondasi yang paling krusial.“Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial. Nggak harus selalu mencetak gol, yang penting selalu ada buat bertahan dan melindungi keluarganya,” ujar Fedi.Sudut pandang berbeda datang dari Ali Fikry yang memerankan Dino. Baginya, proses syuting justru menjadi pengingat bahwa kemarahan yang Dino simpan bertahun-tahun bukan satu-satunya jalan, dan setiap orang, termasuk karakter yang ia perankan, selalu punya kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalunya."Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan," kata Ali.Perjalanan menuju Tarkam Super Cup ini pun menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjelma perjalanan menghadapi masa lalu, memperjuangkan masa depan, dan memperbaiki hubungan yang lama retak antara seorang ayah dan anak.Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap, naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril, dan Ali fikry, Bapakmu Kiper menghadirkan Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026
Trio GJLS Resmi Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Tayang Serentak di Bioskop 5 November 2026 !
NEWS

Trio GJLS Resmi Jadi Petugas Damkar di Film GJLS: Berapi-Api, Tayang Serentak di Bioskop 5 November 2026 !

Jakarta, 31 Agustus 2026 — Kabar penting sekaligus peringatan bagi siapa pun yang rahangnya mudah pegal karena tertawa tanpa henti. Rumah produksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment secara resmi mengumumkan tanggal rilis film layar lebar terbaru mereka, GJLS: Berapi-Api. Film komedi aksi yang paling dinanti ini dipastikan meluncur serentak di seluruh jaringan bioskop tanah air mulai 5 November 2026.Setelah sukses memporak-porandakan penonton lewat film debut GJLS: Ibuku Ibu-Ibu pada 2025 lalu, trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir kini kembali dengan beban tanggung jawab yang jauh lebih berbahaya, serta jauh lebih butuh perjuangan.Ketika Trio GJLS Diberi Tanggung Jawab Nyawa dan Selang AirDalam GJLS: Berapi-Api, trio abang-abang ini mewujudkan cita-cita masa kecil mereka yang mulia namun riskan: menjadi petugas pemadam kebakaran (damkar). Sayangnya, niat tulus menyelamatkan warga justru berbenturan dengan kepanikan struktural, adu argumen nirfaedah di tengah kobaran api, hingga konflik persahabatan yang meledak-ledak."Di film pertama, kita dibikin pusing dengan urusan bapak–anak. Sekarang di 'GJLS: Berapi-Api', kita dikasih seragam damkar, helm baja, sama selang bertekanan tinggi. Bukannya tenang, malah kebakaran ego masing-masing yang lebih bahaya. Penonton jangan harap dapat aksi heroik yang tenang; ini isinya murni teriakan, panik, dan persahabatan yang diuji pas api udah di depan muka," ujar Rigen Rakelna, aktor dan salah satu pendiri GJLS Entertainment.Monty Tiwa Kembali Pasang Badan Mengawal KekacauanKursi nahkoda penyutradaraan kembali dipercayakan kepada sineas kawakan Monty Tiwa.Memasuki 25 tahun jam terbangnya di sinema nasional, Monty kembali membuktikan kesabarannya dalam meracik energi improvisasi organik anak-anak GJLS ke dalam bingkai visual sinematik yang megah. "Menyutradarai trio GJLS di film aksi damkar itu rasanya seperti mengendalikan truk blangwir yang remnya blong tapi sopirnya malah sibuk debat. Tapi di situlah magisnya. 5 November 2026 adalah tanggal di mana masyarakat Indonesia boleh melepaskan semua beban pikiran, masuk bioskop, dan menertawakan kekonyolan hidup bersama-sama," tutur Monty Tiwa, sutradara.Catat Tanggalnya!GJLS: Berapi-Api resmi tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.Informasi mengenai tiket pra-pesan (presale) dan agenda penayangan khusus (special screening) akan diumumkan dalam waktu dekat. Pantau terus saluran resmi tanpa perlu panik melalui akun media sosial @gjlsberapiapi, @gjlsentertainment, dan @sinemagna.

Admin Kupas Tuntas Film 31 Aug 2026
VIDEO
‘Aku Sebelum Aku’ Sebuah Potret Pencarian Jati Diri dan Luka yang Kerap Tak Terucapkan
MOVIE
4.3

‘Aku Sebelum Aku’ Sebuah Potret Pencarian Jati Diri dan Luka yang Kerap Tak Terucapkan

Ada satu fase dalam hidup ketika kita mulai bertanya, "Apa yang selama ini aku lakukan benar-benar untuk diriku sendiri?"Pertanyaan itulah yang menjadi denyut utama dalam Aku Sebelum Aku (2026). Film terbaru garapan Gina S. Noer ini mengisahkan Jati, seorang remaja laki-laki yang tumbuh di bawah didikan ayah yang keras dan penuh ambisi terhadap masa depannya. Sedari kecil, hidup Jati seolah telah dipetakan tentang apa yang harus ia capai, seperti apa ia harus berkembang, hingga jalan hidup seperti apa yang dianggap terbaik untuknya.Sumber : NetflixPremis tersebut terasa begitu dekat dengan kehidupan banyak orang. Tidak sedikit dari kita yang pernah berada di posisi Jati, berusaha memenuhi harapan orang tua, mengejar sesuatu karena dianggap "baik", hingga lupa menanyakan kepada diri sendiri apa yang sebenarnya diinginkan.SinopsisFilm Aku Sebelum Aku mengisahkan Jati (Bima Sena), seorang remaja SMP dengan segudang prestasi yang tampak sempurna di kalangan anak sepantarannya. Namun, di balik semua itu, ia menyimpan kecemasan akibat tuntutan yang diberikan oleh ayahnya, Jaya (Ringgo Agus Rahman). Alhasil, sebuah momen tak terduga menjadi hasil bom waktu akibat kecemasan yang lama ia pendam. Serangan panik yang berakhir mendatangkannya ke dalam perjalanan juga petualangan nan historis dari lingkungan baru.Tempat Untuk Pulang yang Seringkali Menjadi Sumber LukaSalah satu kekuatan terbesar Aku Sebelum Aku terletak pada bagaimana film ini membangun dinamika hubungan antara Jati dan sang ayah. Konflik yang dihadirkan tidak menempatkan salah satu pihak sebagai sosok yang sepenuhnya benar atau salah. Sebaliknya, film memperlihatkan bagaimana cinta dan perhatian terkadang hadir dalam bentuk yang keliru, menciptakan jarak emosional yang perlahan menjadi luka bagi kedua belah pihak.Sumber : NetflixMelalui hubungan tersebut, film mengajak penonton memahami bahwa setiap anggota keluarga membawa harapan, ketakutan, dan caranya masing-masing dalam menunjukkan kasih sayang. Ketika komunikasi tidak berjalan dengan baik, niat baik pun dapat berubah menjadi tekanan yang membebani.Pendekatan seperti ini membuat konflik keluarga dalam film terasa begitu manusiawi. Banyak momen yang mungkin akan terasa dekat bagi sebagian penonton, terutama mereka yang pernah berada di persimpangan antara memenuhi ekspektasi orang tua dan menemukan jalan hidupnya sendiri.Membuka Ruang Diskusi Tentang Kesehatan Mental dan Sudut Pandang TerbukaDi balik kisah yang diusung, Aku Sebelum Aku juga menyinggung berbagai isu yang relevan dengan kehidupan saat ini, salah satunya mengenai kesehatan mental. Film ini mengajak penonton untuk melihat bahwa pergulatan batin seseorang seringkali jauh lebih kompleks daripada yang tampak di permukaan.Gina S. Noer menghadirkan berbagai sudut pandang yang mendorong penonton untuk lebih terbuka dan berempati terhadap pengalaman orang lain. Alih-alih menawarkan jawaban yang hitam dan putih, film ini justru memberikan ruang untuk berdiskusi, memahami, dan mempertimbangkan perspektif yang mungkin berbeda dari pengalaman pribadi masing-masing.Sumber : NetflixPendekatan tersebut menjadikan Aku Sebelum Aku terasa lebih dari sekadar kisah tentang pencarian jati diri. Film ini juga menjadi pengingat bahwa memahami seseorang seringkali membutuhkan rasa kesediaan untuk mendengarkan tanpa terburu-buru menghakimi.Gina S. Noer dalam Meramu Kisah Coming-of-AgeDalam beberapa tahun terakhir, Gina S. Noer menunjukkan konsistensinya dalam menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan pengalaman manusia dan penuh nuansa emosional. Di Aku Sebelum Aku, ia kembali memperlihatkan kemampuannya dalam mengembangkan narasi coming-of-age yang terasa hangat, personal, dan membumi.Konflik yang dibangun berkembang secara natural hingga mencapai penyelesaiannya. Film tidak terburu-buru dalam menyampaikan pesan dengan membiarkan penonton bertumbuh bersama para karakternya dan memahami setiap keputusan yang mereka ambil.Sumber : NetflixPendekatan yang intim tersebut membuat perjalanan Jati terasa autentik, sekaligus memperkuat tema utama film mengenai pencarian identitas dan keberanian untuk mengenal diri sendiri.KesimpulanPada akhirnya, Aku Sebelum Aku bukan sekadar film tentang seorang remaja yang berkonflik dengan ayahnya. Film ini merupakan refleksi mengenai hubungan keluarga, ekspektasi, dan perjalanan panjang untuk memahami siapa diri kita sebenarnya di tengah berbagai tuntutan yang datang dari luar.Dengan premis yang dekat dengan kehidupan banyak orang, penyutradaraan yang matang dari Gina S. Noer, serta keberaniannya mengangkat isu kesehatan mental dan pentingnya empati, Aku Sebelum Aku berhasil menjadi tontonan yang hangat sekaligus mengundang perenungan. Lebih dari itu, film ini terasa cocok untuk ditonton bersama keluarga atau menjadi bahan diskusi dengan orang-orang terdekat.Sumber : NetflixFilm Aku Sebelum Aku sudah dapat ditonton di situs resmi Netflix!

Rachmatya Shabrina Ramadhani 17 Jul 2026
Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!
NEWS

Film Laut Bercerita Terpilih Ikut Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026!

Laut Bercerita tayang mulai 29 Oktober 2026 di bioskop IndonesiaJakarta, 3 September 2026 — Film debut Pal8 Pictures, Laut Bercerita arahan sutradara Yosep Anggi Noen terpilih untuk berkompetisi dalam program utama di Busan International Film Festival (BIFF) 2026). Dengan demikian, artinya film ini akan berkompetisi melawan berbagai film internasional lainnya untuk meraih penghargaan Film Terbaik (Best Film) di festival yang akan berlangsung pada 6–15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan.Penayangan film Laut Bercerita di BIFF 2026 ini sekaligus menjadi momen penayangan perdana (World Premiere), sebelum film ini tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 29 Oktober 2026.“Busan International Film Festival adalah platform yang tepat untuk penonton pertama yang menyaksikan film ini. Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional. Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap,” ujar produser Gita Fara. “Busan adalah festival yang besar dan penting untuk perfilman Asia dan dunia. Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia. 19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini,” ujar sutradara Yosep Anggi Noen.“Film-film Indonesia saat ini tersebar di seluruh dunia, bukti bahwa kisah-kisah dari Indonesia relevan secara global. Di sisi lain, kualitasnya semakin baik karena mampu disandingkan dengan film-film kelas dunia,” tambah Anggi.Tahun 2026 adalah BIFF edisi ke-31 dan merupakan satu-satunya festival film di Asia yang diakui sejajar dengan Cannes, Venesia, Berlin, Sundance, dan Toronto untuk memenuhi persyaratan masuk ke ajang Academy Awards.The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) telah mengumumkan perubahan peraturan untuk ajang Academy Awards ke-99 dengan memperluas jalur kelayakan untuk kategori Best International Feature Film. Dengan demikian, pemenang Best Film di BIFF dapat diajukan untuk dipertimbangkan di kategori Best International Feature Film, terpisah dari proses perwakilan resmi negara.Diadaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori, Laut Bercerita disutradarai oleh Yosep Anggi Noen. Skenario film juga ditulis oleh Yosep Anggi Noen bersama Leila Chudori ini. Dibintangi oleh Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, Afrian Arisandy.Produser film ini adalah Gita Fara, Leila S.Chudori dan Budi Setyarso. Film ini diproduksi oleh Pal8 Pictures dan didukung oleh VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.Ikuti perkembangan terbaru Laut Bercerita melalui media sosial resmi.Instagram : @filmlautbercerita, @lautbercerita, @pal8picturesFacebook : Film Laut BerceritaThreads : @filmlautberceritaHashtag : #lautbercerita #filmlautbercerita #lautberceritamovie

Admin Kupas Tuntas Film 03 Sep 2026