Netflix akan segera menghadirkan Film Original Indonesia terbaru berjudul Aku Sebelum Aku karya sutradara Gina S. Noer. Mulai tayang pada 16 Juli 2026 secara global, film ini mengikuti kisah seorang remaja berprestasi yang memenangkan kompetisi sekolah bergengsi dan malah mengalami serangan panik. Di tengah tekanan yang semakin menyesakkan, ia harus berjuang menemukan kembali dirinya sebelum ambisi sang ayah memutuskan ikatan keluarga mereka.
Dibintangi Bima Sena dan Ringgo Agus Rahman, film ini dengan peka mengurai hubungan orang tua dan anak dengan sejumlah masalahnya, luka batin yang belum selesai, peran ekosistem sebagai ruang belajar yang manusiawi, serta memahami jati diri melalui masa lalu.
NETFLIX
Dalam konferensi pers yang Netflix selenggarakan hari ini di Jakarta sebagai bagian dari acara Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, sutradara Gina S. Noer berbagi cerita mengenai gagasannya untuk film ini dan apa yang dirasa membekas dari proses menulisnya. “Ini film yang personal buat saya karena dimulai dari pertanyaan anak kedua saya yang sangat suka sejarah. Beberapa tahun lalu saat berumur 14 tahun dia bertanya pada ibu saya yang kelahiran tahun 1945 tentang apa rasanya lahir saat Indonesia belum merdeka dan tumbuh ketika Indonesia baru merdeka. Pertanyaan itu membuat saya sadar bahwa saya tidak benar-benar mengetahui sejarah keluarga saya atau tidak pernah dengan sungguh-sungguh melihat seperti apa situasi orang tua saat mereka dibesarkan, hingga bagaimana kolonialisme membentuk hubungan-hubungan kita sampai sekarang.”

Kredit foto: Netflix
Ia menambahkan, “Film ini untuk semua orang yang dirinya terpicu ingin mengenal dirinya dengan lebih baik, memberikan kesempatan bagi anggota keluarga untuk saling menyayangi, melihat sejarah lebih luas dari hafalan di sekolah, dan mendorong diri kita jadi keluarga besar yang saling menolong.”
NETFLIX
Prastiwi Dwiarti yang berperan sebagai Ambu Asih, ibu dari Jati yang kerap berada di tengah ketegangan suami dan anaknya, menyampaikan pandangannya tentang sosok tersebut. “Di film ini saya banyak sekali belajar tentang seorang ibu dan istri yang ada tanpa harus banyak berkata. Bukan dia tidak memiliki pendapat atau keinginan, tapi lebih ke selalu ada dan hadir, berusaha menjadi tempat pulang yang paling aman dan nyaman bagi anak dan suaminya,” jawabnya.

Kredit foto: Netflix
Aming yang memainkan karakter guru Pak Zai dan Pak Juned juga berbagi mengenai pengaruh keberadaan guru bagi anak didiknya. “Peranan lingkungan sangat penting, selain keberadaan keluarga dan guru. Elemen-elemen ini dibutuhkan seorang anak untuk bertumbuh dan menemukan jati diri, karena seorang anak tidak bisa mengatasi masalahnya sendirian. Film ini mengajarkan saya pentingnya orang tua memberikan pendampingan, pengarahan, dan meregulasi emosi. Ini merupakan salah satu film yang penting ditonton kita semua,” terangnya.
NETFLIX

Kredit foto: Netflix
Poppy Sovia yang berperan sebagai ibu dari Asa, teman Jati, mengutarakan perspektifnya dalam berbagai dinamika antara orang tua dan anak. “Banyak sekali hal yang saya pelajari dari berperan di film ini, yang saya ambil untuk pola pengasuhan. Yang bisa dilihat dari sosok Asa adalah ia seorang anak yang penuh dengan kasih sayang dan tercukupi kasih sayangnya, sehingga dia punya fondasi yang kokoh untuk menghadapi apa pun, termasuk ketika ia menghadapi sesuatu yang tak terduga,” katanya.
NETFLIX

Kredit foto: Netflix
Widuri Puteri yang memainkan karakter Asa, teman Jati, mengungkapkan cara ia mendalami peran tersebut. “Asa adalah orang yang jujur, sangat giat mencari kebenaran, dan semua yang dia ungkapkan itu berdasarkan fakta sehingga dia mengharapkan yang sama dari orang lain. Selama proses reading, syuting, sampai post production aku banyak mengobrol dan bertanya pada Tante Gina tentang Asa. Selama memerankan karakter ini aku jadi belajar banyak tentang diriku sendiri, belajar untuk lebih jujur ke diri sendiri dan ke orang lain,” ujarnya.
NETFLIX

Kredit foto: Netflix Indonesia
Gina menekankan bahwa Aku Sebelum Aku merupakan surat cinta darinya untuk semua orang yang berada di dalam situasi sulit dan mereka yang memilih untuk pulih serta tumbuh lebih bahagia. “Di tengah dunia yang berjalan begitu cepat, film yang dan ceritanya bisa membantu kita untuk mengecek lagi diri kita di tengah hiruk-pikuk dunia. Manusia menciptakan cerita untuk membantu kita memahami pola-pola kemanusiaan. Film dapat membantu memberikan nuansa dan refleksi dalam hidup kita,” tutupnya.
Gina S. Noer dikenal sebagai penulis, produser, dan sutradara yang meraih dua Piala Citra sebagai penulis naskah film Keluarga Cemara dan Dua Garis Biru. Ringgo Agus Rahman, penerima dua Piala Citra sebagai aktor dalam film Jatuh Cinta Seperti di Film-film dan Panggil Aku Ayah, menghadirkan penampilan yang menyentuh sebagai ayah di Aku Sebelum Aku.
Aku Sebelum Aku akan tayang perdana secara global dan eksklusif di Netflix pada 16 Juli 2026.